Tentang Si Pembual – oleh A. Raihan

Adalah hati, Tuan Aku merasa dengan hati Kala mata mendusta Dan telinga pun tak ubahnya Adalah jantung, Tuan Aku mencicip dengan jantung Meski tersembunyi dari dunia Meski detaknya kerap melompat satu, dua Adalah lidah Si kaca patri indah pada gedung termegah Si beling menusuk pada tumpukan sampah Tuan, pahami itu Tentang Si Pembual – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…