Beranda » Puisi Rindu » Selepas Bayang – oleh Dhika Zakaria

Selepas Bayang – oleh Dhika Zakaria

Advertisement

Sentuhanmu kabut hanya tinggal embun yang tak basah. Kusimpan rambut sehelai bekas jatuh di pundakmu yang memerah. Yang dulu kuambil pakai bibir yang kini kaku pecah.

Sambil memeluk bayang kuraba malam-malam yang tertinggal di punggung. Lantas kuberikan senyum sederhana, karena terasa sakit bila kutarik kedua kutub bibirku lebih menjauh lagi ; aku tak rela berdarah kecuali karena ulah gigimu. Tapi di mataku hanya ada kunang kunang yang kuciptakan sendiri di dalam kamar -bukan wajahmu.

Ah cukup dengan itu. Kuletakkan tangan di atas bantal. Tak kutemukan lagi permukaannya yang basah oleh rambut panjang kusut berpeluh. Aku kering, badanku hangus. Terbakar gairah sampai ke tulang.

Agustus 2016
Selepas Bayang – oleh Dhika Zakaria
Karawang
https://www.facebook.com/dhika.zakaria

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *