Rapuh – oleh a.n Fatikha

hari ini masih sama mata itu enggan terbuka seakan lupa cara terbangun seolah tak mau lagi melihat karena ia tahu… hidupnya hanyalah tempat para pencela berpijak tempat para penghianat bertindak mungkin mata itu t’lah lelah karena selalu berderai air mata sekarang tak ada lagi senyuman mungkin ia lelah dengan segala kepalsuan dan memilih hidup dalam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Stigma Yang Kalian Ciptakan – oleh Rahimatus Sania

Aku terpenjara atas pandangan dari orang lain Ku mohon berhenti menatap ku dengan tatapan begitu Mari berkenalan jika diperlukan Mari saling berbincang jika kau masih ingin menilai ku Mari kita keluar sesekali dan bermain untuk menghindari kesalah pahaman Kamu tak bisa melihat ku Karena itu hanya tutup mulut mu Dan keluarkan aku dari stigma ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senandung rasa – oleh Tatang Suryadi

jam dinding terdengar mendetik jantung terasa mendetak tak kau dengarkah suara sepi bagaimana sunyi berbunyi seperti kata kata hati seribu ucap tak kau mengerti sakitkah rasanya mati akan nafas yang terlepas apa yang hujan pikirkan dikala turun saat berhenti menyisakan genangan apa yang kau rasa di kala datang saat kau pergi meninggalkan kenangan Senandung rasa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senyum kepalsuan – oleh Karomah

Detik berganti hari beralih tak ada jumpa, tak ada kata, tak ada sapa Telah menghilang sirna di telan kegelapan Sebuah senyuman yang merekah bak matahari pagi sejuk nian kini telah luluh Senyum kepalsuan mengesampingkan asaku sampingkan harapku dan kini telah pergi dalam hidupku Senyum kepalsuan – oleh Karomah Nganjuk
Baca puisi selengkapnya…

 

Hati yang rapuh – oleh Karomah

terjatuh aku dalam lumpur cinta tak sanggup bertahan bernafas pun aku susah hatiku telah rapuh karena cinta yang teryata bukan cinta tertahan aku disini menangis perlahan Rapuh sudah hatiku mengering terjatuh lagi untuk yang kesekian kali Hati yang rapuh – oleh Karomah Nganjuk
Baca puisi selengkapnya…

 

Jiwa sepi – oleh Mahendra Manik

Lukisan perih pampangkan dukanya jiwa Ujian berat ini memaksa diri menyerah kerjakanya Lolongan jiwa tertahan ego harga diri Tuk diam tanpa kata menyelesaikan semua Hembusan angin menerbangkan kenangan rindu yang pernah ku buang Agar tak datang kembali menerpa diri Huhhh…. Nyatanya, kembali menerpa diri Hampa jiwa terpampang jelas dalam bersitan kata Kata rindu yang sering […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh sakitnya – oleh Mahendra manik

Senja sore melukis kenangan lama Membawa puing kenangan dirimu Suara burung bernyanyi ceria Tak seperti hati yang gundah gulana Senyum manismu kadang menyelinap di pikiran Membawa luka yang tak ada obatnya Serta linangan air yang berontak keluar dari mata Oh sakitnya…. Rumput dan pohon tertawa menghina raga Raga yang kosong tanpa kata manja darinya Oh […]
Baca puisi selengkapnya…