Puisi

Berbagi puisi dan kumpulan puisi terbaru 2015

Puisi Penyesalan

Jeruji Besi – oleh Nurlina Aim

Dingin.. Dingin yang menusuk raga. Mengundang nyeri pada tulang. Menambah sesalan masa lalu. Dentingan tawa terlali besi. Mengejek raga yang terpenjara. Menghina jiwa yang terkurung. Melukai ego sang pendosa. Jeritan permohonan. Menggema, menyudutkan. Mencekik raga dalam penyesalan. Menghianati sang pendosa dengan tangis. Makasar, 06 Juli 2015 Nurlina Aim Makasar fb: Choi.s.yoon.9@facebook.com

Terlambat menyadari – oleh Rika

Kamu pergi meninggalkan aku tanpa alasan.. Kamu pergi meninggalkanku dengan luka yg menganga Kamu pergi meninggalkanku dengan harapan yg kita tanam.. Dulu kita masih terlalu muda.. Aku tak pernah tau apa yg sebenarnya terjadi.. Kepergianmu membuatku memutuskan bahwa aku tak akan pernah kembali padamu.. Aku fikir km mempermainkanku.. Seberapapun hatiku terikat olehmu, ak tak ingin […]

Salju – oleh Chris

Wahai Salju Ku akan menunggumu Walaupun tak bisa bersamamu Apalah daya hati berhasrat Tapi mulut tak berucap Mungkin memang kita tak bisa Bersatu hingga akhir waktu Wahai Salju Izinkanku mengenangmu Dalam lubuk hati terdalam Menjadi sebuah kisah Yang tak akan pernah hilang Wahai Salju Salahkah aku yang tak sempat Ucapkan kata terakhir untuk Dia Wahai […]

Dongeng sang Penari – oleh Rudi Guntara

Mari ku ajak bervakansi ke ufuk timur, lantas duduklah disampingku dibukit penantian ini. Duduklah dengan tenang dan lihatlah surya senja ini menjadi lembayung jingga. Serupa kau lihat kembar seperti kemarin namun berbeda. Maka duduklah dan dengarkan akhir dari dongeng sang penari…. Sukma tlah hilang tersesat dalam labirin, raga tlah tiada tenggelam berasama malam. Tak akan […]

Puisi © 2015 -