Ayah – oleh Hasidah

Daku rindu terhadapmu Rindu hangatnya genggaman tanganmu Rindu canda gurauanmu Juga rindu omelan dan nasihatmu Receh demi receh kau kumpulkan Rasa sakit juga kau abaikan Beratnya beban yang kau rasakan Menafkahi aku juga anak dan istrimu Merasa dekat denganmu Sungguh aku menginginkannya Ayahku sayang.. Tengoklah daku.. Daku ingin perhatian Daku ingin kasih sayang Dakh ingin […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pangeran terlupa – oleh Tiara Khoirun Nisa

Tak berkuda putih Tak memaki mahkota Berpeluh keringat Diseka oleh tangan lusuh Berhari tak kenal waktu Menutup kalut yang berlabuh Walau terus menusuk kalbu Menangis aku dibuatnya Membanting tulang demi kekokohan Melupa akan teriknya surya Berjuang tak pantang lelah Dia itu pangeran Pangeran terlupa Tak disadari tempatnya Dia memang tak berkuda Tapi jiwanya sungguh perkasa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terima Kasih Ayah – oleh Khotimatul Khusna

Kau slalu menjagaku. Penuh dengan kasih sayangmu. Kau slalu turuti. Apa semua yang ku mau dan ku ingin. Kau slalu melakukan banyak cara. Hanya untuk melihat buah hatimu kembali ceria. Ayah… Ma’afkan aku. Ma’afkan anakmu ini. Atas semua kesalahan yang telah kulakukan. Ayah… Kau slalu tegar saat dihadapanku. Kau slalu tersenyum saat bersamaku. Kau lakukan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ayah – oleh Veronica Putri

Dia orang yang selalu bersama ku Dia yang sealu menemani ku Dia yang selalu menghiburku Dia yang selalu memarahi ku ketika aku berbuat salh Dia orang yang mengajarkan berbagai hal Dia orang yang selalu mendukungku Dia orang yang tak pernah lelah memberiku nasihat Dia orang yang mengajarkan ku untuk mandiri mandiri dan mandiri Dia orang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dialah Ayahku – oleh Anggun Puspa Regita

Dalam lamunku Ada satu nama yang sedang mengerogoti fikiranku Mataaku bak dicacah rindu Jiwaku remuk tertusuk dinginnya angin malam Yang ku ingat Dia tidak melahirkanku Namun darahnya mengalir dalam tubuhku Dia tidak juga menyusuiku Namun dari setiap tetes keringatnya aku bisa meminum susu Hampir tidak pernah dia memelukku Atau bahkan mencium pipiku Sesekali aku berfikir […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terima Kasih – oleh Kurnia Habibah

Saat air hujan membasahi dunia Rintik-rintiknya berirama Menyuburkan daerah yang gersang Mengalir lembut tanpa melukai Seperti itulah engkau, ayah Yang senantiasa menjadi penguat perjalananku Tak pernah menjauh dari apapun keadaanku Berusaha yang terbaik untukku Mendidik tanpa melukai Menyayangi tanpa syarat Mengajariku indahnya bersyukur Menyadarkanku mulianya ikatan persaudaraan Dan kini Saat aku mulai dewasa Ijinkan aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Yang Berjiwa Tegar – oleh Kurnia Habibah

Bagiku Engkau penawar sesal di arena luas Memberi dengan cinta Hidup untuk kami Berjuang untuk keluarga Selalu terpatri dalam hati Perjuanganmu yang penuh arti Bangga diri ini dititipkan padamu ayah Senyummu di hadapan kami Merubah segala payah Terimakasih ayah Akan ku jaga kebanggaanmu padaku Hingga tiba saat anakmu tumbuh dewasa Engkau berbesar hati melepasnya Menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…