Bersama – oleh Novia Dwi Ananda

Mari kita melangkah bersama Bergandeng tangan erat Mengikuti irama detak waktu Detak waktu yang terus berputar Mari kita berlari bersama Sejajarkan langkah dengan rapi Mengikuti roda zaman Zaman yang terus bergulir Satukan hati Satukan tekad Yakin kita kan bisa Yakin kita kan sampai tujuan Bersama memang indah bukan Bersama – oleh Novia Dwi Ananda Kalimatan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senja Seindah Senyumu – oleh Aprilia Dea

Waktu itu.. Senja memperlihatkan warnanya.. Seindah senyum diwajahmu Yang kulihat satu tahun lalu Iya satu tahun lalu… Waktu itu… Kita sangat lugu Tertawa bersam puisi puisi pilu Kisah tragis cintamu yang tak bermuara dengan cintaku Yang akhirnya memberikan lara dan pilu. Sekarang Aku masih memandang langit Aku masih memandang senja Yang kata orang sam seperti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta yang terselimut Rindu – oleh Syukur Nur Muhammad Daulay

Semua datang begitu saja, lalu entah lenyap kemana, apakah ini rasa yang didewa-dewakan, yang dapat membisukan dan membutakan, beginikah rasanya? Lantunan detik jam tak kunjung berhenti, rindu mengutuk waktu, hingga lama terasa, dan dingin menyelimuti, beginikah rasanya? Kini aku mengerti,,, Inilah Cinta yang terselimuti oleh Rindu… Cinta yang terselimut Rindu – oleh Syukur Nur Muhammad […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Katakan pada bulan – oleh Septiana Fara Hidayati

Awan datanglah Akan ku ceritakan tentang rinduku pada bulan Rinduku yang teramat dalam Rinduku yang lama kupendam Rinduku yang berada dalam puncaknya Awan datanglah… Katakan pada bulan Aku merindukan kesempurnaannya Aku merindukan sinarnya yang teduh dan menyejukan Aku merindukan segala tentangnya Awan datanglah Tanyakan pada bulan Apalah arti aku baginya Apakah sebatas teman Atau bahkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Daku Berharap – oleh Ida Ismara

Jejak langkahku masih begitu jelas membayang Diatas sejengkal tanah ataupun di rimbun dedaunan Sunyiku bermandikan deraian air mata penyesalan Rintihanku tenggelam ditengah keheningan malam Ketika diriku tersungkur terjatuh di haribaan Hati dan jiwaku tenggelam di kebisuan malam Berbesar harap dapat kurasakan kebahagiaan Dan secercah sinar sebagai Penerang jalan Entah berapa lama tiada jua kabar berita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta datang dan pergi – oleh Setianingsih

Kamu yang mungkin aku cinta harus datanh untuk membawa luka dan pergi dengan sejuta perih tanpa tau detik,menit yang mungkin aku banggakan apa cinta itu harus diikuti luka apa cinta itu harus disertai perih kini hanya waktu yang tau semuanya yang kuharap cinta itu datang tanpa harus pergi meninggalkan luka dan perih Cinta datang dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta terpahitku.. – oleh Kuswatun Hasanah

Dalam bekas rindu yg masih menapak.. aku memorikan dirimu sebagai senjaku.. mengantar cahaya menuju peraduannya.. hitam yg kini menjaring hati.. lama sudah aku menunggu kabar bahkan cinta yg sempat kau berikan.. lama hingga hati terasa kelabu.. benar saja,surat rindu yang kukirim setiap malam.. kau balas dengan gandengan dan cincin melingkar indah di jarimu.. bukan denganku,tapi […]
Baca puisi selengkapnya…