Sekedar ku meminta – oleh Ida Ismara

Sekedar ku meminta Janganlah engkau lupa Kenangan yang telah tercipta Adalah kenangan bahagia Walaupun engkau jauh Lepas dari hidupku Hasrat hati selalu tersentuh Karena ada rasa rindu Tak akan ku lupakan Indahnya cinta yang pertama Akan selalu terbayang Kasih sayang kita berdua Hapuskanlah rasa duka lara Lupakan bahwa kita berpisah Hapuskanlah derai air mata Ku […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Ini kah perpisahan? – oleh Ridho G. A Saragih

Kau yang ku kenang Selamanya luka membekas dihati Berkecamuk rasa tak menentu Dicintai salah, mencintai pun salah Kadang ingin bebas, lepas tapi terhempas Dimana tidak ada penderitaan Namun duniaku penuh dengan penyesalan Tetesan air mata akan kekejaman Yang mu peroleh dari sang pujaan Kini dia meninggalkan ku dari kehidupannya yang tak lagi ku tahu Menilai […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Metafora Awal Kembara (Sepilihan Larik dari Puisi-Puisi Penyair Indonesia Eksil)

Melempar pandang, dan tangan menggapai, aku ayunkan langkah menuju utara. Burung melayang bebas tiada gundah, dan musim gugur menghias wajah tanah rendah. Aku tertegun pada bumi ini, aku menengadah menatap jauh, senja terdampar di langit biru, padaku permulaan dari yang baru. Kutinggalkan kau ketika embun menentang matahari pagi, kugenggam segumpal harapan di balik kenangan tahun-tahun […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Dispersi – oleh Anggita Gian Sahala

Senja yang tak dirindukan Datang menjamu di atas tanah Pijakan demi pijakan membekas Surut menghilang di arus gerimis Diatas tanah ini Doa-doa terlantun Diatas tanah ini Berpulanglah ia tertuntun Tak ada bahagia Tak ada tawa Tak ada senyum Hanya rengekan busa yang keluar dari mulutnya Kaki yang kaku itu Membuatnya semangkin tak daya Dalam hujan […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Apa mau dikata – oleh Ainul Muna

kala mendung di rundung hujan kala siang di rundung malam rasa sedih tak kan terbayangakan jikalau harus tak lagi jumpa andai seribu andai waktu terbuang dapat terulang masa indah diselip bahagia masa sedih dirundung tangis kini,sang waktu telah berjalan menyisakan haru dengan tangis hanya salam yang kan terucap dari bibir bertentang hati Apa mau dikata […]
Baca puisi selengkapnya…

 

TEMAN TERINDAH – oleh Iis Fitriani

Hari hariku telah kulalui suka dan duka selalu menyertai namun sekarang hari-hariku terasa sepi tanpa seorang teman menemani. hari ini adalah hari paling pilu untukku dimana aku harus berpisah dengannya mungkin untuk selamanya waktu seakan tak mau mengerti terus berlalu tanpa henti. waktu terasa semakin berlalu meninggalkan setiap cerita tentang aku dan dia sekarang semua […]
Baca puisi selengkapnya…

 

Karena Aku Mencintaimu – oleh Ridha Faridha

Angin musim gugur yang menghembus ke jendela Melewati hatiku yang kosong Aku bersandar di dinding melihat langit fajar yang cerah Aku merindukanmu tapi tak bisa melihatmu Di bawah sinar matahari yang cerah orang-orang berjalan dan tertawa Tidak seperti diriku yang merasa dunia ini tampak asing Aku mencintaimu tapi aku harus meninggalkanmu ini terlalu berat Aku […]
Baca puisi selengkapnya…