Terbang ke Masa Silam – oleh Alam.S

Dengan seragam biru putih yang kau kenakan. Anggun mempesona bagaikan seorang dewi. Maafkan kalau waktu itu hatiku berkata. Inilah gadis selama ini aku impikan. Wajahmu putih mulus tiada noda. Bentuk tubuhmu ideal sebagai seorang gadis. Matamu sipit mirip gadis negeri tirai bambu. Suaramu serak basah nan menggoda. Cantik, itu sebutan yang cocok. Diluar dugaanku ternyata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Guru Panutan – oleh Alam.S

Fostur tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya pendek ala seorang tentara. Wajahnya selalu dihiasi senyum merekah. Ucapannya lembut dan terukur. Guruku tersayang. Kesekolah selalu naik sepeda. Selalu bersemangat didepan siswanya. Hidup itu sederhana, jangan dibuat susah. Begitu selalu kalimat yang ia ucapkan. Guruku tercinta. Mengajarnya lembut dan serius. Cukup tenang memberi penjelasan. Terbuka dikritik oleh siswanya. Kepintaran […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masa Lalu – oleh Dhimas Aditya Prasetio

Ratusan purnama telah kulewati bersama kesendirian yang kau tinggalkan Semakin lebar jurang pemisah antara kita dan kamu Aku tak tau lagi harus melakangkah maju atau berdiam tempat saja Tempatku kembali tak lagi sama , karena kau telah berlalu sejak dulu Sekarang kau sudah menemukan pelabuhan untuk hatimu sendiri Dan kini aku merasa lega melihat wajah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Memori masa lalu – oleh Yosepin Megasari Pakpahan

Goresan tinta mengotori putihnya kertas Pena menari-nari dengan lihai Gerakan tangan ini pun lincah menulis Menulis, tentang diriku. . Air berjatuhan tak menentu Bermain di atas kertas ini. Melihat memori masa lalu yang masih tersimpan di benakku. Kekecewaan tertampak jelas di wajahku. Memori masa lalu – oleh Yosepin Megasari Pakpahan FB: Yosephin Megasari Cikarang Utara, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Waktu Adalah Musuh Terbesarku – oleh Riza Aulia Akfiyani

Waktu adalah musuh terbesarku Karena waktulah yang memisahkanku denganmu Aku tak berdaya ketika waktu menelanmu Meninggalkan tetesan kesedihan yang tak berujung Dahulu waktu pernah memperkenalkanku pada setitik cinta Dimana setitik cinta itu akhirnya berkembang menjadi sebuah telaga Telaga cinta, itulah tempat kita bernaung Mengarungi hari penuh kenikmatan Tak ada satu pun yang aku takutkan Ketika […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kau Memoriku – oleh Enan Wahyudi

setiap detik bayang wajahmu setiap menit alunan suaramu setiap jam kenangan tentangmu setiap waktuku sungguh hanya kamu tapi kini kau menghilang aku berbicara hanya ruang kosong kukejar bayangmu hanya sudut sunyi ku panggil waktu tapi tak kembali aku tak tahu caranya berhenti mencintaimu karena yang ku tahu hanyalah mencintaimu aku yang kini terpenjara dalam memori […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kucatat Hari Ini – oleh Dewi Herawati

Dalam derap langkahmu hari Kembali lorong-lorong kenangan bersaksi Kita seirama menghitung batu-batu bisu Kita bercerita tentang waktu yang pergi Dan musim yang berlalu Di hati masih ada tanya ingin lepas Dari jendela-jendela yang tertutup Mengintip celah-celah kelam Masihkah ada sepenggal harapan Tersimpan di sana. Hari ini mestinya kucatat Di sinilah pertemuan itu terjadi Bukan untuk […]
Baca puisi selengkapnya…