Kesetiaan – oleh Agoes Darmawan

Malam malam menyala Ribuan sepi dihias rindu Pelan pelan membuatku perih Dari setengah jejak yang dilalui Diriku terjerat kesetiaan Tak mau lari dari kenyataan Mungkin sulit untuk kulepaskan semua Kebagiaan yang kini tinggal kenangan Aku punya cinta Namun hanya diriku yang punya Mengapa yang lain bisa Mengikat kesetiaan yang abadi Cinta ini hanya untukmu Sejak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Terlalu Dalam – oleh Yuanita Indah Sari

Bayangan mu mengusik jiwa Dari tanda tanda rasa Membuat otak ini kehilangan akal Hanya diri mu yang aku pelajari Terlalu dalam aku jatuh dalam hati mu Hingga tak seorang pun dapat menolong Gema teriakan pun hanya aku yang mendengar Hingga aku tenggelam dalam air mata sendiri Kalau aku tau kau adalah racun Tak akan aku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Pergilah – oleh Nudia Mafaza

Malam ini, Bulan kehilangan bintangnya Sehingga ia tak mampu lagi bertahan pada cintanya Aku adalah bulan itu Dan bintangnya adalah kesabaran2ku mempertahankan cinta ini Malam ini, Saat sang bulan kesepian Saat guratan senja menambah kesenduan hati Tak bisa ku pungkiri Bahwa inilah titik terakhir ku Aku lelah, Aku lelah jalani semua ini Aku muak, Muak […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Penantian seribu purnama – oleh Putri Ramadhani

Penantian… Di keheningan dalam kegelisahan… Kutunggu tak kunjung tiba… Janji yang kau janjikan… Menunggu seribu purnama… Tak kunjung datang…. Lelah…lelah…lelah Lelah ku menunggu… Sampai kapan purnama itu datang kembali… Agar kau kembali… Kedalam istana cinta… Khalayan demi khayalan… Terus terbenak dalam fikiran ku… Menanti sang belahan jiwa datang… Untuk mempersunting ku… Kecewa…kecewa…kecewa Seribu purnama telah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dengan senja – oleh Rini Vian

Beribu hari kulewati dengan air mata Tak ada kata-kata yang dapat ku ucapkan Selain merunduk menangisi semua kepergian Semua pergi,semua menghilang Bak tanah yang menimbun Kemarin ketika senja itu,aku masih merasakan kehangatan yang dalam Merengkuh senja bersama-sama Menepis luka kita berdua Tapi senja juga yang melukaiku yang merenggutmu secara paksa Merampasmu dari dekapanku Aku sekarang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sayap patah – oleh Agoes Darmawan

Hari berlalu berwarna abu-abu Awan menangis dan gerimis Dari jauh kupandang wajahmu Dengan derita yang tak disampaikan hujan pada bumi Aku meleleh dan basah Membiarkan kesakitan ini tumbuh mengembang Bagai disambar api cemburu Membakar habis sisa harapan Kau pernah datang dan duduk disampingku Menawarkan hati yang tak berpenghuni Mengajakku terbang untuk sesaat Hanya untuk membawa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Hati Yang Patah – oleh Putri Paupid

Di saat Ku patah Hati Terasa Hidup tak berarti Anganku melayang tak pasti Harapan pun ikut mati. Aku pilih menyendiri Pilih mengintropeksi diri Ternyata aku sudah jauh berlari Jauh meninggalkan Sang Pencipta Hari. Selagi matahari terbit Aku harus bangkit. Lupakan rasa sakit Lupakan rasa pahit. Kurasakan tidak mudah Tidak mudah hilangkan gundah Ku pilih sujud […]
Baca puisi selengkapnya…