Sajak Senja – oleh Yekti Migunani

Senja kini datang lagi Sudah entah yang keberapa kali Dan aku masih tetap disini Menanti kapal hendak menepi Kawanan Camar menari diatas laut Garis horizon hampir menelan matahari Bukan gelap yang membuat takut Hanya saja lelah yang sudah sampai hati Mungkin senja ini tidak Semoga senja berikutnya iya Atau mungkin aku yang tak pernah menjadi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kutunggun Kau di Ruang Rindu – oleh Anggun Puspa Regita

Embun menyapa secepat kilat Awan berlari dikejar mendung Langitpun mulai menangis Tapi aku tetap saja diam terpaku Aku masih ingat Akan semua janji manismu Ingin hidup bersamaku sampai akhir hayatmu Namun apa yang terjadi? Kamu menghilang bak ditelan bunyi Meninggalkanku bersama bayangmu Tak sepatah katapun kau titipkan untukku Dan bodohnya aku masih saya menunggumu Sampai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mia Lina Kania – oleh Aditya Ansor Alsunah

Senyum dipeluk pagi. Menyapa bersama mentari. Takkan hilang Diluasnya padang ilalang Senyumnya akan tetap kembali Kau mia.. Perempuan yang kucinta.. Anginmu membawa rasa.. Yang menembus dalam sukma.. Angin berguman ceritakan tentan dirimu.. Yang mencari hati.. Untuk kau singgahi.. Sapa dipeluk malam.. Tersenyum bagai rembulan.. Takkan tenggelam.. Meski mentari telah pergi.. Kau akan tetap kembali… Mia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Janji atau Bukti ? – oleh Ajeng Inda Lestari

Bukanlah cinta yang ku ucap Tapi hatilah yang berkata Saat rindu mulai menemu Hanya keyakinan hati yang tetap ada Bukanlah cinta yang ku janji Tapi buktilah yang ku beri Saat tiba saat itu Ku ingin kau tetap percaya padaku Karna hati ini.. Kan tetap abadi Menemukan bingkisan hidup dunia Dirimu.. dirimu.. dan dirimu.. Hanya kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Gelisah – oleh Siska Haruna

Gelap malam penuh kesunyian Lamunan jauh menerawang angkasa Membukakan pintu-pintu mimpi Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa Bias keremangan memudarkan kasih Memutar hati menguak arti ilusi Memedarkan beribu warni cahaya Membayang menjauh dari arah cita Katak merengek ikut meresah Menggugah hati kala gelisah Air hujan menetes berduka Membasah bumi ikut bersedih Gema kegundahan kian bertalu Gemercik air […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mencari – oleh Theresia Mely

Seribu langkahku telah terjejak Menyusuri lorong waktu dan harap menatapi tiap sosok yang terlewat dugaku penuh tanya… Adakah dirimu diantaranya Sesalku, Kala bersamamu waktu dulu Aku tak sungguh menjagamu Menggenggam tanganmu merekatkannya didadaku Agar kau tak jauh pergi Seperti saat ini kau hilang Tanpa kutahu harus bagaimana Menemukanmu kembali Kau….dimana Membawa cintaku pergi Membuat jiwaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku – oleh Lazarus

Aku Tertutup rapat, tertutup rapi, Hanya membawa nafas nafsu nafsi.. Barangkali, nyataan hari ini adalah saksi, Berikan ku peluang hari ini dengan penuh kasihi.. Ijab kabul di awangan medan fikiran, Titisan air mata aliran di pipi kerna terlalu inginkan, Tapi waktu dan Maha ESA menyelesaikan.. Alangkah.. Indahnya jikalau kosong gerakan jasad ini, Pasti ku jauh […]
Baca puisi selengkapnya…