Guruku sang cahayaku – oleh Dion apriandi

Gemerlapan bintang dilangit Bagai kiasan fatamorgana Curahan hati dan pikiran Senyuman indah bak taman surga Guruku sang cahayaku….. Terangi mimpi khayalku Warnai semangatku Penyemangat untuk hari esok Jiwamu selalu kau abdikan Untuk para muridmu tersayang Tak pernah mengenal waktu Tuk ciptakan motivasi baru Guruku sang cahayaku….. Kau adalah lentera dijalan yang sunyi Kompas arah menuju […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jambore Nasional, Ayo! – oleh Najwa Futhana Ramadhani

Pramukaku untuk satu, Indonesiaku yang maju. Pramukaku untuk satu, Negeriku yang sejahtera nan abadi dalam sejarah waktu Kutorehkan di atas secarik kertas, Kutumpahkan semua berisikan azas, Begitu putih mirip kanvas, Walau tak seindah lafadzh. Hari yang bersejarah, Untuk Pramukaku terarah Kami pemuda-pemudi Pancasila, Hendak menuju Jambore Nasional kebanggaannya Dharmaku satu, Untukku dan negaraku Tri satyaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lilin Kegelapan – oleh Dila Basyarahil

Titik air menitik Berbaris jarum jam berdetik Tak henti dalam putaran waktu Menembus masuk roda itu Menjadi pilar generasi penerus Bermuara menjelma sebagai arus Berbaris di tengah tangisan pertiwi Tak buat henti langkahkan kaki Ku akan jadi lilin di tengah kegelapan Wahai sang guruku Tuntunlah aku menjadi aku Jasamu tak tampak mata Berwujud dalam hati […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebatang kapur – oleh Iroh Rohmawati

Deretan deretan bangku tanpa kedua kaki tetap berdiri meski tidak mampu berdiri tegak Suara lantang terus kau keluarkan sampai mengusir tikus tikus kemalasan diotak kami Tanpa mengenal lelah kau terus mendidik kami Meski keringat bercucuran dan gaji tak seberapa dibandingkan gaji para aparatur aparatur negara yang tidak adil Guru Nama yang akan selalu dikenang sepanjang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Guruku pelitaku – oleh Rizki Alysa

Guruku pelitaku dihidup ku yang gelap gulita kau pancarkan seribu cahaya kau bagi2kan ilmu pda kami kami yang tak tahu di arti karnamu kami bisa menulis dan membaca karnamu kami jadi tau beraneka macam ilmu guru.. Kau adalah bah pelita penerang dalam gulita jasamu tiada tara.. Jika ku bisa kan ku petik bintang sbagai tanda […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ode Penebusan – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Tatkala dunia terlena dalam buaian, memejamkan kedua mata, tergeligir keacuhan, dan tergerogoti amnesia, tentang makna mengajarkan cara menata kehidupan, tanpa mengharapkan seperak pun imbalan. Dirimu hadir laksana kerlipan cahaya bintang yang menghiasi kegelapan malam, selepas senja terpejam, menanggalkan belenggu keletihan. Setangkai petuah, serta amanat yang kau tanamkan, terdengar syahdu bagai dendangan selantun lagu, mengiringi tarian […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pengabdian – oleh Roosmilarsih

Sribu rintangan adalah cambuk perjuangan Sejuta pengabdian bagai emas yang kita tanam Sedih, suka adalah tangga, untuk kita sampai ke puncak kesuksesan Menjadi sosok dengan satu kepribadian yang tak goyah oleh selembar surat keputusan Pengabdian, waktu terus berjalan tak ada beda Tanggal yang berlalu dan menjelang tak beri kepastian Hanya tugas dan segudang kewajiban Yang […]
Baca puisi selengkapnya…