Masa Itu – oleh Asri Nur Lestari

Kala itu aku mengingatnya Akan kenangan masa itu Tentang kisah tentang kita Akan masa terindah putih abu-abu Jarak ini pisahkan kita Pisahkan raga yang dahulu bersama Jarak ini jauhkan kita Jauhkan canda tawa kita bersama Tahukah kalian, rasa tersiksa akan rindu? Akan perjumpaan yang tiada kunjung nyata Akan sapaan dari sahabatku Akan ledekan celotehan tentang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ikatan Diantara Kami – oleh Asri Nur Lestari

Ini bukan tentang berapa lama kami bersama Atau bukan mengenai seberapa banyak apa yang telah kami berikan Tetapi ini mengenai kehidupan Telah mengambil beberapa tempat penting kehidupan kami Ya, kehidupan kami Ini bukan tentang seberapa kuat ikatan kami Atau seberapa mampu kami untuk berdiri Namun ini mengenai kalimat-Nya Doa Robithoh dalam sujud kami Sebagai pengikat […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Setangkai Asa Tuk Kembali Bersama – oleh Noni Fitriyani

Sahabatku kembali meringis Menahan segala agresi vertigonya Siklus kebahagiaannyapun tersendat Tertawan oleh rasa sakit yang tak terhingga Sudah, cukup! Jangan lagi menangis, sobat! Ahh, kau masih saja menjatuhkan mutiara itu Bangkitlah! Lekas kau siram bunga asamu Jangan biarkan dia layu Dan meninggalkanmu seorang diri di atas anjung kepedihan Setangkai Asa Tuk Kembali Bersama – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perjumpaan – oleh Darwanto

Gerimis memisahkan debu-debu di jalan menetesi dan membasahi dedaunan kita telah jadikan hari-hari sebagai langit tinggi dan menjadikan gerimis itu turun di jalanan ini kita telah jadikan hari-hari sebagai dedaunan yang menyerap cahaya dan di terpa gerimis itu dari awan-awan hari ini siang memisahkan keceriaan juni jangan lupakan perjumpaan kita disini Perjumpaan – oleh Darwanto […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sahabatku telah pergi – oleh Rifai Yasir

Dibukit bertanah merah itu engkau dibaringkan, berselimutkan lembaran kain putih yang kusebut kafan, bertemankan rerumputan dan pohon kamboja, dikelilingi rimbunnya pohon pisang juga semak ilalang, dua batang pohon tinggi sejengkal sebagai tanda, sekarang kau berada dialam yang baka, assalamu’alaikum sobat, dihari yang ke seribu sekian setelah kejadian itu menimpamu, baru pertama kali ini aku mengunjungimu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kawan, Sobat Duniaku – oleh Maharani Nadia Andarini

Kala ku terdiam seribu bahasa Kau hadir bak malaikat kesenangan Kau datang sebagai penawar luka Kau berikan secercah harapan Ditengah keputusasaan Kuingin kau dengar… Mendengar segala gelisahku Jiwaku yang terkekang… Dari sedih yang menajam karam Wahai sobat karibku… Tahulah bagaimana daku Tak sanggup hidup tanpamu Entah racun apa yang merasuk jiwaku Tetap aku tak sanggup […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sore Tenggelam – oleh Ari Ghi

Sekelumit canda tawa kita benamkan di senja, Kala rona keemasan membentuk keindahannya sendiri. Mega adalah lukisan alam yg dipersembahkan untuk kita sahabat. Untuk kita abadikan dalam kenangan kala perpisahan menjumpai kita. Engkau yang sudah tak lagi kulihat senyumnya, Kini kulihat senyummu di bawah terbenamnya mentari. Dan canda tawa kita, Telah jadi bintang. Menghiasi segenap gelap […]
Baca puisi selengkapnya…