Janji Putih – oleh Yanti Prawatie

Jari jari ini menangis seraya menjatuhkan aksara keatas kertas putih ini Janji putih kuukir disini Keteguhan hati kutancapkan kebumi Kutegar berdiri dan berjanji Kufahami arti kalimat yang kau beri Kutelusuri jejak hati yang kau curi Sungguh… Tak ada yang bisa mengganti Posisimu dalam hati Karna cinta yang terpatri Kuatkan kasih suci Walau… Kau bilang janji […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menangislah – oleh Siti Patimah

Butiran air mata yang terus mengalir Tanpa henti-hentinya kamu mengusap Seakan-akan kamu melarang tangisan Yang tidak memiliki salah dan dosa Padahal tangisannya pada dirimu sendiri Maka ku harus peringatkan kepadamu Biarlah air matamu mengalir deras Walaupun sulit sekali untuk berhenti Karena tetesan air mata itu ingin bebas Yang tidak pernah kamu mengerti Sesungguhnya …. Di […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Acuhkan saja – oleh Ryan Syah

Genderang – genderang berbunyi di jalanan. Acuhkan saja. Suara – suara berteriak berhamburan. Acuhkan saja. Keringat berhamburan ditanah air beta. Acuhkan saja. Tutup semua mulutmu, tutup semua kamera mu. Semua baik – baik saja. Suara semakin lantang. Acuhkan saja. Keringat menganak sungai. Acuhkan saja. Takbir menggema berserakan. Acuhkan saja. Tutup semua mulutmu, tutup semua kamera […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pesan untukku – oleh Iyi Kodariah

Senja terus kembali datang Kenyamananpun selalu hadir bersamanya Seakan mengingatkanku pada hal kemarin Hal luar biasa yang tak kusadari keberadaannya Selalu saja semuanya membuatku bungkam Seakan kenyataan berkata padaku Aku telah terkalahkan oleh diriku sendiri Namun dunia pun ikut menyampaikan pesannya untukku Aku bisa berlari di dalamnya dimanapun aku mau Kecuali satu hal Keabadian tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Skema kehidupan – oleh Lusi Hanasari

Hidup itu seperti mendaki gunung Kau harus berjuang mencapai puncak Meski tubuhmu harus bertarung Dengan batu-batu tajam menghujam Hidup itu seperti peselancar Kau harus berjuang menakhlukkan Gemuruh ombak yang menghempas Meski kau harus tenggelam Dan selancarmu terlempar membentur karang Hidup itu seperti berdarma wisata Ada suka duka canda dan bahagia Perasaanmu akan merasakan berbagai gejolak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Diam – oleh Yanti Prawatie

Rangkul erat mentari pagi Tinggalkan temaram cahaya rembulan semalam Kais sisa-sisa mimpi Ikat menjadi gunungan asa Diam… Bersimpuh dalam do’a Harapkan datang dentuman ria Pecahkan sunyi pagi ini Hembusan sang bayu gelitik naluri Coba ayunkan hati ini Hempaskan kebisuan diri Diam… Mencari arti sayatan kecil dihati ini. Diam – oleh Yanti Prawatie Pontianak Kalbar
Baca puisi selengkapnya…