Buku Misteri – oleh Hery Paju

Kasihku Kau adalah buku misteri Yang ku simpan di lemari saman Pesonamu adalah kerinduan Yang di titip dari cinta kasih Tuhan Kau membalut jiwaku Dengan segalah keindahan Dan kesempurnaanmu Kasihku Dari hati yang paling dalam Ku ingin memakotaimu Dengan cinta dan pengorbananku Agar suatu saat Ketika engkau pergi Kau pun tau bahwa sebesar itulah cintaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Engkaulah jawabnya – oleh Zakharia Sitepu

gemerlap semakin terang Lengkapi sepi dinginnya malam Ketika kala waktu dapat diputar Ku ingin pertemuan itu terulang kembali Hey kamu,,,gadis manis bermata minus Rindu sajak dan seorang penakluk Ingin kulempar rasa kagumku Beserta cinta dan segelintir pujian Akankah kulempar jangkar ku ke dasarmu?? Mengingat rasa semakin tenggelam Bagai anak panah lepas Tanpa arah dan tujuan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dua Hati – oleh Ridha Faridha

Dari pertama kali itu adalah dirimu Meski aku melewati satu sama lain Mataku membiarkan aku tahu tentangmu Kau melewatiku seperti angin lembut Aku merasa terbawa bersamamu Aku seperti orang bodoh yang mengagumimu Inikah yang namanya cinta Mataku terus mengikuti langkahmu Kau selalu muncul dalam kabut Kau di warnai oleh kabut putih Kau tersenyum dan menghampiriku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sendiri – oleh Adipatie Narendera Nasution

Kepada malam ranah kegelapan Tempat airmataku mengakui dosa, Jika sepi menjadi satu satunya Gaun yg layak kupakai Di parade sunyimu saat ini, Biarlah aku tampak anggun Di penggalan senyum Yg gagal aku curangi… Akulah pelukis bintang. Dengan kata yg menyulur Dari serpihan hatiku, Ku bangun pilar pilar galaksi Demi merumahkan kesendirianku . Sendiri – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perjuangan cinta – oleh Suri Oktavian

Di tengah malam kelap sunyi kelap Badai datang dengan suara gemuruh Angin kencang mengundang awan hitam Ombak merobohkan rumpun Aku tetap bersamamu Kupersiapkan sebuah kapal pinisi Untuk kita berlayar melawan ombak Aku lindungi engkau dari kerasnya ombak yang menerjang Kuselimuti engkau dari kencangnya angin yang berhembus Semoga kapal ini dapat mengantarkan kita Sehingga kita sampai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jatuh rasa – oleh Anggita Gian Sahala

Kepingan-kepingan partikel dalam suatu materi Terhempas angin entah lari kemana Ada satu atom dari partikel yang mendapat tempat singgah Hingga akhirnya atom tersebut tumbuh menjadi badan partikel Badan partikel yang kini di miliki oleh ilmuan Seorang ilmuan yang menjaga dengan ketulusan hatinya Mereka sama-sama menjaga dengan ketulusan hatinya Mereka sama-sama berjuang untuk kebahagian Mereka sama-sama […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Satu nama tetap dihati – oleh Suyanto

Malam ini kembali aku terperanjat terbangun dari tidur. Setelah sebelumnya aku dengar suaranya memanggil ku. Sosok itu seperti sedang duduk disamping ku dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Sama seperti ketika kali pertama aku bersama nya. Tuhann…tatapan matanya membuat ku tak mampu bicara sepatah kata pun. Bola matanya begitu indah dan butiran air yg menetes darinya […]
Baca puisi selengkapnya…