Jiwa yang Bingung akan Raga yang Hilang – oleh Nickolai Letzel Ariestho

Permainan dunia yang ia besut Terarah, teratur dengan apa yang ia maksud terjun ke dalam rimbanya tata surya yang diselingi kemiskinan akan cahaya terjebak, terperangkap, terserap oleh makna yang tersirat guratan – guratan yang terbentuk, terbentang jauh melewati curamnya lorong akhir hayat hilang sudah semua harap dan impian yang selalu datang dan pergi silih berganti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mata kejora – oleh Sky Shucaya

Kau terlalu mudah membuatku jatuh cinta. Semburat lembayung membuat ku terpukau, Imajinasiku terpacu menggurat kehidupan dengan tinta emas. Biarkan esok akan aku ungkapkan soal hati, Ketika hari turun pagi, Aku tunggu ketika kau berangkat ke kali. Sebab telah ku rangkai semalaman sehelai puisi. Dan,kau tampak malu menundukan kepala, aduh… hatiku terkoyak-koyak tak tentu melihat matamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terimakasih untuk kembali – oleh Barsini

Begitu banyak waktu yang telah kulalui tanpamu. Meski aku hidup, nampun jiwaku telah mati. Dan kau datang lagi. Menyembuhkan segala luka yang terdahulu membuatku hancur. Membangkitkanku, dan membuatku percaya lagi . . . Aku tak peduli dengan apa yg telah kau lakukan padaku diwaktu dulu. . . Dengan kau kembali . . .segalanya telah termaafkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

bengong….

blenk…. pikiran kosong.. cuman duduk bengong….. padahal liburan panjang.. mau jalan juga ga ada duit di kantong… alias kantong kringg…. handphone punn.. tak berdering… karna tak ada uang tak sayang… hahaha… katanya orang.. yah… maklum kita cuman numpang.. mau nampil juga pas-pasan kalo nampang tambah lagi badan kurus kering.. so… main suit aja trus pakai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

“lelahkah aku?…..letihkah aku?”

sejenak aku hentikan langkahku.. ada nyeri diujung jari kakiku yang tak beralas ah…benar saja…sepucuk duri di ranting mawar kering mesra menancap tinggalkan perih dan setitik darah hah ………..!!!!!!!! peduli apa aku dengan perih ini? peduli apaaku dengan duri ini? peduli apa aku dengan darah ini? ku buang ranting mawar kering itu.. dan aku terus berjalan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

abu-abu

Kamu! iyaa kamu yang disana Tertangkap memperhatikanku Tapi kamu beralih malu-malu Kamu! iyaa kamu yang disana Yang kata mereka kamu ada yang punya Aku suka kepadamu Kamu! iyaa kamu yang sedang duduk didepanku Kamu tau ngga? Kamu itu unik Kamu itu menarik Samar-samar tak tertebak Aku tidak tahu Lebih dominan hitam ataukah putih Yang kamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

gambar itu….

Gambar itu mengingatkan aku padamu Semua hal-hal luar biasa Yang selalu kita tertawakan Seharusnya sore tadi aku berangkat Namun, tertunda lagi Biasanya…. jam segini, kau dan aku berbagi cerita Melalui ponsel Dan pembicaraan itu selalu kau yang memulai lebih dulu Aku sangat bahagia Aku tahu ada kemarau disini Ketika kau tak mampu lagi menjadi air […]
Baca puisi selengkapnya…