Pertemuan Singkat – oleh Khafifah Anjar Riani

Sekilas langit berjumpa pelangi Selepas hujan bergemuruh angin Sekejap cahaya kilat menerpa Menghilang tanpa jejak Tak ada tanda dalam pertemuan singkat ini Hanya sekelebat bayangan dalam memori Terbungkus usang oleh debu masa lalu Tanpa permisi ia mengusik lagi Sebuah kenangan yg nyaris hilang terungkap Senyaman itu ia berulah Hingga perlahan sirna dari kehidupan Faktanya, Ia […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kenangan – oleh Ida Hidayati

Hampa hidup ini hampa Tanpa adanya cinta Sepi hidup ini sepi Tanpa adanya dia *Ku kenang dirimu selalu *Disaat kau bersamaku *Ku ingin dirimu selalu *Ada di dalam jiwaku Karena cinta ini Aku jadi terlena Karena rindu ini Aku jadi merana *Andaikan dirimu tau *Aku masih sayang kamu *Mungkin aku tak akan pilu *Sepanjang waktu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hujan – oleh Aktif Muhammad Nurdin

Hujan rintik – rintik Awan pun menggulita Entah ku harus diam ataupun berisik Hujan tak selalu cepat mereda Entah ku harus bahagia ataupun bersedih Di satu sisi hujan selalu menyimpan kenangan yang menyakitkan Di satu sisi hujan adalah rahmat Tuhan yang selalu menawan Hujan ku hanya ingin berdamai denganmu Bawalah aku diantara bulir beningmu Peluklah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terbang ke Masa Silam – oleh Alam.S

Dengan seragam biru putih yang kau kenakan. Anggun mempesona bagaikan seorang dewi. Maafkan kalau waktu itu hatiku berkata. Inilah gadis selama ini aku impikan. Wajahmu putih mulus tiada noda. Bentuk tubuhmu ideal sebagai seorang gadis. Matamu sipit mirip gadis negeri tirai bambu. Suaramu serak basah nan menggoda. Cantik, itu sebutan yang cocok. Diluar dugaanku ternyata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Guru Panutan – oleh Alam.S

Fostur tubuhnya tinggi semampai. Rambutnya pendek ala seorang tentara. Wajahnya selalu dihiasi senyum merekah. Ucapannya lembut dan terukur. Guruku tersayang. Kesekolah selalu naik sepeda. Selalu bersemangat didepan siswanya. Hidup itu sederhana, jangan dibuat susah. Begitu selalu kalimat yang ia ucapkan. Guruku tercinta. Mengajarnya lembut dan serius. Cukup tenang memberi penjelasan. Terbuka dikritik oleh siswanya. Kepintaran […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masa Lalu – oleh Dhimas Aditya Prasetio

Ratusan purnama telah kulewati bersama kesendirian yang kau tinggalkan Semakin lebar jurang pemisah antara kita dan kamu Aku tak tau lagi harus melakangkah maju atau berdiam tempat saja Tempatku kembali tak lagi sama , karena kau telah berlalu sejak dulu Sekarang kau sudah menemukan pelabuhan untuk hatimu sendiri Dan kini aku merasa lega melihat wajah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Memori masa lalu – oleh Yosepin Megasari Pakpahan

Goresan tinta mengotori putihnya kertas Pena menari-nari dengan lihai Gerakan tangan ini pun lincah menulis Menulis, tentang diriku. . Air berjatuhan tak menentu Bermain di atas kertas ini. Melihat memori masa lalu yang masih tersimpan di benakku. Kekecewaan tertampak jelas di wajahku. Memori masa lalu – oleh Yosepin Megasari Pakpahan FB: Yosephin Megasari Cikarang Utara, […]
Baca puisi selengkapnya…