Dulu – oleh Dara Ayu

Dulu aku suka menyendiri Itulah kebiasaan yang aku gemari Tenangkan diri Nyamankan hati Terlalu asik dengan segala kesunyian ini Namun kini Kini aku tak bisa sendiri Ketika ku sendiri, aku kan merasa sepi Sebuah pertanda jika kehadiranmu sungguh berarti Kemari Kemarilah kau kemari Jangan tinggalkan aku sendiri Jangan biarkan hatiku merasa sepi Dulu – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terpaku Masa Lalu – oleh Fadya Putri

Aku ingin kembali ke masa, saat aku benci akan menunggu saat aku benci berada disitu di masa terburuk, untuk hari terbaikku aku lelah dengan semua itu, sejalan waktu dan detik berlalu hari taklagi bertemu untuk kita kembali bersatu kau berubah bagai kupu2 bak terbang menjauh tanpa lagi ku tau. tak ada lagi cerita yang berlaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Rindu – oleh Muslimah

Aku rindu… Saat mereka membuatku bangkit jika aku terjatuh. Saat mereka membuatku tertawa jika aku bersedih. Aku rindu… Saat aku menjadi alasan mereka tersenyum dan bahagia. Saat aku menjadi jawaban terbaik atas doa dan harapan mereka. Aku rindu… Jika kalian pergi meninggalkanku. Jika kenangan itu perlahan mulai hilang. Aku rindu.. Ayah dan Ibu.. Pahlawan hebat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan – oleh Lopita Jayanti

mengering sudah bunga di taman merpati putih berarak terbang terbang menerjang angin laut tinggi di awan menghilang di langit yang hitam seperti terpisahnya kamu dan aku sampai kapankah jadinya aku harus melenyapkan semuanya hari-hari terasa tak damai dalam jiwa mengingat kisah kembali mesra kini bayang-bayang yang tertinggal janji berjuta bintang dalam hati pelukan sehangat pagi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bagai Pungguk Merindukan Bulan – oleh Winda Widyasari

Menarik hati bukan sebuah mimpi Kau hadir membei ribuan rindu hati Mengarum menebar pesona mata hati Membuat hati terperosok harapan tak pasti Indah.. Bahkan sangat indah seperti lentera Menerangi siang malam penuh canda tawa Membuai jiwa hingga terpanah asmara Memilikimu yang ku mau Mencium keningmu yang ku tunggu Namun aku tahu Bahwa tak akan lagi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu Dalam Gelap – oleh Ade Irma Safitri Widyasari

Dalam diam ku berdendang sendu dengan seuntai senandung rindu diantara rintihan mengusik kalbu tertindih dalam mengejar waktu detik dalam waktu terus berjalan namun mengapa ini tetap bertahan rinduku untukmu yang terabaikan Tak terbesit olehmu dan angan aku hanya bisa termenung dalam gelap bercumbu bersama rindu ingin menatap rindu ingin mengungkap aku merindumu sangat tetapi hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penantian – oleh Laila Prativa Myranti

Dalam penantian yang semoga tak selamanya Aku selalu berharap Untuk kau merasakan kehadiranku Membalas senyumanku Dan menguatkanku ketika aku nyaris menyerah dalam penantianku Helaan nafas yang tiada henti Kerjapan mata yang tiada berarti Tak pelak hanya untuk menahan pedih Yang selalu ingin muncul namun kupendam dalam-dalam Pada seseorang yang kunantikan kehadirannya, Dari aku di sini […]
Baca puisi selengkapnya…