Omong Kosong Rindu – oleh A. Wafi Irsyad

Bukannya bertemu melepaskan rindu Yang ada hati makin menggebu Kini kau hanya bayangan semu Keadaan yang memaksa kita jauh Memang dia merasuk pikiranmu Bukankah aku masih didasar hatimu Menyelam jauh dan muncul dalam syahdu Rupanya rindu tak sekedar bertemu Omong Kosong Rindu – oleh A. Wafi Irsyad IG : wafiirsyad Gresik
Baca puisi selengkapnya…

 

Setitik Duri – oleh Nila Cahyarani

Bagaikan angin yang berhembus Menyentuh diri layaknya duri Sakit tak terasa Keberadaan yang tak dihiraukan Sepercik air membasahi pipi Awalnya hujan ku kira Ku pandang awan di atas Namun awan terlihat seperti Sedang menari-nari Ku tanya pada diriku Mengapa diri ini menangis? Ku tengok pada hatiku Mengapa hati ini memberontak hanya karena setitik duri yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hilang – oleh Adho Nugraha

Hujan mulai rajin hadir Desember sedang berair Memori mengingat kembali sebuah kisah Kisah yang tadinya aku kira menjadi masa depan Kisah yang tadinya aku kira akan abadi Janji adalah hutang, menjadi mitos Janji adalah bohong yang halus Janji diingkari, emosi menguasai Entah kemana kamu berkelana Sekian lama menghilang dan muncul dengan tawa Tapi bukan denganku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kasihku Mencintaimu, Sahabat – oleh Ade Irma Safitri Widyasari

Siluet senja yang masih sama selalu datang untuk menyapa namun kini atang dengan perasaan yang berbeda karena kau tak lagi berada kini aku menatap dengan lara hilangmu bak lukisan diangkasa indah tapi penuh luka seakan tak sanggup aku untuk merasa kau datang dengan penuh cinta kaupun pergi dengan cinta namun cinta yang tak kurasa karena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Berhenti berharap – oleh Ega

Di saat titik terang semakin jauh Dan kegelapan yang semakin dekat Ku sadar semua ini Sudah sulit dari awalnya Dirimu sangat jauh untuk ku gapai Bahkan bayangmu pun tak pantas kulhat Bersama air mata ini aku menyerah Aku kalah tak mampu lagi ku berjuang Aku berhenti berharap Biarkan dirimu menari indah di depan mataku Kesedihan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Karena Dirimu – oleh Nur Kurniawati

Jam berdentamg dengan lantang… Memecah keheningan malam… Detik demi detik telah berlalu… Meninggalkanku yang duduk terpaku… Karena dirimu… Dirimu yang telah pergi tinggalkanku… Dan tinggalkan luka dihati ini… Kau tau?? Luka ini terlalu dalam dan membuat aku tersiksa… Mengapa?Mengapa? Mengapa kau lakukan ini kepadaku… Mengapa? Karena Dirimu – oleh Nur Kurniawati KELAYANG, INHU
Baca puisi selengkapnya…

 

Tanpamu, Tanpa Cinta – oleh Mosdalifah

Aku lelah, aku sakit Menerima kenyataan yang tak bisa aku cegah Saat aku pikir, Merangkulmu itu tak mungkin Kau menyisakan jejak yang tak bisa aku artikan Sebab terhapus air mata yang mengais rindu sisa kenangan Aku mencoba keluar, Mungkin ada sedikit yang dapat aku rakit Untuk sebrangi samudera luka yang pahit Namun nafasku semakin memburu […]
Baca puisi selengkapnya…