Beranda » Puisi Asa » Wanita dan sampan – oleh Pamungkas christ

Wanita dan sampan – oleh Pamungkas christ

Advertisement

Wanita itu masih berdiri,sesekali menunduk,
dulu kulihat ia merintih,
kira kira dua malam lalu, wanita itu masih begitu ,
selalu memegang dua topeng kepura puraan.
Wanita itu masih begitu,
tak merasa lagi perih garam diatas luka nya,
wanita itu memilih untuk tersenyum,
tapi setengah muka nya termenung.,
mengapa aku berdiri di sisi laut dengan sampan yang terbalik??
Mengapa tak ku gunakan dan aku menghilang?
Kata nya dengan raut semena mena.
Ia pergi dengan perih garam nya dia pergi dengan beban di tanggung nya,
dia pergi dengan kepura puraan nya,
dengan sampan ia pergi berharap semua biasa lagi,
tanpa ia tau hidup seperti itu.

Wanita dan sampan – oleh Pamungkas christ
Sukabumi
@ipchrisn

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *