Hilang – oleh Adho Nugraha

Hujan mulai rajin hadir Desember sedang berair Memori mengingat kembali sebuah kisah Kisah yang tadinya aku kira menjadi masa depan Kisah yang tadinya aku kira akan abadi Janji adalah hutang, menjadi mitos Janji adalah bohong yang halus Janji diingkari, emosi menguasai Entah kemana kamu berkelana Sekian lama menghilang dan muncul dengan tawa Tapi bukan denganku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasihku Mencintaimu, Sahabat – oleh Ade Irma Safitri Widyasari

Siluet senja yang masih sama selalu datang untuk menyapa namun kini atang dengan perasaan yang berbeda karena kau tak lagi berada kini aku menatap dengan lara hilangmu bak lukisan diangkasa indah tapi penuh luka seakan tak sanggup aku untuk merasa kau datang dengan penuh cinta kaupun pergi dengan cinta namun cinta yang tak kurasa karena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berhenti berharap – oleh Ega

Di saat titik terang semakin jauh Dan kegelapan yang semakin dekat Ku sadar semua ini Sudah sulit dari awalnya Dirimu sangat jauh untuk ku gapai Bahkan bayangmu pun tak pantas kulhat Bersama air mata ini aku menyerah Aku kalah tak mampu lagi ku berjuang Aku berhenti berharap Biarkan dirimu menari indah di depan mataku Kesedihan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Karena Dirimu – oleh Nur Kurniawati

Jam berdentamg dengan lantang… Memecah keheningan malam… Detik demi detik telah berlalu… Meninggalkanku yang duduk terpaku… Karena dirimu… Dirimu yang telah pergi tinggalkanku… Dan tinggalkan luka dihati ini… Kau tau?? Luka ini terlalu dalam dan membuat aku tersiksa… Mengapa?Mengapa? Mengapa kau lakukan ini kepadaku… Mengapa? Karena Dirimu – oleh Nur Kurniawati KELAYANG, INHU
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpamu, Tanpa Cinta – oleh Mosdalifah

Aku lelah, aku sakit Menerima kenyataan yang tak bisa aku cegah Saat aku pikir, Merangkulmu itu tak mungkin Kau menyisakan jejak yang tak bisa aku artikan Sebab terhapus air mata yang mengais rindu sisa kenangan Aku mencoba keluar, Mungkin ada sedikit yang dapat aku rakit Untuk sebrangi samudera luka yang pahit Namun nafasku semakin memburu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terlalu Pagi – oleh Dwi purwati

Gerimis tengah membasahi keheningan yang tersembunyi,,, Hanya nampak goresan warna gelap pada atap langit ini,,, Semakin jauh menatap tak tampak ada seseorang, yang terlihat hanyalah bayang bayang sepi,,, Asa yang mengikat rasa namun tak mampu bertemu dalam sanubari,,, Samar samar tiada berbentuk, tiada ruang, tiada waktu untuk terjadi,,, Mungkin hanyalah sebuah kenangan untuk menyeret imaji,,, […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sakit – oleh Jihan Sajidah

Aku mencintai seseorang di kelas . Sahabatku mencinta seseorang di kelas. kami berdua mencintai orang yang sama. Dia cerita duluan sama aku. Aku merusaha untuk melupakan orang yang aku cintai. Demi sahabatku paling aku sayang di kelas. Namun aku tak bisa melupakannya. Pada suatu hari dia menembaknya. Lalu kata sahabatku apa dia terima? Terus kata […]
Baca puisi selengkapnya…