Biarlah – oleh Asri Nur Lestari

Biarlah tiada mengerti Jalan lurus jauh didepan Tergaris untuk dilalui Biarlah kesulitan ini dinikmati dengan ikhlas Biarlah semua menjadi biar Hingga suatu hari bisa terukir senyum bahagia disisinya Aku bukan sang pandai mengukir bahagia Namun, semoga Allah izinkan Akan ku ubah duniamu, sulitmu dan sedihmu Allah sedang kuatkan pondasi hati ini Menjadi manusia tanpa keluh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pembalasan – oleh Apep Wahyudin

Ketika kau menghardikku, Akan kutulis sebuah puisi Ketika kau menginjak lafad namaku, Akan kutulis puisi kedua Ketika kau menuduhku sebagai pemabuk sinting, gila, doyan bermimpi dan berhalusinasi, Akan kutulis puisi ketiga Ketika kau mengganggu singgasanaku, mengoyak kursi malasku dan mengotori istanaku, Akan kutulis puisi selanjutnya Suatu saat, Akan kubaca puisi ini di depan nisanmu. Pembalasan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Seumpama Aku Lumut – oleh Refi Sukma

Seumpama aku lumut.. Aku yang menggantung di tubuh mu Kau bawa aku tidur dengan muak Semupama aku lumut Aku yang mengikis kulitmu Kau beralih cantik bak bunga yang harum Hingga seseorang menyingkirkan ku Seumpama aku lumut Kan ku sebar biji biji penghancur untukmu Sampai layu tak sanggup berdiri Hingga mati tak mampu kembali Bercabang dua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pengemis Tua – oleh Ulvany Rahma Sari

Dibawah teriknya panas Kau bersimpuh Dengan empat roda kau berjalan Dengan satu kaleng kau meminta Dengan sabar Tulus Dan dengan pulau tengah yang berbunyi Engkau menunggu Supaya beris penuh Oh, pengemis tua Sungguh berat perjuangan hidupmu Dari pagi hingga petang Kau bersimpuh Daerah gelisah ditepi jalan Menjalani roda kehidupan Pengemis Tua – oleh Ulvany Rahma […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Gerimis Yang Mengundang Pelangi – oleh Wiliana Andafis

Badai kecil melayup-layup Menyentuh persendian Dinginnya pegunungan Telah bermuara didalam jiwa-jiwa yang rapuh Hujan dan mendung Saling berirama menghiasi disepanjang hari Namun,,, Hati tetap menatap langit Dan berharap mentari mucul Menghangatkan pertiwi Masih ada bayang-bayang senyuman itu kawand Untuk membayangi hari-hari Mencari reski dibumi Illahi Dan mereka percaya Akan ada pelangi Yang datang Karna gerimis […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Indonesia Bertanya? – oleh Maulisa

Apa kata negriku? Dahulu negriku bertumpahkan darah Perlawanan dalam peperangan Kemengan digenggam oleh negriku Tidakkah kau tahu rakyat? Pahlawan berkorban untuk negriku Jika kau tumpahkan darah Negriku akan berteriak dalam rembulan Negriku tak tahu apa-apa Kini negriku dilanda kejahatan Narkoba,korupsi,pencuri,pembunuhan Telah menghantui rasa takut negriku Renungkan wahai rakyat Pahlawan bertaruh nyawa untuk negriku Kemerdekaan,kehormatan akan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Puisi Kemenangan – oleh Wiliana Andafis

Jauhnya jarak dari area impian Tak memadamkan sebuah impian Keadaan yang kau rasakan Janganlah menyurutkan langkah Tangguh dan banyaknya hambatan Jangan menjauhkanmu dari area impianmu Tetaplah berdiri Melangkah Dan bahkan berlari Area impian tempat menguji kekuatan Kesabaran dan membuktikan Bahwa kau layak menjadi pemenang Kini Ketika hati telah memilih Jutaan rintangan akan terhadang Dan impian […]
Baca puisi selengkapnya…