Kau Memoriku – oleh Enan Wahyudi

setiap detik bayang wajahmu setiap menit alunan suaramu setiap jam kenangan tentangmu setiap waktuku sungguh hanya kamu tapi kini kau menghilang aku berbicara hanya ruang kosong kukejar bayangmu hanya sudut sunyi ku panggil waktu tapi tak kembali aku tak tahu caranya berhenti mencintaimu karena yang ku tahu hanyalah mencintaimu aku yang kini terpenjara dalam memori […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kucatat Hari Ini – oleh Dewi Herawati

Dalam derap langkahmu hari Kembali lorong-lorong kenangan bersaksi Kita seirama menghitung batu-batu bisu Kita bercerita tentang waktu yang pergi Dan musim yang berlalu Di hati masih ada tanya ingin lepas Dari jendela-jendela yang tertutup Mengintip celah-celah kelam Masihkah ada sepenggal harapan Tersimpan di sana. Hari ini mestinya kucatat Di sinilah pertemuan itu terjadi Bukan untuk […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Saat Bersamamu – oleh Ardilla

Saat bersamamu di waktu itu…… Ku memandang wajahmu…. Wajahmu indah dan menyejukkan…. Seolah-olanh aku lah yang merasakan kebahagian….. Saat saat itu takkan terulangkan…… Waktu tak mugkin ku putar balikkan… Ku merasa bahagia saat itu… Disaat kamu yang lugu tersenyum padaku….. Takkan ku sesali yang pernah terjadi…….. Akan ku syukuri yang terjadi di hari ini……. Takan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Seperti Dulu – oleh Gilang Genta Pradana

Dulu… Kau sangat memperhatikanku Pagi, siang, malam namamu slalu ku ingat Namun sekarang… Kau tlah berubah Tak seperti dulu Entah mengapa, diriku tak rela kau tinggalkan Entah mengapa, diriku tak rela kau lupakan Kau… Yang dulu pernah ku sayang Yang dulu pernah ku cinta Semoga kau bahagia dengan kehidupanmu sekarang Aku tetap disini Tetap menunggumu.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pelipur Lara – oleh Herry Siswanto Raharjo

beratus-ratus puisi tercipta untukmu. seuntai kata demi kata terangkai. menjadi satu kesatuan puisi indah. yang tercipta untukmu. ku ukir segalanya bersamamu. saat tertawa bersama. saat daku merindukanmu. dan saat daku suka duka denganmu. kau gadis ku puja kau gadis idaman dalam relung hati kau merubah segalanya. sebagai pelipur lara kehidupan Pelipur Lara – oleh Herry […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Senin – oleh Anggita Gian Sahala

Minggu telah terganti Hari senin telah menanti Kabut fajar mengisi senin pagi yang bergerimis Menyelimuti pipi manis Seakan enggan tuk meringis Namun tetap saja hati menangis Tiba saat tuk bangkit Melewati detik-detik hati tersakiti Segenggam memori telah terlewati Semoga tak lagi bertamu berteman sepi Hari ini Hari senin Hari tuk memulai Hari tuk melupakan sepi […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Resah – oleh Ika Ratih Ayu Pratiwi

Sajak jalang yang meringis lepas Dermaga biru membawa kepalsuan Bangkit diriku dari asal keterpurukan Dari ribuan bintang kecil yang berebut menyinari angkasa Ku suratkan pada antena merah karena darah Ku rintiskan pada ultrasound biru karena layu Masa dimana cinta beringkar janji Lalu hanya kenangan yang bertepuk tangan Apalagi air mata di perantauan pipi menetes deras […]
Baca puisi selengkapnya…