Kenangan dan harapan – oleh Hyugiswara

wahai angin kau datang dan pergi terlalu cepat tanpa mengucap sepatah kata sekalipun untukqu, engkau mmberi kesejukan untukqu meski itu hanya sesaat, kau begitu dekat denganku, bahkan lebih dekat dari denyut nadiku tapi mngapa aku tak bisa menggapaimu meski itu hanya sesaat,, Dulu kau datang membawa perasaan untukku dan disaat engkau mulai pergi jangan engkau […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Gelap – oleh Siha Muflikhah

cahaya itu menghilang terhalang kabut hitam gelap cinta meragu prinsip pilu alasan larangan orang tua semua musnah seketika sakit dan kecewa membelengguku terpaksa ku terima dengan lapang dada cinta dan prinsip hanya nama saja pada akhirnya duri yang menancap dalam hati haruskah ku menangis? meraung dalam perih ini? jawabnya tidak gelap ada akan tersingkir oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Masih Bertahan – oleh Herry Siswanto Raharjo

coba tanyakan hatimu sekali lagi. sebelum engkau benar benar pergi. masihkah ada aku di dalamnya. karena hatiku masih menyimpanmu. ku bukan manusia sempurna. tapi tak pernah berhenti mencoba. ketika kau menangis aku ada. ketika kau tertawa aku ada. namun ketika kau pergi. ku masih bertahan untukmu. masih di tempat ini ku berdiri menunggumu. kembalilah kembali […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harapanku kebablasan – oleh Agung Devin

Lalu bagaimana lagi? Saat hati telah jatuh padamu Saat rindu selalu akan dirimu Saat bayangmu selalu menghampiriku Saat mimpi hanya tentangmu Apakah kamu hanya diam? Diam seolah tak tau Tau namun acuh Acuh akan perasaanku Perasaanku yang kau biarkan Biarkan aku ciptakan harapan Harapan yang tak mengenal batasan Hingga akhirnya harapanku kebablasan Harapanku kebablasan – […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Siapa tau, pria bisu – oleh Della Fauziah

Malam ini aku merindukan mu Air mata yang mengalir di pipi ku saat mengenangmu Hujan turun basah dengan kenangan Jalan kosong kelabu terasa begitu panjang kita bintang yang jauh sejak awal kita di warnai warna yang berbeda dan di penuhi aroma yang berbeda sekarang kita berpisah dan berjauhan Saat ku buka jendela kemurungan Hujan jatuh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Harapan – oleh Rifa Fitriani

Dalam jiwa rapuh yang kian bertambah usia Terbebani hati dan perasaan luka Hati terombang-ambing akan rasa kesedihan Perasaan yang hangus oleh percikan api kemarahan Meninggalkan jejak baru, menambah luka lama Kepahitan malapetaka niscaya membekas di jiwa Derita dan akibatnya melambai-lambai menyapa raga Bekas sayatan kata kan menambah duka pula Derai tangis dan jerit keputusasaan meramaikan […]
Baca puisi selengkapnya…