Sendiri – oleh Adipatie Narendera Nasution

Kepada malam ranah kegelapan Tempat airmataku mengakui dosa, Jika sepi menjadi satu satunya Gaun yg layak kupakai Di parade sunyimu saat ini, Biarlah aku tampak anggun Di penggalan senyum Yg gagal aku curangi… Akulah pelukis bintang. Dengan kata yg menyulur Dari serpihan hatiku, Ku bangun pilar pilar galaksi Demi merumahkan kesendirianku . Sendiri – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perjuangan cinta – oleh Suri Oktavian

Di tengah malam kelap sunyi kelap Badai datang dengan suara gemuruh Angin kencang mengundang awan hitam Ombak merobohkan rumpun Aku tetap bersamamu Kupersiapkan sebuah kapal pinisi Untuk kita berlayar melawan ombak Aku lindungi engkau dari kerasnya ombak yang menerjang Kuselimuti engkau dari kencangnya angin yang berhembus Semoga kapal ini dapat mengantarkan kita Sehingga kita sampai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Jatuh rasa – oleh Anggita Gian Sahala

Kepingan-kepingan partikel dalam suatu materi Terhempas angin entah lari kemana Ada satu atom dari partikel yang mendapat tempat singgah Hingga akhirnya atom tersebut tumbuh menjadi badan partikel Badan partikel yang kini di miliki oleh ilmuan Seorang ilmuan yang menjaga dengan ketulusan hatinya Mereka sama-sama menjaga dengan ketulusan hatinya Mereka sama-sama berjuang untuk kebahagian Mereka sama-sama […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Satu nama tetap dihati – oleh Suyanto

Malam ini kembali aku terperanjat terbangun dari tidur. Setelah sebelumnya aku dengar suaranya memanggil ku. Sosok itu seperti sedang duduk disamping ku dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Sama seperti ketika kali pertama aku bersama nya. Tuhann…tatapan matanya membuat ku tak mampu bicara sepatah kata pun. Bola matanya begitu indah dan butiran air yg menetes darinya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

BERTUKAR KABAR – oleh Rendy Riawan

Aku tak mau kemesraan kita di umbar.. Hingga luas tersebar.. Cukup kita saling bertukar kabar.. Dan saling menyapa dengan senyum yang lebar.. Aku takkan membuat hidupmu sengsara.. Hingga membuatmu meneteskan air mata lara.. Aku takkan membuat hidupmu susah.. Sampai di hantui rasa gelisah.. Meski memory ini kelak akan menjadi debu.. Lembaran kisah kita pula akan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tertuju Pada Sebuah Nama – oleh Olga Koswanurfan Dianka

C’est une piece treks claire Bintang-bintang bertaburan Kejelitaan sinar rembulan menyibak lengangnya malam yang mematung dalam kebekuan Sedang mata sang surya terpejam Terbuai menyambut merdunya embusan Alegori kerinduan terpendam lirih di bejana rahasia sukma terdalam tanpa seorang pun sanggup menyingkapkan Pour être clair Sejatinya kepadamu relung hati tertambat Tulus tiada bersyarat Kudus laksana sebait do’a […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Na – oleh Tara Prayoga

Padahal rinai hujan mengingatkan pertemuan musim lalu berhias kesederhanaan. Betapa lepas hati kita resapi segala ada sebelum tiada. Luapkan rindu berkecamuk sekian lama memahami erat pelukan nyawa. Hanya aku, kau di sini; kunang-kunang benderang puri. Nyala agung warnai pijak rerumputan kita menopang. Hapuslah… Hapuslah air matamu, Na. Kesudahan ini, tak kubiar napasmu pergi! Waktu ke […]
Baca puisi selengkapnya…