Hancur – oleh Rini Vian

Seakan isi dunia ini berpaling Menjauh menepi keseberang sana Semuanya berlalu pergi Berjalan menjauh dan sejauh mungkin Badai pun mulai murka Mentari mulai angkuh Angin mulai ringkih Tinggal,setitik air hujan yang mulai menerobos ke bawah Serasa pusaran angin pun ikut mengamuk Aku ditinggal cemas di atas dunia Tak tau apa yang harus kulakukan Tuhan pun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Patah arang – oleh Putri Ramadhani

Termenung di keheningan mlm… Melawan sepi dan terpuruk ku disini… Dunia…dunia…dunia Kjam disaat sedih… Bahagia disaat berbunga… Rasanya aku ingin lari… Sejauh langit…. Menggapai harapan yang mungkin… Hanya khayalan… Bosan…bosan…bosan Hidup perlu perjuangan… Semangat yang membakar hati… Hanya berubah menjadi arang… Yang tak mungkin kembali… Menjadi kayu utuh… Asa…asa…asa Putus asa yang ada didalam diriku… […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpa Putus Asa – oleh Ferilla Risdiani

Kudengar suara hujan yang gemercik Kulihat tetasan air yang terus berjatuhan diantara dedaunan Kurasakan hembusan angin yang begitu kencang Ku mulai menutup mata Ku mulai terhanyut oleh susana ini Gemetar, kaku itulah saat ini Saat aku mulai menghirup nafas Saat aku mulai menghela nafas Kubuka kembali mata yang terpejam Hujan yang begitu deras mulai berhenti […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sudut malam – oleh Wewex

sudut gelap aku menatap, Dari sisa sisa harap .. kau yang terlelap ingin mengungkap , malam semakin gelap,semakin pengap .. sudut gelap aku meratap, dari sisa lamunan yang membungkam.. kau yang terpejam belum juga mengungkap .. malam semakin pengap,semakin berat.. sudut gelap aku mendekap, dari sisa lamunan yang kuharap.. kau yang kudekap tak kunjung mengungkap […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rintihan hati – oleh Ita Yunus

Terasa sesak menyusuk kalbu Dalam keheningan malam Hanya suara rintik hujan yang terdengar Ketika makhluk tenggelam dalam dunia mimpinya Aq duduk dlm lamunan, meratapi Di keheningan malam dingin yang menusuk ini Ku ceritakn tiap rasa yang ada lewat kata tanpa bicara Ku tuliskan tiap bait kata penuh luka Luka yang lama tersimpan dlm lubuk hati […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jeruji Besi – oleh Grace

Jeruji besi. Tampak karat memeluk mu erat Membungkusmu hingga ringkih Pasrah berdiri menghalau angin Tembok yang melilit pun sukar ditembus, Bahkan oleh selendang mentari Hanya rasa dingin Meradang menunggu suara kunci bernyayi Letih menunggu Barharap hari dapat berlari Tahun dapat berganti Sebab hati telah merindu Andai sang angin membawa sepucuk surat Pun hanya sebaris kata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Piano & Gitar – oleh Fi

Untuk Moonshadow .. Semua terasa biasa Ketika yang ada tiada Ketika ketiadaan menjadikannya tiada Semua terasa biasa Ketika tinggi menjadi sunyi Ketika sunyi jadikannya apatis Semua terasa biasa Ketika kita tak saling bicara Ketika bicara menjadi sesuatu yang hina Dengan diam kau tersenyum Dengan diam ku membalas senyum Semua terasa biasa Piano & Gitar – […]
Baca puisi selengkapnya…