Sesuatu Yang Terlupakan – oleh Wiliana Andafis

Ketika kita bersama Merangkai makna kehidupan yang sesungguhnya Memberi pencerahan hidup Agar mampu bertahan Namun,,,,, Ketika ku menjauhinya Kutak menemukan lagi Sesuatu yang kucari Maafkan aku,,, Yang telah mengecewakanmu Melupakanmu,,, Akupun merasa,,,, Bahwa ada sesuatu yang terlupakan Tentang janjiku padamu Sebuah janji persaudaraan Sebuah janji masa depan Dan,,,, Sebuah janji impian Yang akan kuwujudkan Do’a […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Nyanyian Penutup Malam – oleh Wiliana Andafis

Semburat cahaya menerangi Heningnya malam Yang hanya ditemani sisa-sisa tetesan Air yang menyentuh bumi Sentuhan yang tentunya menyisakan jejak menikam Tak hanya itu Hewan malam pun berlagu Mengikuti melodi bulan Yang hampir hilang ditelan malam Heningnya negri Membuatku berdendang diatas kertasku Melukis semua kepenatan jiwa Membiarkan ia mengalir sekehendak hati Terkadang hidup tak semudah harapan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kepedihan Tiada Usai – oleh Wiliana Andafis

Aku berjalan dan terus berjalan Menyusuri jalan tanpa tujuan Meski tertatih dan tertatih Aku tidak peduli akan itu Aku tak hiraukan Seberapa banyak aku tersungkur Seberapa banyak kakiku terluka Seberapa banyak peluhku bercucuran Dan seberapa banyak Air mata kepedihanku jatuh berurai Tuhan,,,,, Aku lelah Aku ingin berlari Sekencang-kencangnya Sekuat-kuatnya Menuju ujung dunia Namun,,,, Aku tidak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Impian Sang Pemimpi – oleh Reya Noer Reviyana

Kepada waktu pemimpi di negeri ini bersinggungan Mengulas kembali sebuah angan harapan dan impian Yang di genggam erat oleh para pemimpi di negerinya sendiri Tujuan yang mulia untuk sekedar membangkitkan apa yang negeri ini miliki Dan menggali potensi di dalam tanah air ini Impian itu di genggam di tangan pemuda-pemudi Mereka membawa dan menjunjung impian […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jalan singkat – oleh Agusta Setya Artha Bahari

Berjalan Seorang Mahasiswa Dalam ruang penuh dosa Terdiam Melihatnya Dengan seorang yang bak hewan Jangan engkau coba merasakan Dalam ruang Tak berperikemanusiaan Memandang rasa Yang hambar menerpa Menelan dalam dalam Lelah mencoba Tuk ungkapkan cinta Jalan singkat – oleh Agusta Setya Artha Bahari Seputih Banyak, lampung tengah
Baca puisi selengkapnya…

 

Jangan Diam – oleh Rahimatus Sania

Dalam penantian tak berujung aku berusaha nenemukan mu menjauhkan mu dari rengkuhan rasa bersalah dan menarik mumenjauh dari kubangan dosa tidakah sudah kamu terlalu lama berusaha melupakan semua ? berhenti merenung dan mari mulai bermain menciptakan kenangan yang bukan kebohongan mari bangkit dan katakan kalau tidak apa – apa mari berlari dan memulai semuanya dengan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Awan pekat sudut kota – oleh Siti Masitoh

Awan biru kini telah berganti Awan pekat yang menghiasi sudut kota ini Terasa melekat di hati Hanya ada angin disini Angin nan kencang menyelimuti Udara dingin disudut kota ini Mulai nyayat hati Hujan pun ikut membasahi seluruh raga ini Hujan berhentilah menangis Mari kita meringis Ikuti lantunan nada nan dinamis Ijinkan ku menggayuh sepeda nan […]
Baca puisi selengkapnya…