Selendang Kasihku – oleh Yanti Prawatie

Ku ayunkan langkah dengan pasti Untukmu pujaan hati Secarik nota awan menjadi saksi Ku ungkapkan isi hati Sutra selendang rindu kuburai Bertandangnya kasih nan suci Bertaut ikatan rasa dimemori Tersimpan jauh dikedalaman hati Ku titipkan selendang kasihku ini Berselimutkan ketulusan jiwa hakiki Padamu cinta sejati. Selendang Kasihku – oleh Yanti Prawatie Pontianak Kalbar
Baca puisi selengkapnya…

 

Kamu, Pintaku – oleh Laila Prativa Myranti

Tidak pernah sekalipun bermimpi untuk sendiri Namun tidak juga lekas mencari Hanya menanti dan senantiasa memperbaiki diri Hingga kutemui kamu suatu hari nanti Kala senja waktu itu Di atas jembatan, Di bawah rembulan Entah, aku yang menemuimu Atau kamu yang menemukanku Atau kita memang sengaja untuk dipertemukan Pintaku, Pada pemilik mata segelap jelaga Pandangan penuh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Buku Misteri – oleh Hery Paju

Kasihku Kau adalah buku misteri Yang ku simpan di lemari saman Pesonamu adalah kerinduan Yang di titip dari cinta kasih Tuhan Kau membalut jiwaku Dengan segalah keindahan Dan kesempurnaanmu Kasihku Dari hati yang paling dalam Ku ingin memakotaimu Dengan cinta dan pengorbananku Agar suatu saat Ketika engkau pergi Kau pun tau bahwa sebesar itulah cintaku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Engkaulah jawabnya – oleh Zakharia Sitepu

gemerlap semakin terang Lengkapi sepi dinginnya malam Ketika kala waktu dapat diputar Ku ingin pertemuan itu terulang kembali Hey kamu,,,gadis manis bermata minus Rindu sajak dan seorang penakluk Ingin kulempar rasa kagumku Beserta cinta dan segelintir pujian Akankah kulempar jangkar ku ke dasarmu?? Mengingat rasa semakin tenggelam Bagai anak panah lepas Tanpa arah dan tujuan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dua Hati – oleh Ridha Faridha

Dari pertama kali itu adalah dirimu Meski aku melewati satu sama lain Mataku membiarkan aku tahu tentangmu Kau melewatiku seperti angin lembut Aku merasa terbawa bersamamu Aku seperti orang bodoh yang mengagumimu Inikah yang namanya cinta Mataku terus mengikuti langkahmu Kau selalu muncul dalam kabut Kau di warnai oleh kabut putih Kau tersenyum dan menghampiriku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sendiri – oleh Adipatie Narendera Nasution

Kepada malam ranah kegelapan Tempat airmataku mengakui dosa, Jika sepi menjadi satu satunya Gaun yg layak kupakai Di parade sunyimu saat ini, Biarlah aku tampak anggun Di penggalan senyum Yg gagal aku curangi… Akulah pelukis bintang. Dengan kata yg menyulur Dari serpihan hatiku, Ku bangun pilar pilar galaksi Demi merumahkan kesendirianku . Sendiri – oleh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Perjuangan cinta – oleh Suri Oktavian

Di tengah malam kelap sunyi kelap Badai datang dengan suara gemuruh Angin kencang mengundang awan hitam Ombak merobohkan rumpun Aku tetap bersamamu Kupersiapkan sebuah kapal pinisi Untuk kita berlayar melawan ombak Aku lindungi engkau dari kerasnya ombak yang menerjang Kuselimuti engkau dari kencangnya angin yang berhembus Semoga kapal ini dapat mengantarkan kita Sehingga kita sampai […]
Baca puisi selengkapnya…