Untuk sebuah rasa yang tuli – oleh S Iman Mustaqim

Untuk sebuah rasa yang tuli. aku seperti sebutir kerikil yang terlalu kerdil untuk kau anggap. yang selalu kau lewatkan begitu saja dalam perjalanan cintamu. untuk sebuah rasa yang tuli. aku seperti hantu untukmu, ada namun tak pernah kau rasa, ada namun tak mau kau ketahui ada namun tak terasa untuk hatimu untuk sebuah rasa yang […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Yang Di Hatiku – oleh Riyana Aditya Cahyani

Ketika rasa itu hadir aku terpesona oleh indahnya hatiku pun bertanya… apakah ingin mimpi? apakah ini halusinasi? ku amati dan kurenungi Ku hayati dan kuresapi Oh inikah yang namanya cinta betapa indahnya semakin nyata berapa pasarannya semakin menggoda semakin lama kuresapi semakin dalam ku hayati semakin aku terpesona olehnya. Tuhan………. ku ingin bersamanya di setiap […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Kuduga – oleh Riska Prihatin Wahyuningsih

Sore ini ada rasa yang datang kembali Menggejolakkan rasa yang pernah ada Kedatanganmu nyaris tak kuduga Apakah ini suatu kebetulan ? Kau yang seperti bulan purnama Yang manis terlihat imut seperti anak kecil Entah mengapa aku terpesona Kukira kau dari negara mana Tanpa sengaja pula Kita bertemu tuk kedua kalinya Saat kau sedang fokus dijalan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Siapa Cinta Sahabatku ? – oleh Agatha taa

Bunga persahabatan mulai merekah sebagian waktuku adalah bersamamu Di saat itulah ku melukis rasa cintaku untukmu dan untuk persabatan kita tapi.. entah mengapa hatiku masih ragu masih bertanya-tanya siapa cinta sahabatku ? Siapa Cinta Sahabatku ? – oleh Agatha taa fb: Aetha L’phajo Maumere
Baca puisi selengkapnya…

 

Kakaku Malaikat kecilku – oleh Rhatna Azza

Kaka… Perjuanganmu begitu besar terhadapku Kasih sayangmu begitu dalam untuk ku Kau bagaikan malaikat yang tuhan titipkan kepada diriku Mampu meredahkan ke egoisanku saat aku melawan amarahku Kaka… Ajarkan aku menghargai waktu menghargai sekian banyak orang Ajarkan aku sebagian dari adik yang punya cerita indah dalam kesabaran Kaka… Kau tak kenal lelah ketika aku memarahimu […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Sahabat Sejatiku – oleh Yovani Fhebia Ananda

Embun bagaikan mentari yang bersinar menerangi bumi Engkau bagaikan rembulan yang bersinar ditengah kegelapan Sinar wajahmu menyejukkan qalbu Kehadiranmu selalu ditunggu di setiap saat detik waktu Engkau selalu mengingatkan di kala diri terlupakan Engkau selalu memberi perhatian di saat orang lain mengabaikan Engkau selalu mencintai di saat orang lain membenci Wahai sahabatku.. Tutur katamu indah […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Cinta Sahabat – oleh Ana Amilia

dirimu yang memiliki tempat khusus dihati merangkul erat diri penuh cinta kasih menggenggam erat tangan tak kan terlepas penghantar jiwa kelam pemberi tawa semangat jiwa dikala putus asa bersama dirimu bersinar… namun tidak seperti bintang yang kadang menghilang yang membuat rembulan kecewa dalam penantian engkau warnai hati….. layaknya pelangi yang hadir kala mendung mengusik dirimu […]
Baca puisi selengkapnya…