Puisi

Berbagi puisi dan kumpulan puisi terbaru 2015

Kata Sedih

Kepergianmu Meninggalkan Luka – oleh Henfitananda Nabilatul Ilmiyyah

Tetes air mata yang membasahi pipi. Kini semua tak berarti. Karna kau telah pergi. Pergi jauh dari hati ini. Hati yang telah kau lukai. Kau dustai dan kau hianati. Ku hanya bisa terdiam dalam sepi. Merasakan sakit hati ini. Ku hanya bisa melihatmu. Dan hanya bisa mendoakanmu. Semoga kau bahagia. Tanpa kehadiranku. Kepergianmu Meninggalkan Luka […]

Pergilah Dalam Senyummu – oleh Daniel Satria Sutrisno

Bukit rumput terhening Seusai mendengar gumaman angin duka, yang berselubung dalam senandung Lesung senyum mu, kini hanya meninggal kan luka dalam senja Kembali pada dedaunan kemuning, yang mengapung sepanjang sungai bening Seusai melintasi lembah kelam bergeming Cerahmu telah menjadi temaram bening Bahkan akupun tak dapat melihat pendar birumu yang bergeming lagi Ingin ku menangis dalam […]

Melati yang gugur – oleh Gilang

Kamu adalah bunga melati yang akan mulai tumbuh Warnamu yang putih suci Harum mu yang semerbak Namun kini semua itu tinggal kenangan Warnamu yang putih suci tinggallah kenangan Harum mu yang semerbak tinggal cerita Hari hari mu yang selalu di naungi awan hitam… Seakan dia tak mau pergi Kini badai menghempas kanmu Di saat kau […]

Anakku – oleh Kutcha

Anakku, setiap kali aku memandangi potretmu aku s’lalu berharap, Bukalah matamu nak.Menangislah, menangislah sekerasnya… Bunda ingin mendengar suaramu.Namun ketika tanganku meyentuh, Kusadari bahwa itu adalah bingkai potretmu yang kupasang tuk menghiasi setiap sudut kamarku. Anakku, ketika aku meratapi di makam kecilmu yang nan putih,aku s’lalu berharap, Bangunlah nak, bunda di sini menunggu dan tak sabar […]

Puisi © 2015 -