Takkan Ku Lepas – oleh Sinta Sekar Sari

Ku goreskan tinta hitam Kutulis bahagiaku Bahagiaku bersamamu Bahagiaku mengenalmu Cahaya mata yang menyejukan Belaian tangan yang menghangatkan Getaran Cinta yang ku rasakan Senyuman manis yang menghidupkan Ku ingin tua bersamamu Bersama Cinta dan kasihmu Bersama kenangan Indah dengan mu Bersama puisi-puisi indahmu Puisi yang menghanyutkan Puisi yang membuatku tersenyum Puisi yang slalu kau indahkan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Keabadian Cinta – oleh Ida Ismara

Kasih sayang yang putih dan murni Perlambang suci tulusnya sebuah hati Mengalir bersama Keridhoan Ilahi Mengagungkan perasaan yang hakiki Bertebaran bunga-bunga kerinduan Berserak memenuhi kehidupan Mengharumkan perjalanan setiap insan Yang mendambakan nilai kesetiaan Keindahan Di alam Dunia Tercipta dari semua rasa cinta Menggelora di dalam setiap jiwa Yang mendamba keabadian Cinta Keabadian Cinta – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Takdir bukan kebetulan – oleh Ulan Fitriani

Pada dasarnya; nantinya kita sama-sama tahu. Untuk apa kita dipertemukan? Kita dipertemukan untuk saling mengenal dan memahami rasa, juga saling mencintai yang semata-mata hanya karena ridho-Nya dan hanya untuk-Nya. Dan ini adalah kodrat, takdir yang bukan kebetulan. Kita akan bercerita tentang masa lalu tanpa kata pencemburuan, dan hal itu diganti dengan gelak tawa yang kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ketulusanmu – oleh Akung Fanians

Mimpiku bersamamu indah menghiasi setiap tidurku. Lamunanku tentang dirimu hadir mewarnai hari-hariku. Kau jadikan itu semua dalam hidupku bersamamu. Kaulah yg mengukir mimpi, memberi arti. Kau memberi keceriaan, menumbuhkan harapan. Saat kau di sisiku, mewarnai hariku. Melawan kegundahanku, meredamkan keraguanku. Kau jadikan aku mengerti tentang hidup ini. Tentang pahit dan manisnya kehidupan yg dijalani. Semua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Semuanya Demi Cinta – oleh Alam.S

Karena cintaku padamu. Aku rela menjadi lilin yang menerangimu. Agar tidak ketakutan karena gelapnya malam. Biar kedua bola matamu yang indah itu. Selalu bisa melihat cahaya dimalam hari. Karena cintaku padamu. Aku rela menjadi kayu arang. Yang bisa kau gunakan membakar ikan. Agar kau bisa menikmati makanan paforitmu. Ikan bandeng bakar dengan sambal pedas. Karena […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Malaikat tanpa sayap – oleh Agnes Rensi.B

Hari pasti berganti.. Namun tetap seperti yang telah lalu.. Begitu banyak bunga mengucup.. Seiring duka yang ku kubur dalam.. Disini ku tetap membisu.. Tanpa ada mereka yang dulu pernah ada.. Mungkin bukan mereka yang bersalah.. Aku bukan sosok bidadari.. Aku membeku dengan keterpurukan.. Mematung menyadari tak pernah ada keistimewaan.. Percaya diriku kini telah mengering.. Semua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Aku Mengenalmu – oleh Arie Gunawan

aku mengenalmu aku mengenalmu sungguh.. aku mengenalmu jauh sebelum ku bertemu denganmu.. aku mengenalmu dalam hatiku.. aku menyayangimu sungguh.. aku memang menyayangimu jauh sebelum aku mengenalmu aku menyayangi dalam jiwaku jiwa yang selalu merindukanmu sebelum dan setelah berpisah denganmu ku kan menantimu sungguh.. dalam penantian yang tak pernah kau perkirakan penantian cinta meski rindu menyiksa […]
Baca puisi selengkapnya…