Beranda » Puisi Cinta » Prasasti – oleh Andang Kumala

Prasasti – oleh Andang Kumala

Advertisement

Yang kau sebut 3 serangkai diwajahmu tak lagi indah.
Tetap hitam yang teracak dengan dua terangkaimu.
Kau juga tak buatku menunggu.
Sebab aku tak mungkin merindukan sesuatu yang tertarik dalam hidupku.
Kini kita tak mesti bermusuhan, karna dihatimu tak ada musuh yang adalah cinta ,, Cinta pada dirimu sendiri
dalam ruangan ini Kita bertatap dan kau menembus jenuh lalu marah padaku, kan ku berpaling.
Aku hanya memberimu sepotong senyum dan sedikit rayuan manis
Bukan berarti aku takut,, karna sejuta anak panah yang ku siapkan lalu ku kecapkan pada teman teman tertawa menangis

Rumah kita rumah cinta
Lalu mengapa aku menemui hati sekeras batu
Rumah kita rumah cinta
Lalu mengapa kau telah mencoreh wajahmu
Rumah kita rumah cinta
Lalu mengapa kau memaksaku untuk menangis
Rumah kita rumah cinta
Lalu mengapa kau membusur ku dengan rasa takut

Aku disini dipinggiran pantai
Bersama karang karang yang mulai jenuh melihat airmata ku menetes
Aku disini dipinggiran pantai
sedang berbincang dengan gelombang buih yang putih menerpa wajahku
DIAM….
tak pernah kunampakan dendam amarahmu
Biarkan gelombang sendiri yang menulisnya diatas sajak sajak kamu
Aku disini dipinggiran pantai menari dengan pasir pasir yang menggelindingkan tubuhnya kepada karang karang malam
Aku disini menunggu rembulanmu merayap
Tetapi hati kehati menganggap matahari adalah cinta takan berubah
Aku disini dengan selembar doa doa kepada tuhan
Yang menurut tuhan kepada raflik_Allah
Aku disini telah melafaskan alfatiha dengan taqfasik.
aku disini telah sujudkan kepalaku sambil berkata. HAY…
Dan kau bersalaman dengan orang orang asing..

Prasasti – oleh Andang Kumala
Jeneponto

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *