Bingung menyelimuti – oleh Ayya Suhayya

Bagai sayur tak bergaram Kopi tak bergula Hambar… Pahit… Kekurangan dirasa ini sungguh aneh Tenggelam dalam kebingungan Bingung akan rasa yang ku punya Bingung akan asa yanh ku damba Kemana ku harus melangkah ? Mundur terasa pahit Majupun begitu hambar Kaki terdiam dalam kebingungan Ku tutup sejenak mata ini Untuk meresapi makna hidup Tapi… Sungguh […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Di Atas Segala Harap – oleh Iroel (Rudy)

Aku di lupa menyimak sebuah kata Perlahan dan bergumam dibuat terlena Sebuah kisah manusia tanpa rasa Menghadirkan harap yang kini jadi nyata Fatamorgana perjalanan hidup kau jalani Menyibakkan tabir segalanya dalam mimpi Dahagamu adalah gelap yang membuai Perihal hati yang sunyi mati terkunci Semalam kau adalah sebuah kesunyian Yang mendingin sepi tanpa harapan Dikelilingi putri […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Rapuh kedua kali – oleh Karomah

Mencoba berdiri meski kaki telah lelah meniti hati ini keruh lagi untuk kedua kali Dia yang sama mencoba menyaring asa tersenyum meski getir yang ada aku rasa telah hancur adanya Rapuh lagi hati ni hancur lagi Dengan dia ah apa aku masih bisa jatuh cinta ke yang lainnya? Rapuh kedua kali – oleh Karomah Nganjuk
Baca puisi selengkapnya…

 

Kesempatan yang tak mungkin kembali – oleh Lailatun Ni’mah

Aku kutuki diri ini dalam hati; Yang tak berani, ungkapkan siratan hati Gerutu dan umpatan pun meletup-letup bak kembang api, Dalam hati; jauh dalam nurani Harusnya ku tampar pipi ini sedari tadi yang berdenyut tanpa nyali. Atau seharusnya ku hentikan waktu barang sekali, Huh… Fikiranku makin tak terkendali; Dan, terhenti saat mataku gagal mengekori bayangnya […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Kilas November – oleh Husni Maulana

November lalu kita berbincang mimpi inginmu jelas, aku samar khayalku hanya tapaki bayang-bayang pendar November ini kau todong aku agar janji hatimu jelas, aku terputar ikrarku, ku-asingkan di belukar November esok bagaikan misteri mungkin nadimu tetap selaras, aku bisa saja terlantar kita saling sayat sampai akar-akar Kilas November – oleh Husni Maulana puisikicaumerpati.blogspot.com
Baca puisi selengkapnya…

 

Menanti yang Sia sia – oleh Fadya Putri

Kau sepi, Dan aku sendiri Mengapa tak kita saling mengisi? Untuk hampa tak lagi trasa Dan sunyi pergi dengan segera?” Namun kau tak pernah paham Segala diam yang kupendam Keegoisan menjadi pendukung kekosongan Dan gengsi mengubur segala kemungkinan Harapan Harapan tak terjalin sempurna Hanya kadang sorot mata seperti bermakna Entah aku yang terlalu prasa Atau […]
Baca puisi selengkapnya…