Kegalauan hati – oleh Nasir

Melihat senyuman dibibirmu membuat jantungku berhenti berdetak Melihat sorot kedua bola mata mu membuat bertambah rasa rinduku Tapi… Apalah daya Jika engkau sudah ada yang punya Apakah rasa ini harus ku pendam…? Dengan kepedihan yang amat mendalam Atau rasa ini harus ku ungkapkan…? Meskipun harus mengorbankan suatu hubungan Memang rumit tek teki cinta Tetapi kita […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kebimbangan – oleh Suri Oktavian

Kala aku mulai melangkahkan kaki kedepan Kumulai dengan kaki kanan serta hias senyuman Ketika aku sampai setengah perjalanan Aku tersentak tanpa kata Seakan gelap oleh kabut malam Cahaya mentaripun hilang ditelan malam Arwah kebimbangan selalu datang gentayangan Seakan tak mampu ku singkirkan Seketika itu aku mulai meratapi kehidupan Bertanya-tanya kepada tuhan Mengapa hidupku selalu ditimpa […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Oh Malam – oleh Jefris Simarmata

Oh malam, Jangan titip kan tiupan udara Yang bergerombol nan mengilukan itu untuk mencubit kulitku yg lemah ini. Oh malam, Aku tau engkau bersaksi dalam aksi tiupan angin yang tak bertanggung jawab ini. Oh malam, Engkau tau bahwa aku berada dalam dekapan senyap pekatmu, Apakah aku mampu bercumbu dan bercengkrama denganmu? Oh malam, Ikhlas kan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ratap Sang Ibunda – oleh Ani Anggraeni Puspitasari

Saat sunyi bergeming harapan Sejuta impian ia renungkan Duduk bersimpuh Tersenyum simpul menatap ke segala arah Ia tekadkan Ia janjikan kebahagian untuk dirinya serta Sang Sandaran Namun hati ini berkecamuk Menjadi keputusasaan Pertengkaran yang selalu aku dan ayahanda berikan Tentang perekonomian Tentang ke egoisan Dan tentang ketidaksanggupan menahan air mata yang selalu aku jatuhkan dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dalam bingkaiku – oleh Rahimatus Sania

Saya memiliki mimpi Mimpi yang tak mustahil untuk di wujudkan Akankah saya menjadi orang yang percaya akan baik – baik saja selama merasa senang dengan apa yang dilakukan? Atau mungkin saya lebih memilih akan menjadi anak penurut yang memikirkan orang tua nya karena takut akan menjadi tak berguna? Akankah saya mengambil satu langkah besar dan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Tak Ingin Ini Berakhir – oleh Nuryana Pratama

Ku tatap mata itu saat terlelap. Ku tatap jauh, walau terpejam. Terbersit sedikit sesal dalam benakku. Kini aku memang mampu menatapnya. Tapi nanti, Apa aku bisa menatapnya lagi? Menatap mata indah sosok yang ku sayangi. Tak ku sangka, tetes air mata menemaniku saat teringat akan hal itu. Ya Tuhan.. Semua ini memang tak kekal. Namun […]
Baca puisi selengkapnya…