Bersama – oleh Novia Dwi Ananda

Mari kita melangkah bersama Bergandeng tangan erat Mengikuti irama detak waktu Detak waktu yang terus berputar Mari kita berlari bersama Sejajarkan langkah dengan rapi Mengikuti roda zaman Zaman yang terus bergulir Satukan hati Satukan tekad Yakin kita kan bisa Yakin kita kan sampai tujuan Bersama memang indah bukan Bersama – oleh Novia Dwi Ananda Kalimatan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu yang terhenti – oleh Ida Ismara

Hingga masa pun berlalu Sang takdir membawaku pergi Kepedihan masih melekat di jiwaku Aku pendam di lubuk hati Untaian peristiwa datang mengganggu Berulang kali mengusik diri Menoreh luka yang mulai beku Yang tak ingin ku ingat lagi Tangisanku belum terhenti Saat segalanya telah berlalu Kesedihan hiasi mimpi Jadi belenggu disetiap langkahku Rasaku yang dahulu berkecamuk […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Takan jatuh lagi – oleh Regine Ratu S.

Pergi tuk awali hari aku pagi Dan berlari kusiap melangkah walau harus terjatuh meski letih tuk berdiri Aku tak ingin terjatuh lagi Takakan ku biarkan terhenti melangkah disini Kuingin kau mekihatmu terbang tinggi sepert merpati putih Kuingin kau melihatmu bersinar bagai mentari demi orang ku kasihi danku cintai untukmu yang mengejar mimpi dan cita-citamu Takakan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ingin bermakna – oleh Hanief Purnomosidhi Nugroho

seringai hari ini bodoh ku tak tahu harus melangkah kemana ku harus melanjutkan fikiran mengering dan buntu jalan vertikal hilanglah dari kehidupan harus melangkah dan keluar mencari hal baru yang menginspirasi merangsang libido kreatif keluar dari lubang mandul ini aku khawatir dengan semua ini mereka mengikuti jalan yang telah ada ini tak bisakah kau keluar […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pengejar Mimpi – oleh Reza Fahlevi

Hari-harinya dilalui dengan sangat berat Setiap pagi ia bangun dari tidur dengan rasa optimis di hatinya Bahwa ia bisa melewatinya dengan baik Ia memiliki teman, bahkan banyak Namun kau tidak akan pernah tahu bagaimana perasaannya Ia hidup dengan sangat susah, Rela keluar dari kampungnya dan mencari ilmu di kota Meninggalkan sang ibu demi membanggakannya. Terkadang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mahligai – oleh Ida Ismara

Berjibaku dalam ketidak berdayaan Bagaikan tubuh tiada bernyawa Lunglai dan lesu terhimpit beban Demi sebuah harapan semata Berulang kali hatiku bertanya Mengapa aku harus berjuang Sedang hidupku sebatang kara Tiada yang harus kupertahankan Waktu terus saja bergulir Tiada mungkin akan berakhir Bagai sebatang dahan berduri Yang juga tak mungkin aku hindari Setiap langkahku terasa nyeri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Seputih Melati – oleh Ida Ismara

Putihnya hatiku yang suci Seputih kuntum melati Segar dan mekar tiada cela Merekah penuh pesona Lembutnya hatiku nan ayu Selembut butiran salju Sejuk dan bening tanpa ternoda Membuat hati jadi terpana Celakanya hatiku merana Mati di Altar para Durjana Disiksa dan didera tanpa rasa Penuh dengan derita dan luka Kini hatiku telah tiada Lenyap hilang […]
Baca puisi selengkapnya…