Sahabatku telah pergi – oleh Rifai Yasir

Dibukit bertanah merah itu engkau dibaringkan, berselimutkan lembaran kain putih yang kusebut kafan, bertemankan rerumputan dan pohon kamboja, dikelilingi rimbunnya pohon pisang juga semak ilalang, dua batang pohon tinggi sejengkal sebagai tanda, sekarang kau berada dialam yang baka, assalamu’alaikum sobat, dihari yang ke seribu sekian setelah kejadian itu menimpamu, baru pertama kali ini aku mengunjungimu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kawan, Sobat Duniaku – oleh Maharani Nadia Andarini

Kala ku terdiam seribu bahasa Kau hadir bak malaikat kesenangan Kau datang sebagai penawar luka Kau berikan secercah harapan Ditengah keputusasaan Kuingin kau dengar… Mendengar segala gelisahku Jiwaku yang terkekang… Dari sedih yang menajam karam Wahai sobat karibku… Tahulah bagaimana daku Tak sanggup hidup tanpamu Entah racun apa yang merasuk jiwaku Tetap aku tak sanggup […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sore Tenggelam – oleh Ari Ghi

Sekelumit canda tawa kita benamkan di senja, Kala rona keemasan membentuk keindahannya sendiri. Mega adalah lukisan alam yg dipersembahkan untuk kita sahabat. Untuk kita abadikan dalam kenangan kala perpisahan menjumpai kita. Engkau yang sudah tak lagi kulihat senyumnya, Kini kulihat senyummu di bawah terbenamnya mentari. Dan canda tawa kita, Telah jadi bintang. Menghiasi segenap gelap […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Surat buat Sahabat – oleh Putri Paupid

Sahabat…. Terkadang aku curhat, Curhat karna beban di hati yang berat. Berat karna hatiku sedang tak sehat, Berat karna jalan pikiranku tersumbat. Sahabat….. Disaat aku curhat, Ucapan terlepas mengikuti hasrat. Emosiku tak sesuai Kalimat, Semoga kamu tak merasa penat. Sahabat, Semoga kebaikan Allah kamu dapat, Kebaikan yang berlipat-lipat Kebaikan yang sampai di akhirat. Terima kasih […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Arti Keadilan Hatiku – oleh Ikke Nur Vita Sari

Sifat atau perbuatan yang adil dalam hidupku Tlah tertanam sebelum hadirnya bayanganmu Saat senyummu merekah dan menyadarkan lamunanku Aku mengerti makna penting keadilan hatiku Thomas Hobbes hanya mampu berjanji Belum mampu ia memberikan bukti Plato hanya memiliki dua keadilan Moral dan Prosedural yang ia tunjukkan Bahkan Aristoteles hanya mampu patuh terhadap hukum Tidak seperti hatiku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masih ingatkah ? – oleh Marzuki Anggara

Aku masih mengingatnya kawan. Semuanya… Bagaimana merah padam nya muka mu ketika kalah main kelereng dulu. Pun dengan sumringah nya senyum mu ketika menyambut pagi di hari minggu. Atau tentang betapa sering nya kita mendapat hukuman dari guru Bagaimana denganmu kawan..? Masihkah kau ingat masa-masa itu. masa ceria nan bahagia. Di mana hanya senyum ikhlas […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Biarkan aku pergi – oleh Yakup Rahmat Siregar

Sahabat bilamana kau tau isi hati yg ku pendam itu munkin akan ada pertimbangan bagimu untuk mengatakan sesuatu tp itu mungkin suatu kesalahanku karena semua kupendam dan tak penah ku ungkapkan tp bekas dalam hatiku telah lama ku hapuskan kawan biarlah jiwa ini yg menahan sakitnya penderitaan jujur aku merindukanmu kawan aku maafkan itu semua […]
Baca puisi selengkapnya…