Hanya Manusia Biasa – oleh Agnes Rensi.B

Aku hanya manusia.. Bukan manusia istimewa.. Aku hanya manusia biasa.. Yang sama seperti mereka.. Aku berbuat salah.. Bukan hanya sekali,berkali-kali.. Aku juga manusia biasa.. Yang jauh dari kata sempurna.. Aku hanyalah manusia sederhana.. Miliki banyak kekurangan.. Aku hanya manusia yang diciptakannya.. Hanya manusia yang diombang-ambingkan oleh takdirnya.. Disini aku hanya mengikuti skenarionya.. Terbawa oleh llika-liku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lirikan Termanis – oleh Elia

Kala cahaya fajar menampakkan indahnya senyuman Memberi seberkas kebahagiaan yang terbelenggu dalam ingatan Mengikis perasaan yang teriris seiring hembusan angin dari setiap jalan Jalan dimana tempat ku berpijak menanti hadirnya rindu yang nanti akan datang perlahan . seiring waktu berjalan menghampiri sang mentari Menuntunku tuk melangkahkan kaki seorang diri Menyapu setiap pelosok jalan yang telah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ukiran Harapan – oleh Riski Pratama

Bagai daun yang terombang ambing Di udara . . Seperti cinta yang tak mengenal kekasihnya . . Bayang seorang tercinta . . Yang mampu hadirkan Keindahan di mata dan Kedamaian Dalam jiwa . . Satu ukiran yang tak dapat terlukiskan . . Bak harapan yang melayang di awang Dan terjatuh menjadi sebuah bayang . . […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hingga batas waktu – oleh Ana Michelle

Aku ada disini Apa yg sebnarnya kucari Ku tak mengrrti arti sebuah kehidupan yg nyata Tpi kenyataannya bginilah aku.. Seakan sinar ini tak memancarkan cahayanya Laut yg tak berujung Apa cobaanku yg trberujung Seakan aku berkata lelah.. Tuhan lihatlah aku pantaskah aku mengeluh.. Aku yg tak menyukuri nikmatmu.. Kubersadar pada keridho’anmu Ku malu pdamu tuhan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bintang – oleh Agnes Rensi.B

Seiring bergantinya malam.. Sepi mencekam.. Hening menikam.. Angin berhembus kian menusuk.. Ku terpaku.. Terpesona akan keindahan.. Mataku terkagum,tak henti memandang.. Bintang berkelip-kelip.. Bak bongkahan berlian yang tersimpan dalam gelap.. Ku hirup hembus dingin.. Tak ingin berpaling ataupun beranjak.. Tetep menikmati semua.. Suasana yang sendu.. Agungnya ciptaan tuhan.. Bintang ialah hiasan langitku.. Begitu indah nan mewah.. […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Undang Lupa Kemari – oleh Maulydia Ayu Ningrum

Setelah gelap malam ini dilalui dengan beberapa gemercik warna dan ledakan dilangit Paginya aku harap aku yang baru lahir Dengan perasaan yang telah sembuh Dan hati yang telah baik Setelah ramainya suara tiupan dari jutaan bibir dimuka bumi malam ini Paginya aku harap aku yang baru ada Bersama keberanian dan kesanggupan menatap pada arah itu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tambatan Hati – oleh Anwar

Dekat bagai tak terlihat.. sunyi di kelap hari.. menyelimuti kalbu yang mencari.. sesosok tambatan hati.. elok parasnya.. terlihat begitu indah.. puih harapan timbul.. yang tak sengaja datangnya.. Yang datang bersama kegundaan.. kemisterian di setiap hari.. menatap tanpa mengenali.. rasa yang tak memgerti timbul didalam hati.. siapakah tambatan hati ini.. Tambatan Hati – oleh Anwar @y_anwarfuad […]
Baca puisi selengkapnya…