Namamu masih ada – oleh A.Ulfiani Safitri

rasa yang pernah kuakui diawal desember yang lalu kini kembali membayangi kisah-kisahku jika pagi selalu mengajak matahari, maka kalimatmu selalu berada pada titik depan pikiranku jika siang masih membiarkan matahari bersamanya, maka begitupula rasaku yang masih dalam keadaan sama jika malam mengajak kegelapan bersamanya, maka aku menolak karena aku pun sulit mengolah kata-kata beralasan hanya […]
Baca puisi selengkapnya…