Pelajaran Berharga – oleh Addini Safitri

Dari indonesia, kuketahui hal-hal yang belum kuketahui Dari indonesia, kuketahui hal-hal yang seharusnya tidak terjadi Saat kulihat dari negeri ini Aceh menjerit ketakutan Sumbar pun tak henti-hentinya menangis sesenggukan Manusia-manusia tak bernyawa terbaring di jalanan Seiring dengan derasnya air mata dan darah penghabisan Oh, tuhan….. Maafkan kami yang tidak patuh padamu Kami tlah lupa akan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kertas Titipan Tuhan – oleh Fransisca Melani

Tawaran selalu menggoda saat pergaulan mengikuti zaman. Suatu saat aku terperangkap dan terkurung dalam keinginanku. Apa yang dicobai orang lain, tanpa memilih aku pun mencoba. Karena keinginanku dan rasa penasaranku. Aku mengenal dia, dia yang menyayangi dan mencintaiku… Saat itu aku mengenal dunia cinta karena dia dan tanpa ikatan yang pasti… Sekarang aku sungguh jatuh, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mimpi Indah ? – oleh Rahimatus Sania

Melupakan adalah salah satu keharusan Dia tak ingin terluka karena itu tidak memulai Gadis ini sudah terlalu lama delusional hingga terlalu malu untuk menanyakan waktu dimana ia berpijak Meninggalkan begitu banyak kejadian dengan berendam dalam mimpi lunastic nya Dia tak peduli ? karena yang ia perlukan hanya bermimpi lebih banyak untuk apa menghadapi kenyataan yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penyesalan – oleh Happy Adelia Nurintansari

Awan hitam membawa kegelapan jatuhkan rasa rindu yang mendalam sosokmu dulu yang selalu ada kini tlah terhapus oleh hujan Hilang.. dan meninggalkan sejuta kenangan dulu kamu yang selalu membuat hariku cerah sekarang berubah menjadi awan kegelapan Awan yang menjatuhkan rasa penyesalan penyesalanku kehilanganmu pelangi yang indah tak akan muncul disenyumku karena pelangiku sudah hancur terbawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cukup Sudah – oleh Icut Moza

Tujuh samudra ku arungi tuk mencintaimu Tujuh lingkaran cinta ku jalani tuk milikimu Setiap detik waktu tak lekang namamu dihati Hingga pada saatnya Rindu yang kurasa hanyalah sia sia semata Cukup disini ku berharap Cukup disini ku merindu Dan cukup disini kita menatap Hingga sampai disini rasa itu tempat dihati tak ada lagi untukmu Cukup […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tertipu – oleh Faridz Ridha Syahputra Agus

Yakin keputusanmu Bulat tekadmu Waktu, pekerjaan, harta, keluarga Semua kau korbankan Hingga kabar yang dibawa angin pun datang Kau rasakan buah bibir itu Pahit, pahit, sungguh pahit… Tapi kau tak ingin semua orang tahu Api di dapur tak lagi se membara dulu Air di bak tak lagi sejernih dulu Hati kecil mu masih berharap Sungguh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sesal Dalam Malam Sunyi – oleh Alfiriz Nadhira

Malam sepi ku sendiri Melamun merenung menunggu pagi Nista terbuat mama luka Luka mama tak pernah luput Bagaimana mungkin ananda yang keji ini jadi idaman Ilmu saja tak pernah di ananda genggam Bagaimana mungkin jiwa ini bersuci Menangis sesal tak pernah Mengapa ananda masih bodoh mama Adakah embun pagi memberi setitik keteduhan hati Ananda gelisah […]
Baca puisi selengkapnya…