Sakit itu mudah – oleh Agoes Darmawan

Aku tertahan mentari Berdiam melulu dipersinggahan Aku takut berjalan sendiri Aku takut terbakar api cemburu Hari hari membakar separuh hidupku Diam dan kata-kata hanya derita Aku ingin jauh dari hening dijendela Lompat dan terbang bersama sayapmu Namun mengapa kau lebih memilih menari dengannya Membangun rasa cinta dan kasih sayang Aku berdiri menunggu dibalik layar bahagiamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Menunggu berakhir – oleh Rahimatus Sania

Aku tak menangis saat ditinggalkan Terjatuh dalam sayap yang penuh luka Dan berlumur darah bersamanya Kenapa harus tertawa saat akhirnya sama sekali tak indah ? Menatap masa depan suram yang hanya merusak oksigen di sekitarnya Semangat hanya memusnahkan mu Buang saja tatapan kosong itu dalam ketidak inginan mu meniti hari esok Atau tutup telinga mu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rindu – oleh Nurul Mutia

Rindu Rindu…. Di Malam yang kian hening Kau kembali hadir Menyapaku dengan senyuman yang seperti mencibir Rindu,… Oh rindu yang mendesir Cukup, aku lelah pada rasamu yang selalu mengalir Rindu… Tak ingin kurasai, meski indahnya kuresapi Menghilanglah dalam pekatnya malam bersama angin Pergilah….menjauh dari hati lara ini Biarkan aku tersenyum dan menikmati kesunyian ini Rindu… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Melodi puisi – oleh Aula Rosyida

Aku adalah melodi puisi Yang ingin menjadikan mu Sebagai bait yang indah, Aku adalah melodi puisi, Yang ingin menjadikan mu Sebagai sajak yang penuh makna , Tapi, Kau tak bisa menyamarkan mu Sebagai paragraf puisi yang runtut, Kau bahkan tak bisa menjadi Judul puisi Yang mengindahkan isi nya, Aku hanya mempunyai puisi utuh, yang tetapi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku dan Sunyi – oleh Rezha Ninda Ayu Dewi

Kesunyian Dia lah teman terbaikku Hening seperti angin di senja yang selalu hangat menyapa menikmatinya Rasanya mengasyikkan Untuk Menyatu dengan senyap Jangan ganggu aku.. Wahai kebahagiaan fana Aku sudah cukup untuk seperti ini Penat telah penuh dengan ilusi Selalu terjatuh dalam Jebakan yang semu Cukuplah… Hanya aku dan sunyi itu Dengan melodi sebagai nafasku Itulah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Diantara Kita – oleh Riyana Aditya Cahyani

Di ujung malam yang sepi. Ku terpaku merenungi. Kesepian yang ku alami ini Jadi belenggu hidup ini. Kemana ku harus mencari. Kekasih yang telah pergi. Siang malam tiada henti seakan semua semakin menyiksa. Cinta dalam jiwa ku. Ini seakan terulang lagi. Untuk pertama yang pernah ada. Tuhan tunjukkanlah padaku. Agar ku lupakan semua. Kekasih yang […]
Baca puisi selengkapnya…