Pesan Untuk Suami – oleh Prina Yelly

Mataku, matamu, dan mata hati kita.. Mataku melihat mata hatimu Mataku melihat keindahan dalam mata hati cintamu jika dulu ada kisah roman Romeo dan Julie dengan kisah cinta dunianya aku ingin mengukir kisah cinta kita seperti habibi dan habibah cintaku menginginkan bidadari di surgamu cintaku menginginkan wewangian di surgamu cintaku menginginkan kemuliaan di duniamu ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Titik Nol – oleh Dwi C Ardiantoro

Malam ini kenapa sepi dan dingin ? Padahal tiada serang sang angin Ah berganti panas Padahal tiada matahari mengganas Oh ya ! aku lupa Malam ini kau padam kan lampu Pintu pun kau tutup, pantas panas ! Jangan pernah lagi kau buka pintunya Apalagi kau nyalakan lampunya Biar begini Biar sepi Biar mati Jangan takut […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kesederhanaan ? – oleh Aries windarto

Kesederhanaan dipertanyakan.. Diperdebatkan, dipertentangkan.. Seperti kajian Obyektif pasaran.. Manusia linglung mengartikan.. Kemarin Semakin jauh dari kata yakin Kesederhaan lilin.. Singa di kepala berontak.. Mendobrak.. Mendepak Tengkorak.. Alih fungsi dari kesederhanaan pribadi.. Membatasi kesederhanaan murni.. Kesederhanaan dibalut mobil mewah.. Diskon diskon murah.. Kaum berdasi dan berkerah.. Kita sudah lelah… Kesederhanaan dari kata sederhana dipandang sesederhana menyederhanakan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pendidik Yang Tak Di Hargai – oleh Erwin Gunawan

Ibarat batu terhempas Ditendang tanpa puas Menghiba keadilan Tanpa berpihak Hujan deras Panas pekat Tak menghalang Semangatnya Yang tetap utuh tertanam Tak harap imbalan Hanya butuh respon Memberi stimulus Kicauan hancur Tekad kuat Patah dengan keadaan Hanya diam Dan menggangguk Mana pendidik yang di hargai Yang disanjung Kini musnah Tanpa bekas Pendidik Yang Tak Di […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak ‘Milik Kami’ – oleh Yekti Migunani

Indonesia adalah milik kami Termasuk darat dan laut nya Setidaknya begitu Sebelum pulau-pulau mulai dijual Indonesia adalah milik kami termasuk sumber daya alam dan manusianya Setidaknya begitu Sebelum saham asing menguasai tambang Sebelum tenaga asing lebih dipekerjakan Indonesia adalah milik kami Termasuk pangsa pasarnya Setidaknya begitu Sebelum barang impor lebih menguasai Indonesia adalah milik kami […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kambing hitammu – oleh Rachmat Saputra

kau beri kepercayaan kau beri jabatan seolah raja bangsawan rupa elok hartawan memang jamuan kekayaan singgasana kerajaan kambing hitam diberi makan menjadi sembahan hari qur’ban para penjilat lidah menjerat aku seperti sampah menjijikan penuh ludah sungguh memalukan aku sang kambing hitammu yang tak bersalah menanggung malu itu semua karna jamuanmu untuk besilat lidah dari dosamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dunia yang terbatasi – oleh Achmed Faiz Yudha Siregar

Saat ini aku mengamati di keramaian yang bagaikan sepi Bukan berarti aku tidak bersosialisasi tetapi banyak orang orang yang sibuk sendiri Sekelilingnya seolah hanya tepi Tepi yang membatasi untuk berinteraksi Yang hanya memikirkan diri sendiri teknologi yang membutakan hati Saat orang hanya bisa menatap ke tepi Yang bisa membuat orang tidak peduli Sekaranglah saatnya untuk […]
Baca puisi selengkapnya…