Sepertinya Mudah – oleh Ahmad Wafi Irsyad

Lidah ini mulai kelu Perasaan ini seperti benalu Melilit layaknya parasit Hati menyempit tak beda parit Ya, Pahit Kumpulan memori berbingkai waktu Bagimu hanya sampah berdebu Bukan aku suka mengungkit Apadaya hati tak lagi mampu membendung sakit Ya, sulit Sepertinya Mudah – oleh Ahmad Wafi Irsyad Gresik IG : wafiirsyad
Baca puisi selengkapnya…

 

Mimpi dan air mata – oleh Lopita Jayanti

di setiap waktu hanyalah mimpi yang selalu datang dalam hidupku menggelayuti di fikiranku aku tersipu…terdiam….termenung…… dan hatiku berkata kenapa hanyalah mimpi semua ini bukan nyata yang datang hanyalah angan-angan yang membayangiku saja megikuti setiap langkahku tersenyum sementara saat bermimpi dan air mata yang menetes menjadi saksi ketika aku terbuai mimpi dan terlena ternyata angan-angan saja […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hilang Harapan – oleh Yoga Rudi 79

hanya luka dan kecewa yang ku alami sesak diriku melihat kau dengannya di depan mataku sungguh menyiksa tetesan air mata ini hanya jadi cerita dimana lagi ku simpan semua harapan ini disaat ku temui jalan yang tak bertepi seiring redup hati ini selimuti senyummu tak mampu lagi diriku bergerak di sudut sempit ini hanya untaian […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Empat – oleh Chairina Eka P

Empat tahun… Ku kira aku sudah bisa melupakan segalanya Ku kira rasa ini sudah mati dengan sendirinya Ku kira sudah ada penggantinya Ku kira aku tak akan kembali mengingatnya Empat tahun… Hanya sebagai waktu penenang Hanya sebagai fase istirahat Hanya sebagai masa pendamaian Hanya sebagai saat pembiasaan Setelah empat tahun ini Ternyata ku masih memimpikannya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Maya – oleh Ana Ahyana

Tidak sama lagi Semuanya kini bisu Terlihat padat memang Namun dipenuhi maya Candu tidak dapat lepas Bahkan genggamannya makin erat Di bayang cermin sana Kalian berada di ujung tebing Kita terlihat dekat Namun tanganku susah menggapai Aku sedih.. Tapi apalah dayaku Tidak ada jarak dengan kegelapan Aku menangis melihatnya Tiba-tiba.. Senyum kalian runtuh sejenak Dunia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Butiran Khayal – oleh Ulan Fitriani

Kau tahu? Aku terlalu meninggikan pengharapan yang menampakkan kekecewaan Aku tahu itu tidak baik Tapi kamu, selalu membuat penasaran akan gejolak cinta yang kau cipta Aku sering menunggu, memperhatikan waktu detik demi detik yang kau lalui Menghitung derap langkah yang kau torehkan pada setiap jejak-jejak kisahmu Aku berada diselatan, kau pergi ke utara Bukan aku, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Suara hatiku – oleh Zulfianul Insani

Mulailah dengan rindu dari jauh.. Rasa hati di tengah jalan membahagiakan memadamkan kobaran lara lara .. Ketahuilah aku memikirkan ragamu tidak hanya seketika,. Bercumbu dengan bayangmu satu satunya cara memilikimu saat ini.. Maka jangn menafsirkan aku sebagai org lain.buatlah dirimu percaya bhwa kamu slalu mengenalku sepenuhnya.. Mengenal setiap dtk jantungku.. Mengenal rasa hatiku.. Mengenal warna […]
Baca puisi selengkapnya…