Akulah Arjuna – oleh Adi Syah

Bila aku tidak lagi berharga.. Tak usah kau bersandiwara.. Rasa hati ini tidak akan iba.. Meski kau teteskan airmata.. Kasihsayang lenyap dari jiwa.. Kepercayaan diri sudah tiada.. Berakhir pahitnya kisah cerita.. Yg terangkai semenjak lama..
Baca puisi selengkapnya…

 

Arti Diri – oleh Adi syah

Ternyata baru dapat sadari… Bahwa sungguh selama ini… Tak ada seorangpun perduli… Tentang pilu kesedihan diri… Terlalu banyak buai kata janji… Hingga sakit ku rasakan kini… Tak jua berakhir masa menanti… Apakah sudah tak lagi berarti…
Baca puisi selengkapnya…

 

Ibu ( Mahluk Mulia ) – oleh Adi Syah

Tak terukur keringat & air mata… Di saat sedih pilu juga duka lara… Kau iklas menjalani dengan rela… Mungkin sampai berkorban nyawa… …Duhai mahluk mulia tempat berbakti …Keramat yang selalu kujunjung tinggi …Tanpa hadirmu aku tidak akan berarti …Sembah sujud ku ini di telapak kaki Jika saja bisa untuk ingkari waktu… Rindu pada saat masa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tuhan Ampuni Aku – oleh Adi Syah

Engkaulah tempat berserah diri… Dalam suka ataupun sedih hati… Tak kan bisa aku bersembunyi… Karena Kau Maha mengetahui… … Sungguh aku teramat malu … Atas semua kehidupan ku … Kesalahan dosa di masa lalu … Terlalu banyak seperti abu Jagat raya dunia alam semesta… Segala karya ciptaan sempurna… Dengan nafas yang masih tersisa… Ampunan Mu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sang Mantan – oleh Adi Syah

Telah tercurah segala rasa… Kasih sayang suci bergelora… Tuk membina kisah asmara… Berbagi hidup kita bersama… Bagaikan merah api menyala… Panas membakar semuanya… Perpisahan karena orang tua… Tinggal kan duka buah cinta… Ku akui tidak miliki harta benda… Memang diri jauh dari kaya raya… Hingga dipandang sebelah mata… Sungguh membuat hati terluka… Kaupun pasti sangat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terimakasih Ku – oleh Adi Syah

Malam ini langit tidak temani bintang… Cuma gelap yg mengisi tanpa terang… Begitu juga wahai jiwa jiwa yg tenang… Ingatlah sang waktu tak kan terulang… Dalam hening sepi kesunyian ini… Ku tatap begitu sejuk menghampiri… Perlahan pasti rasanya hiasi hati… Melekat kuat seluruh tulang sendi… Duhai penguasa maha sempurna… Terima kasih ku atas bukti kuasa… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bercanda tapi Ngarep – oleh Adi Syah

Seakan kepala mau pecah… Menantikan kabar berita… Hingga pendirian ku goyah… Belum bisa di muat juga… Tiada lain hampir setiap hari… Penuh sabar terus menanti… Ku mohon admint mengerti… Sungguh itu sangat berarti… Bila nanti kalimat ini dibaca… Tapi jangan sambil tertawa… karena Aku hanya bercanda… Tuk pelepas penat duka lara… T@nk’s Bercanda tapi Ngarep […]
Baca puisi selengkapnya…