Rindu Dalam Gelap – oleh Ade Irma Safitri Widyasari

Dalam diam ku berdendang sendu dengan seuntai senandung rindu diantara rintihan mengusik kalbu tertindih dalam mengejar waktu detik dalam waktu terus berjalan namun mengapa ini tetap bertahan rinduku untukmu yang terabaikan Tak terbesit olehmu dan angan aku hanya bisa termenung dalam gelap bercumbu bersama rindu ingin menatap rindu ingin mengungkap aku merindumu sangat tetapi hanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penantian – oleh Laila Prativa Myranti

Dalam penantian yang semoga tak selamanya Aku selalu berharap Untuk kau merasakan kehadiranku Membalas senyumanku Dan menguatkanku ketika aku nyaris menyerah dalam penantianku Helaan nafas yang tiada henti Kerjapan mata yang tiada berarti Tak pelak hanya untuk menahan pedih Yang selalu ingin muncul namun kupendam dalam-dalam Pada seseorang yang kunantikan kehadirannya, Dari aku di sini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masih – oleh Nurul Inayati Hidayat

Masih Dan Aku masih menyimpan rindu Kubungkus dengan baik , tanpa ia mengeluh sepi Aku tau , Ini menyiksa Tapi tidak jika Rindu dengan Doa Menjadi satu dalam harap diatas sajadah sepertiga malam Iyakah kamu pun begitu? Menyimpannya dengan baik ,Sama seperti aku ? Memang rindu itu semakin terasa berjarak , tanpa mengerti rasa ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dimensi yang Kurindu – oleh Ayuk Widarningsih

Kita dipertemukan oleh waktu Pada suatu dimensi yang bernama sekolah Kita lalui duri-duri kehidupan itu bersama Kita lawan penjahat itu dengan percaya Kita lukis pelangi di atas kepala Kita satukan jiwa kekeluargaan dalam dada Keseharian penuh canda serta tawa Menjadikan satu hari bagaikan 3600 detik Hingga pada akhirnya kita dipertemukan Oleh suatu moment yang bernama […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu Mentari – oleh Fanda Ryantaka

Duduk merenung di kesunyian malam Hanya terdengar suara binatang malam Sungguh merdu suaranya Bagaikan iringan sebuah lagu Tapi aku lelah, Ketika mata mulai menyempit Apalah daya ini Aku masih belum bisa tidur Pikiranku kacau Bagaai pecahan kaca Tak ada satu orangpun Aku sendiri Dengan kerinduanku Kepada sang mentari Oh tuhan ijinkanlah aku untuk terlelap sejenak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu (aku, kamu, dan waktu) – oleh Rahmat Maulana Saputra

Bak sebuah penyakit, rindu tumbuh sedikit demi sedikit. Menguasai jiwa yang terlalu menghamba pada rasa. Menyesakan hati yang selalu menanti hari untuk cepat berganti. Rindu yang sudah membelenggu membuat kita memaki waktu dengan dalih terlalu lama menunggu. Tapi semua tidak akan ada yang tetap, karena pada akhirnya rindu pun perlahan akan lenyap, entah dengan pertemuan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rinduku – oleh Irsyadatun Nikmah

Ku pejamkan mata Setiap ku merindukanmu Dengan ku ucap kata “Sayang,, Aku merindukanmu” Apakah kau pernah merinduku?? Pasti tak pernah sekalipun Malam ini bintang-bintang bersinar terang Tapi.. Mengapa semua hanya gelap gulita?? Tak ada pancaran cahaya Apa mungkin karna bintangku tak ada lagi??? Kau bintangku yang telah hilang Dan takkan pernah kembali Ku tak dapat […]
Baca puisi selengkapnya…