Pukul Lima Sore – oleh Asri Nur Lestari

Kepada kamu yang menunggu kehadirannya kembali Di depan pintu rumah bertingkat dua Berteman hujan yang sejak sore tadi hadir Menemani kesendirianmu dengan melodi lagu rindu Setiap pukul lima sore aku selalu disini Di tempat biasa kita bertukar kata Berharap separuh jiwaku kembali pulang Menyapa dengan segumpal rindu yang harus diselesaikan Kepada kamu yang pergi tanpa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebuah Penantian Panjang – oleh Manggarini Dewi Ernowo

Raut letih, pupus harapan Memancar pada mata yang sendu Namun pantang baginya menoleh lagi Seakan berjanji takkan teringat Lalu datang banyak harapan Menawarkan hal indah di tiap cerita Ada rasa hambar, seolah manis hanya di awal Namun perlahan gundah itu hilang Saat keraguan dihapus kepastian Saat rasa takut diobati dengan ketulusan Yaaa..mungkin ini saatnya Penantian […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mentari Pagi Kala Itu – oleh Gita Reza Nadhani

Dalam hangatnya mentari pagi Ku lihat siluet dirimu lagi Berdiri di hadapanku Dengan tangan berada di saku Dalam buaian mentari pagi Masih ku ingat jelas kala itu Kau berjalan membawa tas warna hati Dengan sesekali menengok padaku Dalam hati tak bisa ku pungkiri Ingin ku menyerah dalam semu Namun janji telah terucap padamu Bahwa diri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta di langit biru – oleh Andri Hidayat

Aku menatap langit yang biru mengadahkan tangan dengan memohon memohon tetapkan hati ini utuk dia dengan hati yang ia sayangi tak cukup dengan kata-kata untuk mengungkapkannya Pelita diraut wajahnya berbinar pipinya merona melihatku dia menatapku dengan serius dia melangkah menghampiriku angin malam bermain di badanku seaka-akan menjadi saksi cinta yang suci Wahai kasih ikatlah cinta […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rasa Itu, Sudah Lewat Masanya – oleh Fybie Maharani Putri

Menyakitkan saat aku menatapmu, Dan disaat yang bersamaan Kau menatap Dia, yang kau sebut-sebut dalam cerita keseharianmu Dia yang kau sebut-sebut kesukaanmu Dia yang kau suka, yang kau damba Bahkan ditiap hari yang terucap namanya, Dia yang selalu kau harap kan mengerti perasaanmu Dia yang kau gambarkan dalam tiap-tiap sajakmu Sedang aku disini hanya mampu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sajak Senja – oleh Yekti Migunani

Senja kini datang lagi Sudah entah yang keberapa kali Dan aku masih tetap disini Menanti kapal hendak menepi Kawanan Camar menari diatas laut Garis horizon hampir menelan matahari Bukan gelap yang membuat takut Hanya saja lelah yang sudah sampai hati Mungkin senja ini tidak Semoga senja berikutnya iya Atau mungkin aku yang tak pernah menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kutunggun Kau di Ruang Rindu – oleh Anggun Puspa Regita

Embun menyapa secepat kilat Awan berlari dikejar mendung Langitpun mulai menangis Tapi aku tetap saja diam terpaku Aku masih ingat Akan semua janji manismu Ingin hidup bersamaku sampai akhir hayatmu Namun apa yang terjadi? Kamu menghilang bak ditelan bunyi Meninggalkanku bersama bayangmu Tak sepatah katapun kau titipkan untukku Dan bodohnya aku masih saya menunggumu Sampai […]
Baca puisi selengkapnya…