Kursi Merah – oleh Reza Fahlevi

Malam terlihat sunyi dari tatapan mata Kemunafikan yang berlangsung ribuan tahun begitu nyata Izinkan negeri ini untuk bercerita Yang sedang duduk bersama kursi merahnya Malam yang layaknya siang Di sana para iblis siap berpesta Dan pelacur-pelacur yang datang Di waktu tepat untuk menggoda Berdansa bersama para pendosa Hebat… semua bergoncang, semuan bergoyang, semua riang Tapi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berhenti sejenak – oleh Ainosaliefa

sudah lama kita terjebak yang terlihat hanya itu dan itu saja tidak bisa kupaksa kamu untuk melangkah ke depan karena akupun masih ragu dan bimbang tapi akupun tidak mau terus terjebak disini terkurung diantara dosa-dosa yang ada maaf jika aku mengakhiri secara sepihak bukan karena aku membencimu bukan pula karena tidak ada rasa padamu tapi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bintang – oleh Angel Septianingsih

Ketika sang surya mulai tenggelam Menyinari terang Padang Ilalang Dengan dercikan air yang jatuh di bebatuan Perlahan rembulan datang bersinar Di temani kilaunya bintang Tampak indah engkau diatas Aku ingin menggapaimu Namun tak mungkin kan sampai Cahaya Kerlap kerlip mu membuat takjub setiap insan melihatmu.. Bintang andaikan aku bisa memetikmu Beribu terimakasih kan kuucapkan Namun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasih Apa Kabar mu? – oleh Patricia

Hai kasih apa kabar mu? Ku harap kabar mu baik – baik saja Kasih taukah kamu, bagaimana kabar ku? Disini aku merana seorang diri Menantikan dirimu kembali Kasih apa kabar mu? Bisakah kau tersenyum hari ini Atau sama seperti diriku Hanya bisa memasang senyum kepalsuan Kasih… Oh kasih… Apa kau bahagia bersamanya? Jika tidak kembali […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kabut asap – oleh Putri Ca

Kenapa?? Kenapa bgitu banyak kabut asap?? Hampir,,, seluruh kota di INdonesia Ini sangat tidak menyenangkan Kenapa?? Kenapa ini bisa terjadi?? Kenapa??? Ini terjadi karena ulah manusia Manusia yg tidak bersyukur Yg menebang,membakar hutan secara liar Seharusnya kita bersyukur Atas kenyamanan yg diberinya Dan harusnya kita malu mendapat kritikan negara tetangga Yg sangat berterima kasih Atas […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Keindahan – oleh Husnul Abid

Pukul sepuluh pagi Meski hari masih muda Bayang-bayang telah menjadi lisut Unggas kecil mencari matahari dari celah-celah daun Membiarkan garis-garis cahaya memanasi birahi hingga tanak seperti nasi Beberapa yang terdengar bernyanyian, akan pacaran dan kawin di musim ini Seperti sepasang mungil yang berdada putih itu Yang jantan bermental coklat tua Yang betina coklat muda Aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak Nusantara Sejuta Pesona – oleh Yunita Nurul Aeni

Terbentang di Bumi Nusantara Gugusan pulau tajuk Indonesia Tersebar luas penuh budaya Dalam semboyan nyata, kau sebut “Bhineka Tunggal Ika” Inilah negeri sejuta surga Kaya budaya, suku, bahasa Terpatri dalam bingkai kebersamaan Terpaku dalam keramah – tamahan Inilah negeri sejuta ekspresi Terpancar indah dalam eloknya seni Tergores lembut oleh lentik jemari Mengalun merdu dalam nuansa […]
Baca puisi selengkapnya…