Untuk sebuah rasa yang tuli – oleh S Iman Mustaqim

Untuk sebuah rasa yang tuli. aku seperti sebutir kerikil yang terlalu kerdil untuk kau anggap. yang selalu kau lewatkan begitu saja dalam perjalanan cintamu. untuk sebuah rasa yang tuli. aku seperti hantu untukmu, ada namun tak pernah kau rasa, ada namun tak mau kau ketahui ada namun tak terasa untuk hatimu untuk sebuah rasa yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harga Diri atau Hati – oleh Gagas

Cinta sepenuh hati tanpa akal Memuja raga merangkai asa Merajut mimpi menggapai rembulan Angan melayang tak pijak bumi Penuhi ego melukai insan Ikuti naluri korbankan diri Cinta tak perlu menyakiti atau tersakiti Cinta tak perlu memaksakan atau melepaskan Cinta mendamba hati seluas angkasa dan rela seikhlas bumi Karena harapan kadang menyayat hati lalu mati Harga […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu yang terhenti – oleh Ida Ismara

Hingga masa pun berlalu Sang takdir membawaku pergi Kepedihan masih melekat di jiwaku Aku pendam di lubuk hati Untaian peristiwa datang mengganggu Berulang kali mengusik diri Menoreh luka yang mulai beku Yang tak ingin ku ingat lagi Tangisanku belum terhenti Saat segalanya telah berlalu Kesedihan hiasi mimpi Jadi belenggu disetiap langkahku Rasaku yang dahulu berkecamuk […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Asmara hidupku – oleh Dion Apriandi

Asmara hidupku….. Kukenal engkau lewat isi hati ini Tak pernah ku pandang semua dari fisikmu Tak memandang engkau dari sisi gelapmu Ku isyaratkan kebanggaanku Dan lukis indah wajahmu Tiap goresan dan demi goresan Warnai dirimu menjadi inspirasiku Ku buka lembaran – lembaran baru Bertajuk cinta dan kasih sayang Hanya engkau dan aku berdua Yang akan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Memilih Sendiri – oleh Rini Vian

Tanpa disadari,tangan ini sudah mulai merentang tidak memeluk lagi Tanpa diduga,mata ini terpicing sudah tidak menatap lagi Tanpa disangka,bayang ini sendiri sudah tak berdua lagi. Menghitung-hitung Mengingat-ngingat Merenung-renung Dimana salahku,ada apa dengan sikapku? Ku bawa berdiri,tetap saja merasakan luka Ku bawa duduk,tetap saja merasakan perih Ku bawa berbaring,jauh lebih sakit. Satu,dua,tiga hari satu,dua,tiga tahun Aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kegilaan pagi ini – oleh Mahendra Manik

Kegilaan pagi hari Malam ini kembali ku disetubuhi oleh pagi.. Udara dinginnya membudak mata tetap bekerja.. Dan mencambuk tubuh untuk tetap terjaga… Tak tau berbuat apa di pagi buta.. Ku sendiri, tanpa ada suara mengganggu gendang telinga… Kusapa lemari yang sudah capek karna terlalu tua.. Tak ada balasan dari dia… Ahhh.. Tentu saja. Dia kan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bulan-bulanku – oleh Stephen Koswara

Bulan-bulanku Kujalani rodaku yang berputar Melewati posisi bawah dan posisi atas Merasakan diriku di posisi yang berbeda Yang satu digiling dibawah tanah Yang satu bebas berputar di udara Kayuhku adalah pengharapanku Sbab tanpa pengharapan Aku tak bisa menjalankan sepedaku Yang melewati bulan-bulanku Sekali kayuh lewati tanjakan Harus turun dan dorong sepeda Sekali kayuh lewati turunan […]
Baca puisi selengkapnya…