Dirimu yang Sekarang – oleh Yesrin P.

aku menatap lampu gantung yang menari di atasku sembari memikirkan kata-katamu yang masih mengelilingi kepalaku tidak aku sangka kau seperti itu dulu kau pahlawan bagiku tapi sekarang kau berubah di depanku terlalu sibuk untuk melakukan hal-hal baru bersamaku dan aku sangat membenci sifatmu itu tapi aku tak dapat melupakan wajahmu di dalam hatiku Dirimu yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Derita hati – oleh Muhlis Nur Ilham

Tangis merdu beriring sayatan hati Kudengarkan perlahan, hayati seksama Namun Entah knpa pipi ini basah terkena air asin Kurasa rasa ruang di dada semakin sesak Berirama dengan nafasku yg mulai tersenggak senggak Semakin sesak Sampai kusadari rasa ini rasa terburuk seumur hidupku Semua menyerbu hati kecil ini entah dengan apa ku bertahan. Sinar harapan pun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Saya Tidak Ingin Tau Dunia Ini – oleh Vina M (Miku Sawai)

Apa yang ingin kau sampaikan? Dengan tatapan kosongmu itu Jejakmu mulai menghilang Dari pikiranku Tidak ku hentikan karna aku tau Kebaikan itu tak dari hatimu Aku yang tak diselamatkan Sudah tak punya arti hidup Lebih baik hancurkan saja aku Hatiku jadi rapuh karna cinta Cinta lembut yang bisa menghancurkan hatiku Satu sisi lemah yang tak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lagu Hujan Mewah – oleh Vina M (Rena Maeda)

Kesedihan terlahir hari ini Menjulang tinggi ke angkasa Langit pun terbangun dan menggerakkan angin Dadaku berdegup Aku ingin melindungimu Ku ingin meraih takdir Air mata yang telah kau tumpahkan Dan lubang yang ada dihatimu Ku ingin mengisinya dengan kebahagian Hujan yang lembut Bolehkah lagu yang aku nyanyikan ini Menggapaimu dimana kau berada? Tak peduli seberapa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Puisi yang Tak Sempat Kubacakan Untukmu – oleh Murni Oktarina

Ini adalah sebuah puisi Sebuah ungkapan perasaan hati Mungkin kau akan tertawa Atau mungkin kau tak akan suka Tapi ini adalah sebuah puisi Yang hanya kutuliskan satu kali Saat-saat kau sedang berusaha Melawan rasa sakitmu di suatu senja Ini adalah sebuah tulisan Yang akan mengungkapkan kejujuran Betapa ketakutan akan kehilanganmu Seakan menjadi hantu dan mencekam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sebuah Prinsip – oleh Rossita Ardiani Priyono

Aku melangkah pelan Tak berarah, tak bertujuan pula Hidupku kosong, hampa, tak berwarna Laksana kemintang yang tak bercahaya Jemariku menggenggam Menggenggam sebuah prinsip yang tak tergoyahkan Mataku menatap fokus pada satu harapan Bibirku memandu setiap langkahku walau tak beraturan Napasku turut mengiringi di setiap jejak yang aku torehkan Kaki pun tak kenal lelah untuk menopang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Adalah Kebohongan – oleh Rahimatus Sania

dalam masa yang tak ada aku mendengar tangisan seseorang Ia meneriakan kebohongan yang ku tahu dengan jelas langit mulai mencair, membeku kemudian terulur bukankah Aku hanya harus mengakui kebohongan ini ? tapi kenapa Aku malah berlari dan berpura – pura tidak mengetahui ? Kamu yang menangis menarik dan merengkuh ku kedalam bayangan yang ku takutkan […]
Baca puisi selengkapnya…