Diriku dan dirinya – oleh Oktaviani

Kau slalu membanggakan dirinya Apa kau sadar apa yang kurasa Kau tau apa yang ku inginkan Aku ingin kau berlaku adil Padaku dan pada dirinya Aku kekasihmu . . . Dan dia hanyalah temanmu Kau punya waktu untuknya Dimana pun dan kapanpun kau slalu menjadikan ia prioritasmu Denganku, dengan kekasihmu Kau tak pernah seperti itu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dengan Dirinya – oleh Erwika Yanuar Sekar Pratami

Dari Jauh kupandang Wajahnya Mata Elangnya yang menyisir disekitarnya Gerak geriknya yang tertangkap oleh mata Membuat senyuman ini tercipta Ingin raga ini selalu bersamanya. Ingin kedua mata ini selalu memandangnya Ingin tangan ini selalu menggenggamnya. Ingin diri ini selalu menjadi tempat keluh kesahnya. Hati ini seakan hampa .. Saat suaranya tak terdengar oleh telinga Hati […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Sejati – oleh Khotimatul Khusna

Detik waktu terus berjalan. Namun aku masih berdiam sendiri disini. Menanti sebuah cahaya cinta sejati. Yang kan menyusup menempati jiwa yang sepi. Sering kali ku bertanya? Entah pada siapa? Kapan cahaya itu kan datang menghampiri. Menghampiri diriku yang masih setia menanti. Cinta sejati… Ya cinta sejati. Apa cinta sejati itu masih tersisa. Tersisa untuk diriku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Bunga Jiwaku – oleh Ilham Pasawa

Dalam keheningan yang dalam ku menunggu berharap dikau hadir didepan mataku membelai mesra rambut dan daguku bersama semilir angin yang sejuk dan menggoda serta hujan yang menghiasi pandangan yang buta kini kau benar-benar ada, tepat lurus tak bermaya namun adakah kau sadar akan daku yang hina memuja berharap tangan halusmu menyatu dengan hatiku engkaulah bunga […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Antara Senja, Hujan Dan Semesta – oleh Rahma Pradhita

Ku cinta senja, karena kehangatannya sampai menembus sukma Ku cinta hujan, karena setiap rintiknya membawa kesejukan tiada tara Senja mengajarkanku, bahwa tidak semua perpisahan itu menyedihkan Hujan menunjukkan padaku, meskipun terasa sendu, namun perlahan menyejukan kalbu Namun…. Ku iri pada senja Ku iri pada hujan Karena setiap harinya, senja akan selalu menjadi penutup harimu Karena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Labirin Diri – oleh Purnawan Dwi W

Dia teramat jauh tenggelam, Kedalam rasa. Mengusik yang nyata, Mengantar kata. Cukuplah bermimpi Karna hati terus merasa Memiliki Nya dibumi Logika yang menggila Lemah atau kebodohan Tanya terhadap Tuhan. Masa, beratnya dunia, Suka cita atau keajaiban. Perlahan pelan, Kan menyatu Lalu terbentuk Dan berwujud. Pada seluruh cipta Sang jiwa meminta Jawab atas rasa Sempurna adanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Arti cinta – oleh Erli warningsih

Berawal dari sebuah facebook Hatiku hanya berpaut padamu Aku bahagia bisa mengenalmu Bahagia disaat,melihat senyumu Senyum manis bagaikan madu Aku bahagia bisa mengenalmu Apa ini takdir tuhan ? Takdir yang mempertemukan kita.. Untuk saling melengkapi Disitulah aku tau tentang cinta Arti cinta – oleh Erli warningsih Pondok lakah permai blok AA1B Ciledug – Tangerang
Baca puisi selengkapnya…