Jiwa sepi – oleh Mahendra Manik

Lukisan perih pampangkan dukanya jiwa Ujian berat ini memaksa diri menyerah kerjakanya Lolongan jiwa tertahan ego harga diri Tuk diam tanpa kata menyelesaikan semua Hembusan angin menerbangkan kenangan rindu yang pernah ku buang Agar tak datang kembali menerpa diri Huhhh…. Nyatanya, kembali menerpa diri Hampa jiwa terpampang jelas dalam bersitan kata Kata rindu yang sering […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh sakitnya – oleh Mahendra manik

Senja sore melukis kenangan lama Membawa puing kenangan dirimu Suara burung bernyanyi ceria Tak seperti hati yang gundah gulana Senyum manismu kadang menyelinap di pikiran Membawa luka yang tak ada obatnya Serta linangan air yang berontak keluar dari mata Oh sakitnya…. Rumput dan pohon tertawa menghina raga Raga yang kosong tanpa kata manja darinya Oh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Luka karena dusta – oleh Dwi Purwati

Dinding dalam ruang ini nampak membatu membalut raga,,, Tersirat kokohnya seakan mampu bertahan diterkam badai dan bencana,,, Bernaung ribuan asa yang terselip dalam lembaran doa,,, Namun takdir indah masih tak kunjung bersua,,, Dihadapkan pada sesuatu yang pelik, hingga seakan tampak salah atau benar diantaranya,,,, Namun seakan kini dinding yang kokoh itu mulai terkikis oleh ingkar […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tertindas – oleh Lulu Aundhia Allam

Aku tak pernah menyangka Bahwa dunia lebih kejam dari yang kupikirkan Kau menusukku dari belakang Benar-benar licik Baginda amat kecewa Terbuat dari apa hatimu? Padahal aku hanyalah butiran hina Kau iri denganku? Lantas apa yang kau irikan? Hidupmu jauh lebih sempurna Tak seperti ku yang selalu terbuang Kau begitu bahagia bila aku tak nampak Padahal […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Belenggu dalam kenangan – oleh Dwi Purwati

Kabut itu kian membalut sunyi ,,, Mata ini kian terjaga pada setiap kenangan yang masih saja berkuasa,,, Terpaku dalam riuhnya imaji,,, Namun deretan kisah itu masih saja bertahta,,, Adakah ruang untuk meloloskan diri?? Menyimpannya hanya akan menuai luka,,, Mungkin akan lebih baik jika memaksa menyeret belenggu itu untuk pergi,,, Karena senyuman yang begitu indah itu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kecewaku – oleh Rainbee

Malam itu kau mengucapkan janji padaku Dengan senang kusambut dirimu dan menantikan janji esok mu Ku mencoba persiapkan segalanya Ku menanti hingga fajar telah tertutupi matahari Aku masih menanti dan menanti Namun kau tak kunjung hadir Dimana dirimu kini ? Lupakah engkau dengan janji mu semalam ? Lalu kau datang dan mengatakan hal yang mengecewakan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Manusia – oleh Noverdy.R

Engkaulah makhluk ciptaan Tuhan Diberi karunia akal pikiran Hal-hal yang tak bisa dilakukan Dituntaskan dengan akal pemberian Tuhan Oh Manusia Tapi mengapa kau salah gunakan Akal pikiran pemberian Tuhan Bahkan ego-mu melebihi hewan Oh manusia Kau hancurkan semua hutan Kau cemarkan seluruh lautan Bahkan kau musnahkan hewan-hewan Kau tak menghargai ciptaan Tuhan Kau tak berarti […]
Baca puisi selengkapnya…