Sebait Asa dan Deretan Doa untuk Ketiga Buah Hatiku – oleh Yosina Lisye Lakusa

Anugerah terindah telah dihadiahkan dalam hidupku… Yang memberi2 hidup telah memilihku untuk menitipkan kalian.. Akulah salah satu pemenang dari jutaan ibu dibuana ini…yang dipilih Tuhan untuk menjaga kalian. . Kebahagiaan yang sangat utuh telah aku terima… Perjalanan paruh waktu sudah kami lalui… Suka dan duka telah kami lewati bersama kalian… Cinta, kasih sayang dari kalian, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Serpihan Asa – oleh Fitri Ida Yani

Aku sayu, bimbang, bahkan tak tau arah Mencoba tegar di tengah-tengah badai yang bergelombang Lemah tak berdaya Merasa sendiri tanpa kawan Tatapan mata itu…. Ah kosong….. Hampa tanpa isi dia mulai berteriak dan meronta Merasa lelah dengan semua fakta Terlalu perih Senja itu kian meredup Hilang dan tenggelam Gelap Bak dunia tanpa sinar Bibir ini […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kisah dalam abu-abu – oleh Reya Noer Reviyana

Lonceng telah berbunyi Suaranya mengeruak ke segala penjuru sekolah Para siswa berlarian kesana kemari Mencari dimana ia seharusnya berada Ini sekolah,sekoalh tempatku Tempat tidak hanya menuntut ilmu Tetapi memberi banyak arti akan sesuatu Sesuatu baru yang mulai kutahu Tidak sungguh,tidak hanya itu Kali ini biarkan sebuah ledakan hati bercerita Tentang keajaiban hati manusia Dan tentang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Mati rasa – oleh Raksya Merahmuda

Hampir seluruh jam sudah ku habiskan hari ini. Menjadi tua tanpa sadar aku.. Setiap kali terlena Habis semua Duduk diam merenung Sudah apa saja ulahku Baik buruk hitam putih Lembar-lembar sederhana. Bukankan hidup harus berwarna.. merona seperti fajar pagi. Hampir mati rasa aku Kejenuhanku Tentang semua kertas – jertas putih meja – meja Mobil lalu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kalbu – oleh Sulis Hardiyanti

Gelora jiwa menitih hati Merintis jiwa nan gersang berduri Menggebu terasa pilu Jiwa terasa begitu beku Angan-angan terus menggunung Puncak tak pernah berujung Apa yang pantas diri dijunjung Hanya bayang yang tak pernah kunjung Ya Robb… Aku mahluk tak tau diri Rasa syukur tak pernah menghampiri Rasa tamak selalu menemani Tak ada nurani di dalam […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Lantunan Asa – oleh Ridwan Kamaludin

Serpihan asaku melantun sendu Mengikis jiwa tak bersisa Perlahan ku jelajahi waktu Berharap ku temukan sinar di tengah tepian Andai waktu yang hilang bias ku temukan Andai waktu yang terbuang bias ku pungut kembali Akan ku simpan lentera suci Tuk menemani jalan yang ku jejaki Agar aku tak berada dalam kegelapan ini Tuhan, bila kesempatan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hampa – oleh Siti Nur Jannah

Keterasingan yang tlah biasa Harusnya tak berarti apa-apa Oh… haruslah bagaimana? Jika rasa masihlah sama Angin… Kemana perginya engkau? Mengapa tak kau bawa aku juga? Musnah dari pandangan hina Menghilang dari peradaban mata Hujan… Mengapa tak kau curahkan kehidupanmu yang melimpah? Pada sepetak tanah yang gersang ini Tandus yang kerontang meremukkan segala Lahan yang kering […]
Baca puisi selengkapnya…