Rindu – oleh Annisa wasy-Syifatul Anwar

Berawal dari kesiaan Tumbuhlah penyesalan Raib sudah segelintir kecintaan Penyiaan berbuahkan penyesalan Namun, tersirat kebencian Kebencian nan timbul tenggelam Dapatkah waktu ku putar kembali? Pabila sejak dulu ku sesali akankah ini terjadi? Kala ku dengar angin berberita Remuk rasanya relung jiwa Entah mengapa Kerinduan akan kasih dan sayang tereboisasi kembali Pantaskah sebuah ketulusan berbalas acuh? […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hal yang terakhir – oleh Vinaka Hestirani

Hal yang terakhir aku rasa adalah jatuh cinta… Akan tetapi cinta itu pergi, aku tau dimana ia pergi Kamu tahu… Mengapa aku tak mencari dan berusaha mencegah nya pergi Karena Ada bagian yang membuat ku yakin Sejauh apapun aku pergi jika itu milik ku akan menjadi milik ku Sejauh apapun aku kejar jika itu bukan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Suara Hati – oleh Mosdalifah

Malam ini,biarlah angin menyampaikan Rindu yang berceceran karena patah Mengulas kisah usang yang ku buka tak sanggup ku eja Coretan yang tertahan sebab tintanya yang hilang Didekatnya gambar insan tersenyum terang bagai bintang Saat dimana aku tak kuasa, menatap tatap yang telah lenyap Meredup dalam persembahan malam Yang telah disampaikannya sebab kepergiannya Suara Hati – […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bukan Malam – oleh Maulydia Ayu Ningrum

Peduli mengistimewakan jiwa tertentu Setelah dirasa, ternyata semua ini biasa Harus belajar bereaksi secara benar Karena terpukau itu masalah Karenanya segala hal jadi berbeda arti Menanggapi secara berlebih Begitulah Dilihat lagi teduh itu Sepertinya.. Dia tidak dijalanku Aku adalah malam Teduh itu subuh malam pergi dan teduh datang bukan untuk malam Tapi mencari pagi nya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Keraguan – oleh Langgeng Ikhtiar Pribadi

Di saat hatiku Mulai memilihmu Di situ ada keraguan Yang datang menghampiriku Entah apa itu Tapi aku coba Untuk selalu mencintaimu Selama ini aku selalu mengamatimu Dan aku tau semua nya Bahwa kau tidak Sepeduli itu denganku Keraguan – oleh Langgeng Ikhtiar Pribadi Perum Graha Prima Blok G No 57 Rt10 Rw 16 , Mangunjaya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Karena rasa – oleh Armi Vici

Hei, kaukah itu? Kau sang bulan dan aku sang bintang selalu bersama di tengah kegelapan mengarungi setiap malam penuh kekonyolan Kau tak pernah bosan kan… Mengikuti alur pembicaraan kita Kau juga tak benci kan… Jika ku terseret dalam bait kata Kini ku tahu lautan pikirmu Dibalik sikapmu yang selalu melahap setiap baris kataku Dibalik balasan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pesona sebentuk potret – oleh Dwi Purwati

Detak detik jam mulai meniti waktu yang seakan terhenti,,, Bayangan itu kian menyeruak datang menghantui,,, Menyambar angan yang mengisi diri,,, Atap dan dinding seakan bercakap tentang rona potret yang mempesona,, Mata itu kian bersemi dalam teduh tatapannya,,, Terperangkap dalam imaji yang berkelana,,, Saat Senyum itu mengusir sepi yang mengusik jiwa,,, Pesona sebentuk potret – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…