Kenangan persahabatan – oleh Rizqi Maulidhah

ditempat ini kita merangkai ikatan ikatan yang akan abadi selamanya kenangan dan kisah persahabatan kita meski kita tak bersama lagi namun kenangan ini akan tetap bersamaku sahabat …jangan pernah lupakan kenangan kita jangan pernah engkau melupakan canda tawa dan cerita kita ingatlah janji yang sudah kita katakan “menjadi sahabat hari ini esok dan selamanya ” […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tentang Hujan dan Kenangan – oleh Anggina Putri Dinanti Jambak

Dulu aku suka hujan Sebab dibawah rintik hujan Banyak kisah yang kutulis denganmu Iya, bersama dia yang tak ingin ku lupa Dulu aku suka hujan Karna setiap air yang diteteskan Memberi kesejukan dikala membasahi pipi Dan memori tentangmu seolah membasahi detak waktu Namun kini entah kenapa? Aku seolah tak ingin hujan mengulang semua kenangan masa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

20 Februari – oleh Hasnur

Mentari datang menampakkan diri Mengetuk pintu permulaan hari Sinar cahaya menenangkan hati Memaksa mata berkonsentrasi Pukul lima empat puluh dua menit Kantuk yg kian membuntut Raut muka kekusaman kusut Lesu kemalasan pagi berturut Dua angka ku dapati pasti Dari kalender bulan februari Angka dua dan nol bersemi Hari ini dua puluh Februari Nalar ku memikir […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pertemuan Singkat – oleh Khafifah Anjar Riani

Sekilas langit berjumpa pelangi Selepas hujan bergemuruh angin Sekejap cahaya kilat menerpa Menghilang tanpa jejak Tak ada tanda dalam pertemuan singkat ini Hanya sekelebat bayangan dalam memori Terbungkus usang oleh debu masa lalu Tanpa permisi ia mengusik lagi Sebuah kenangan yg nyaris hilang terungkap Senyaman itu ia berulah Hingga perlahan sirna dari kehidupan Faktanya, Ia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan – oleh Ida Hidayati

Hampa hidup ini hampa Tanpa adanya cinta Sepi hidup ini sepi Tanpa adanya dia *Ku kenang dirimu selalu *Disaat kau bersamaku *Ku ingin dirimu selalu *Ada di dalam jiwaku Karena cinta ini Aku jadi terlena Karena rindu ini Aku jadi merana *Andaikan dirimu tau *Aku masih sayang kamu *Mungkin aku tak akan pilu *Sepanjang waktu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hujan – oleh Aktif Muhammad Nurdin

Hujan rintik – rintik Awan pun menggulita Entah ku harus diam ataupun berisik Hujan tak selalu cepat mereda Entah ku harus bahagia ataupun bersedih Di satu sisi hujan selalu menyimpan kenangan yang menyakitkan Di satu sisi hujan adalah rahmat Tuhan yang selalu menawan Hujan ku hanya ingin berdamai denganmu Bawalah aku diantara bulir beningmu Peluklah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terbang ke Masa Silam – oleh Alam.S

Dengan seragam biru putih yang kau kenakan. Anggun mempesona bagaikan seorang dewi. Maafkan kalau waktu itu hatiku berkata. Inilah gadis selama ini aku impikan. Wajahmu putih mulus tiada noda. Bentuk tubuhmu ideal sebagai seorang gadis. Matamu sipit mirip gadis negeri tirai bambu. Suaramu serak basah nan menggoda. Cantik, itu sebutan yang cocok. Diluar dugaanku ternyata […]
Baca puisi selengkapnya…