Mimpi – oleh Addini Safitri

Di kejauhan, kulihat sesuatu yang sulit untuk kugapai Sesuatu yang sangat indah, jika terlihat dari jauh Dan dari dekat Di kejauhan, saat kulihat keinginan yang tidak memiliki kesempatan Dan kesempatan yang tidak diiringi keinginan Hingga kesempatan dan keinginan akan bersatu Rasanya ku ingin berteriak aaa…. Dan berkata “aku ingin kesana” Berteriak lagi aaa…. Dan berkata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasihku – oleh Leonardo Masus Turnip

Oh kasihku, kau enggan pergi? Pergilah, biarkan aku disini Aku enggan dinanti Aku enggan menanti Berkelanalah Tumpah ruahkan seisi semesta Pergilah Biar aku merana Utaskan janjimu kasihku Kelak kita bertemu Dipersemaian waktu Keabadian yang khusu Biarkan aku merana Biarkan kau pun merana Akan ada jumpa Menghanyutkan luka Antara kita Oh kasihku . . . Kasihku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Andai – oleh Dea Listia

Cinta yang terlalu dalam tak pernah sanggup ku genggam sebabkan perih mendalam saat kau pergi tinggalkan Sesal ku tiada arti yang ku harap takkan jadi andai mampu ulang waktu kuingin kau bersamaku Andai aku mampu membuat satu harapan kuingin kau kembali padaku temani aku seperti dulu Meski aku tau kau takkan mungkin kembali beri sedikit […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepadamu sipemberi harapan – oleh Audrey Ocha zabela

Hati yang telah rapuh ini kembali kau titipkan harapan. Bersama dengan senyum lebarmu yang meyakinkan. Dan ku pun telah gantungkan harapan besar kepadamu. Bersama pahitnya kenyataan yang harus kuterima. Kau jadikan ku bak mainan Yang kau mainkan saat kau bosan Dan kau tinggalkan pergi Saat ada mainan baru Begitupula aku Yang kau berikan harapan begitu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kekecewaan – oleh Ani Reigiftina

Dingin dan sepinya malam seakan masuk ke dalam jiwa ,,, menyayat kalbu yang tengah gelisah,, perasaan yang semula tegar , seakan padam di hantam ombak kekecewaan…. Kau lukai hatiku , kau padamkan rasaku , Kau hancurkan hidupku , Dengan semua sikapmu …. Dalam hening aku menangis , Dalam sunyi aku bertanya ,, salahkah aku mencintainya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Resah – oleh Yanti Prawatie

Ku tantang teriknya matahari Gontai ayunan langkah kaki Tetesan keringat mengucur basahi pipi Tak ku perduli. Terngiang teriakan mengoyak hati Bulir-bulir air mata tiada henti Ingin terus berlari Jauh dari kenyataan ini. Resah… Menuntun langkah tanpa pasti Menguak luka hati kembali Membakar emosi jiwa ini. Resah membelenggu seluruh ragaku kini. Resah – oleh Yanti Prawatie […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jam Pasir – oleh Siti Khodijah

Awan kelabu penuhi langit nan membiru… Seperti diriku yang bermuram kala itu… Gemericik deras hujan penuhi ruang suara… Bagai deras bulir mataku saat mengingatnya… Bisakah waktu mengulang kembali… Bukan hanya harta dan rupa… Namun kasih utuh saat bersama… Bukan intan permata yang berjaya… Tapi tawa canda yang terabaikan… Detik kian detik terus berlari… Larut hanyut […]
Baca puisi selengkapnya…