Puisi

Berbagi puisi dan kumpulan puisi terbaru 2015

Puisi Bimbang

Kepastian Dan Angan – oleh Agoes Suzuki

Disudut malam dalam lamunan… Terlihat bintang arahkan cahaya… Tandakan ia kan berlabuh… Mencari kepastian… Hati larut dalam kebimbangan… Hiasi kegundahan hati… Akankah akan berakhir… Atau kan tetap sama… Tuhan Berilah satu titik… Dimana Hati kan slalu bertahta… Dalam kenangan yg utuh… Laksana rembulan… Daku terlalu gelap tuk melihat… Jalan mana yang harus ku pijak… Sementara […]

Hanya Diam – oleh Cliff Patty

Seperti Malam yang Membisu, Jiwa terhantui dan membuatku berpikir bagaimanakah bisikan mesra hati itu. Diam terkesan tak ada kehidupan pada diri sendiri, kaku memandang cahaya yang terpancar pada wajahnya. Ingin sekali mengungkapkan kejujuran hati, namun pesimis-optimis mengiri pada hasrat penyampaian. Tak bisa menaruh jujur hati pada situasinya, apakah semua rasa itu dapat di ungkapkan? Pantas […]

Kedua Kali – oleh Ajeng Putri Pratwi

Selamat! Kau berhasil membawaku di ambang kepastian Ditengah lautan bimbang dan terhempas oleh badai keheningan Apalagi yang kamu rencanakan selain membunuhku secara perlahan? Aku hanyut, dihempaskan oleh ombak keraguan Ombak yang sedikit saja mampu menerkamku perlahan Badai di pikiranku berkecamuk Gelombang di hatiku tak kunjung surut Entah kini bagaimana ragaku mampu bertahan di tengah perdebatan […]

Bunga Kamboja – oleh Nurlina Aim

Mereka mengatakan aku kotor. Tapi warnaku lambang kesucian. Aku tumbuh di pusara akhir. Tapi aku lambang keabadian. Aku dikatakan lambang kematian. Tapi aku juga lambang cinta. Aku penghias gundukan tanah merah. Tapi juga penghias pengantin Negara Barata. Aku diliputi aura kematian. Tapi aku disebut sumber kehidupan. Aku lambang kematian. Tapi aku pulalah lambang kelahiran. Aku […]

Topeng tak berparas – oleh Garry Renaldy

Tak sedatar ekspresi bingung Tak seberkilau senyum terpahit Manis sedihnya mengungkap hening Perih tawanya gambarkan gemuruh Topeng tanpa paras, Bukan seru jadi kawanmu, namun tanya menggandengmu Langkahmu bukan kedepan, namun belakang bukan tujuanmu Kini sejajarlah kiri dan kananmu, atas dan bawah bukanlah opsimu Terdiam bukan lagi harapmu, namun suara yang jadi inginmu Berteriak dengan heningnya, […]

Puisi © 2015 -