Sudahlah – oleh Novia Dwi Ananda

Cintaku sudah berdebu dan usang Rasanyapun mungkin sudah mati Mati di hatimu Cintaku sudah tua termakan waktu Bentuknyapun mungkin sudah melebur Melebur di hatimu Cinta termakan zaman bahkan waktupun tak berati lagi Sudahlah… Memang begitu adanya Sudahlah… Memang seperti itu Sudahlah… Lebih baik kuburkan saja cinta itu kedasar hatimu Sudahlah – oleh Novia Dwi Ananda […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kau Besok-ku – oleh Jiankhanna

Di persimpangan sana Selalu kucuri cara mencari senyummu Aku ingin sekali menyapamu Tapi aku belum tahu nama mu Bagaimana jika ku panggil cinta saja? Aku tak tahu kau ini apa Seenakmu saja membuatku jatuh Jatuhku tak berdarah Astaga! ternyata jatuh cinta ini namanya Matamu menangkap mataku Ah aku malu! Semoga kau menjadi besok-ku Kau Besok-ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Pergi – oleh Novia Dwi Ananda

Aku pergi bukan berarti aku tak cintaimu lagi Aku pergi bukan berarti aku hianati cinta kita Aku hanya ingin kau merasakan seberapa besar kau merindukanku Seberapa besar kau mencintaiku Resapi dan tanya hatimu Kenang aku Kenanglah cintaku Bila memang aku tercipta untukmu Aku pastikan kembali Bila takdir kita memang untuk bersatu Aku pastikan kembali Bersamamu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tertusuk Duri Cinta – oleh Ida Ismara

Kicau burung bernyanyi di dahan, bermain di ranting yang bergoyang berkejaran di balik dedaunan tiada peduli pada kehidupan langkah kaki letih tertatih-tatih menelusuri pantai meniti buih menggenggam luka di dalam dada sedang mencinta di landa duka kekasih hati berlalu pergi seiring dengan gugurnya kembang janji suci sehidup semati kiranya hancur di tengah jalan hasrat cinta […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Memiliki Dua Rasa – oleh Ikhsan

Memiliki Dua Rasa Puisi ditulis oleh: Ikhsan Malam yang cerah tanpa berbintang Bulan terus bersinar walau tertutup awan. Malam yang terasa sejuk Terkesan penuh akan kesunyian. Terasa lama aku duduk sendiri Terus memikirkan sikap apa yang akan aku tempuhi Aku masih saja ragu dan bimbang Hingga mataharipun datang menyambut pagi. Wahai Allah tuhan pemilik segala […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cahaya Hati – oleh Yuanita Indah Sari

Setiap kali aku tertidur mimpi buruk pun dimulai Terkadang aku mencoba untuk tetap terjaga Sekali kali mata ini terkedip Itu karena kau. Kau datang membawa cahaya Itu sebabnya aku selalu cerah Membuat ku takut akan malam yang gelap Kekhawatiran ini menggetarkan tubuh ku. Apa kau ini malaikat? Kenapa aku selalu ingin bersama dengan mu? Bagaimana […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ketika merpati berpijak – oleh Lulu Meilinda Mulyono

Hujan.. Butiran airnya menyentuh sukma Dinginnya menyelimuti relung hati Apa kabar senja? Masihkah aku berarti? Ingin kutemui senja itu Disaatku terbelunggu Namun kini apa dayaku Purnama hanya sanggup menunggu Ku duduk dipenghujung waktu Terfikir senjaku kala itu Serpihan memori enggan untuk enyah Tubuhku candu akan kasih Menciptakan sejuta kisah Seakan aku selalu lari Menyakiti.. Memijak […]
Baca puisi selengkapnya…