Surat Rindu untuk Ayah Ibu – oleh Ikaratnasih

Tiada kasih lebih sempurna selain kasih-Mu padaku Agugrahkan kepadaku mereka sebagai orangtuaku Yang mengajarkan padaku bagaimana cara mengenal-Mu Yang mengajarkan padaku bagaimana cara mencintai-Mu Terimakasih ya Allah…. Telah kau kirimkan malaikat penjaga, seorang Ibu bagiku Telah kau kirimkan malaikat pelindung, seorang Ayah bagiku Kau kirimkan malaikatmu untuk mendidik dan membimbingku Kelak ketika ku berjumpa dengan-Mu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dingin Dalam Kehangatan – oleh Faridz Ridha Syahputra Agus

Disaat sebuah kehangatan datang Semua tak ada yang berubah Aku… ya aku.. Dingin rasaku… Ketika hangat itu mulai mendekatiku Memberi butir-butir hangat disetiap celah tubuh ini Suhu, sikap, dan ke-khas an dari dingin ini mulai berubah Dinginnya hujan tak kurasakan Dinginnya kutub aku hiraukan Hangat rasaku… Kurasakan setiap hangat di tubuh ini Ku nikmati, ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Keelokan hujan – oleh Ilham Pasawa

Daun dan rumput telah basah oleh hujan malam ini… Sejuk udara di alam bebas memaksaku menggigil.. Namun sorot matamu bagaikan api unggun.. Menghangatkan jiwaku menghilangkan dukaku.. Sampai awan hitam telah menghilang.. Gemercik hujan berganti dengan sinar bintang.. Akupun merasa begitu berarti disaat ku mampu mendekap erat tubuhmu dengan cintaku.. Sungguh aku tak percaya kau begitupun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku pergi, menghilang, dan melupakan – oleh Riska Yunita

Aku takkan memaksa kan ego ku Yg selalu ingin tetap kau menjadi milik ku Aku sudah sering bercerita dengan bintang Namun ia tetap membiarkan ego ku tumbuh Membuat ku makin tergila-gila dengan mu Menangisi mu, memandangi mu secara diam-diam, juga aku cemburu Lalu aku bergelumut dengan novel ku Bahwa ada seorang gadis yg terobsesi dengan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lagu Patah Hati – oleh ZEN (Muchamad Zainal Abidin)

Kau menyapa pertama kali di batas horizon Tapi kau paksa aku telan pahit di tempat yang sama Saat tak lagi kau titipkan saxophone tukku Menjadikan telinga ini kosong dan kopong Muram dan suram Mengusut pikiran ini Tak tahu harus apa Karena Tak bisa aku telaah warna Tak bisa pula menyuarkan kata yang bulat Jenuh bila […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dalam senja yang merona jingga – oleh Alfiriz Nadhira

Setiap senja tiba.. Memburatkan langit yang menjingga Setiap itu pula kutebar pandangan mata…. Berharap bayang wajahmu hadir di sana… Pada tiap hembus semilir senja… Kuterka-terka harum tubuhmu dalam tiap tarikan nafasku… Namun semua sia-sia Bayang itu tak kunjung ku jumpa Dalam senja yang merona jingga.. Dalam angin yang menyejukkan jiwa.. Karna sosok indahmu… Tak pernah […]
Baca puisi selengkapnya…