Kisah Lalu – oleh Ruli

Kutulis rasa sendu yang ada di kalbu Bersama pilu dan rasa ingin tahu Mencoba mencari kisah yang lalu Sebuah kisah yang tertutup debu Lama mencari lama menanti Tapi langkahku tak kan terhenti Semua jarak yang tak menentu Buat angin lelah dan membiarkanku Kisah mu tertutup debu Semua mulut membisu Semua telinga pun tuli Semuanya diam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menanti datangnya kasih – oleh Ivo Chaterina

Kasih yang selalu hinggap di hati Dan tak pernah tergantikan Walau belasan purnama berlalu Terkurung dalam bingkaian waktu Namun… Bayangmu pun tak ada Senyummu pun tak tampak Ku nanti dan terus ku nanti Ku tunggu dan terus ku tunggu Karna Ku yakin Cinta ku abadi untuk mu. Menanti datangnya kasih – oleh Ivo Chaterina ‘Ivo […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Untuk si putri bungsu – oleh Hery Paju

Lorong waktu kembali mengukir Tentang sebuah kisah Tentang rasa yang tersisa Di antara kita berdua Di saat kita masih bersama Berdiri menatap senja Memupuk kisah-kisa cinta Di atas lipatan cahaya Di tengah riuhnya sabda Ku haturkan semua rasa Untuk sebuah nama Yang ku pendam di dalam dada Dan kini aku di tinggal pergi Hanya hati […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu yang menyiksaku – oleh Hery Paju

Merindukanmu serasa bagaikan luka Menantimu sungguh menyiksa Ku tak bisa menahan rasa sepi ini Jarak yang membentang membuatku terlena Seandainya engkau tau Ku menantimu sungguh meretas waktu Sendiri ku di sini rasanya hampa Ku tak mau kau hadir di dalam mimpi Ku tak relah kau jauh di sana Karena hatiku ingin kau itu nyata Hadir […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sabda Rindu – oleh Leonardo Masus Turnip

Rinduku tak tertahan lagi Menantikan kehadiranmu Rinduku selalu merintih Memanggil-manggil nama mu Rinduku begitu kuat Tak terbendung Semakin kuat Semakin tak terbendung Semakin aku merindu padamu Semakin merintih tubuh ini Semakin merintih Semakin sakit menusuk hati Angin sampaikan rindu ini Hantarkan sang rindu padanya Hembuskan melalui semilirmu Biar dia merasakan rindu yang tak terbendung Sabda […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ketukan pintu terakhir – oleh Sultan Agung Budisyah

Siul angin untuk rembulan Aku tahu mentari tak tau Langkah kecil seorang perempuan Berhenti…hangat di-sisimu Sejak itu.. isak rindu menyelimutiku Aku ingin, namun tak mungkin Aku bermimpi, tapi tak akan terjadi Hanya satu pintaku dewi Jaga dirinya untukku dia tampan, dia gagah … mengerti? Kamu hanya mau tau! kamu tidak pernah peduli! Kalbu ini hampa! […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Salam Hampa – oleh Ailla Lavigne

Salam dari dunia mimpi Yang terombang ambing oleh ruang dan waktu Dingin dan hampa memeluk kalbu Sehampa ketika kucoba buka lagi kedua mataku Setelah sekian lama aku tertidur Salam dari dunia mimpi Yang dingin seolah mengacuhkanku Menampar, seolah menekankan kepadaku Bahwa kini peranku fana Entah, aku tak sanggup lagi berkata Salam Hampa – oleh Ailla […]
Baca puisi selengkapnya…