Beranda » Puisi Hati » Derita hati – oleh Muhlis Nur Ilham

Derita hati – oleh Muhlis Nur Ilham

Advertisement

Tangis merdu beriring sayatan hati
Kudengarkan perlahan,
hayati seksama
Namun
Entah knpa pipi ini basah terkena air asin
Kurasa rasa ruang di dada semakin sesak
Berirama dengan nafasku yg mulai tersenggak senggak
Semakin sesak
Sampai kusadari rasa ini rasa terburuk seumur hidupku
Semua menyerbu hati kecil ini entah dengan apa ku bertahan.
Sinar harapan pun mulai redup dan samar2 menghilang
Bodohnya aku bergantung pada harapan itu
Harapan semu yg tidak menjanjikan bhkan tak setitikpun berkedip kepadaku..

Aku tidak menyalahkan dirimu
Aku yg salah..semua salahkuuu
Kau tidak menghilangkan harapanku
Hanyalah aku yg terlalu berharap kepadamu
Hatiku terlalu ingin hal yg tinggi
Bhkan hal yg mustahil terjadi
Hati ini lupa pada raganya..
Kini hati ini merasa sakiit setengah mati
Sakiiiit
Benar2 sakiit
Sakit
Melihat dirimu mulai menjauh
Sedikit demi sedikit membujukku untuk meninggalkan sesegera mungkin
Mengetahui bahwa ada yg lain yg mulai melenyapkanku
Tapi aku bertahan dan tetap memegang janjiku dulu

Aku berkata “tak apa asal kau bahagia”
Bullshit itu kata2 termunafik yg pernah keluar dari mulut keji ku
Karna hati ini hancur remuuk, matii di telan sakit ini
Fisik dan batin ku tersiksa karna begitu besarnya perasaanku kepadamu.
Memang salah aku mengharapkan yg sama darimu..
Tapi ini terlalu kejam,apakah ini pntas aku dapat setelah selama ini…
Kenyataan terlalu mengerikan
Sampai2 aku tkut untuk mencinta
Aku tak mau sakit lagi,aku mohoon
Aku mohon,aku hanya lah seseorang yg rela memberikan segalanya untuk mu
Seseorang yg mencintai dan menyayangimu…….
Biar ku bawa semua janji dan mimpi
Sendiriii ….
Biarkan ku tangisi sendirriii dan tak akan ku bagi.
Syukur lah kau bahagia..
Biar lah aku yg menderita atas apa yg telah aku percayai

Darimu yg selalu mencintai dan menyayangi mu dan masih bertahan demi kamu…..
Yg bhkan sampai detik ini masih mengenang detail kebahagiaan darimu

Derita hati – oleh Muhlis Nur Ilham
FB : muhlis nur ilham
Boyolali – jawa tengah

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *