Pion Hitam – oleh Ailla Lavigne

Karena semua berdetak layaknya jarum jam Terus berputar dan tak akan pernah bergerak mundur Seperti pion catur yang terjebak, tak dapat bergerak Dan di sana aku berdiri tanpa jalan mundur Kalau boleh aku berkata Kalau boleh aku mencela Karena hanya pion putih yang bisa memulai Sedang kumulai semua langkahku dalam gelap Kalau boleh aku berkata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cerita Pendek – oleh Archie Digita

Angin dingin yang menyelimuti tubuh kita, Menguliti lebih dalam setelah kau menggoreskan cerita. Tak mungkin lagi kau terbayang Atas bayangku yang kini kian membayangimu. Yang sering ku bayangkan saat ini adalah; bagaimana cara kita mengatasi persoalan pagi dan menjawab tiap-tiap malam. Aku selalu ingat kehadiranmu mengiringi hariku. Kita membangun pagi dari pondasi ketulusan dan tiang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku yang terpikat – oleh Reya Noer Reviyana

Untuk hari dan detik itu Tepat pertama kali kita bertemu Aku berucap pada sang semestaku Bahwa aku sungguh terpikat oleh mu Terpikat mata hitam yang menyayu Hai kekasih hati Aku menyesal apa kau tahu Saat tak ada kata yang terucap dari bibir ini Tidak untuk kesan pertama itu Dimana aku melabuhkan sebuah perasaan] Aku ucapkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kita Pernah Bersama – oleh Ika Ratih Ayu Pratiwi

Terangkai dari kepahitan hal yang sengaja kita ceritakan Hal yang inginkan bahwa cinta tak lagi satu Dulu,kita menggambar dongeng di tepian angin Mengalirkan tawa dengan kepala di atas bahumu Mengeratkan jemari di helai benang bajumu Bercanda di balik kumis tipis yang manis Sampai saatnya kita lupa bahwa kita tak lagi bersama Dengar Bahkan melupakan segalanya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kumerindukanmu – oleh Mei Nurul Hidayah

Kala malam mulai menyentuh Angin pun berhembus kencang Laksana kereta kencana yang sedang melaju Kala itu pun hati ini merindukanmu kawan Merindukan hangatnya kasih darimu Merindukan pelukan sayang dari sosok sahabat Namun,,, semua itu telah sirna Seakan hancur menjadi butiran debu Aku merindukanmu kawan Aku teramat merindukanmu sobat Rasa sayangku ini tulus hanya untukmu Kumerindukanmu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kembang Api – oleh Arika Khoiriya

Bagaimana kalian merelasikan kembang api? Tahun baru?Kemenangan? Hari besar? Omong kosong untukku mengalami berbagai kepahitan Dan tuntutan kesabaran Mengajarkanku melupakan kesenangan Waktu itu, waktu yang sangat berat dan menyakitkan Entah apa yang harus kukatakan Ketika yang lain berbahagia menanti detik-detik pergantian tahun Aku dan mereka asyik berkutik dengan kitab kuning Iya, kitab kuning yang penuh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kembali – oleh Mila Rohmatul Fadilah

Dikala senja mulai datang Langit bewarna keemasan Cahaya mentari mulai hilang Tergantikan cahaya bulan Langit berhias berjuta bintang Aku memohon….. Memohon pada sang pencipta Berharap hari esok akan indah Aku ingin kembali Kembali pada masa lalu Dimana hati tidak mengenal cinta Tuhan… Hilangkanlah semua Kenangan yang membawa kepedihan Mengiris hati bak belati tajam Menusuk jiwa […]
Baca puisi selengkapnya…