Renungan di bawah lampu jalan – oleh Azi Shazilia

Kapankah ini berakhir Kapankah ini selesai Penderitaan yang penuh ketidak adilan Yang menyiksa dengan kesombongan Ku teguhkan hati ini Ku pasrahkan jiwa ini Hanya untuk sang pengisap Yang tidak kenal belas kasihan Bila mana suatu nanti Bila mana di hari nanti Ke angkuhan membungkam harapan Ke egoisan mengacungkan tangan Wahai sang putra fajar hancurkanlah sang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Buku dalam jurang – oleh Harni Sumatan

buku dalam jurang.. beralaskan tepi kebahagiaan berjalan demi kepedihan berjalan dalam kedurian tapi apa arti itu? bukankah cinta dan harapan adalah kuncinya?.. iya.. iya.. bisa di bilang dunia tidak memihaknya tapi harapan koko menyangga hatinya bertahan diterpa kerapuhan di hempas sejuta kehancuran tapi, apa arti dari semua itu? bukankah cinta dan harapan adalah kuncinya ? […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harap dan Dosa – oleh Muhammad Ricky Arzaaq

Aku Seorang manusia hina Ingin besar tak tahu cara Tertutup gelisah tipu daya Pikiran liar merajalela Entah aku dimana Fantasi atau dunia nyata Mengira semua ada Tapi sepi selalu di jiwa Entah siapa aku Apa aku sama seperti dulu Bahagia setiap saatku Atau dewasa jadikanku layu Masalah datang dan pudar Ini terasa lebih sukar Apa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kuingin terulang kembali – oleh Angel Septianingsih

Hari terakhir yang kita jalani Terasa pahit dan menyakitkan Lamanya hari yang kita jalani Terasa Manis dan menyenangkan Jika aku tahu semua ini kan terjadi Aku takkan melakukannya Semua kesalahan kulakukan hanya untuk dekat denganmu Risih dan resah hati ini Merasa Bersalah padamu Maaf kan aku… Kuingin terulang kembali dimana aku tertawa bersamamu Kumohon berikan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harapan – oleh Annisa’ Jilan Azizah

Aku mohon… Jangan kau buatku berharap lagi Aku masih mengingat segalanya Dulu kau datang lalu pergi Dulu kau mendekat lalu menjauh Dulu kau perhatian lalu kau cuek Dulu kau mencintaiku lalu membenciku Aku tahu, bahkan sangat tahu Dulu dan sekarang itu amatlah berbeda Inginku bertanya padamu Mengapa kau hadir disaat yang tidak tepat? Mengapa kau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Wangi – oleh Siti Khodijah

Semerbak mawar merah yang tak pernah pudar… Seputih melati yang tak pernah kering… Namun semua hanya tinggal puing… Terhempas angin bersama daun kering… Bagai pelangi nan indah sekejap… Bagai langit biru tertutup awan gelap… Bak buaian indah hilang sesaat… Baru mekar mewangi indah namun terikat… Hanya mimpi bisa meraih bintang kejora… Harapan indah terhempas ditangan… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Awal yang baru – oleh Aldana

Mentari mulai menyambut Tetes embun mulai berjatuhan Jalanan yang masih senyap Dingin yang mulai hilang Tergantikan dengan kehangatan Kehidupan yang hancur Mulai berubah Awal yang baru telah datang Lembaran kertas siap tuk diukir Menggantikan semua yang rusak Roda kehidupan yang dulu berada dibawah Sekarang kembali keatas Senyum yang hilang Kembali merekah Menatap kearah langit Bertekad […]
Baca puisi selengkapnya…