Beranda » Puisi Bimbang » Pergila rindu – oleh Miftah Izzudin Juargie

Pergila rindu – oleh Miftah Izzudin Juargie

Advertisement

Angin yang mencoba mengusir sepi,
Getarkan ranting telah mengering,
Jatuh berkeping di rongga retaknya tanah . . .

Tiada lagi gairah memerah,
Hanya melewatkan senja yang jingga,
Dijemput untuk ditinggalkan,
Dan renungan ketika melepaskan tenggelamnya . . .

Cahaya kunang-kunang menjemput malam,
Masih dalam gersang,
Syair hati dalam kering keresahan,
Tetap menikmati dalam setiap coretannya,
Dan tiada juga mengindahkan . . .

Sunyi,
Dan rembulan yang redup,
Berlahan kesejukan turun,
Yang memantulkan kilau kecil,
Di tepian sungai yang mengering . . .

Bukan,
Tiada pengharapan pada kesejukan,
Yang datang mengalir lalu sirna,
Apakah pada rindu ?
Bukan,
Bukan itu . . .

Sunyi,
Bukan bahagianya lingkar pelangi di sanding rembulan,
Yang cerahnya di rindukan petang,
Yang hangatnya di tunggu,
Mampukah mengindahkan malam ??

Hanya ranting yang rapuh,
Kering dan semakin habis terjatuh dari dahannya,
Sendiri,
Dan semakin kering . . .

Sunyi,
apakah pada rindu yang datang mencari ?
Atau dengan warna baru dari sulaman indahnya,
Bukan,
Juga bukan itu . . .

Kering dan gersang,
Dan tetap bertahan disini,
Atau dengan menyandarkan rindu ?
Aaaah, tidak !!
Pergi sajalah kau rindu,
Aku masih ingin sendiri . . .

Pergila rindu – oleh Miftah Izzudin Juargie
Pekanbaru
fb: Izzudin Juargie

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *