Beranda » Puisi Masa Lalu » Kisah Sebuah Duka – oleh Aameer Roheng

Kisah Sebuah Duka – oleh Aameer Roheng

Advertisement

Ia mencari sesobek kertas, ingin di tulisnya deretan kalimat gambaran perasaan. Di tariknya pena yang tajam, di coretkannya aksara demi aksara. hasrat di batin meluap mengurai air mata, mengingat getir hidupnya di masa silam. Betapa hati menjerit meski tak terdengar, namun keras terbaca dari sikap jemari yang menggenggam pena.

Di sandarkan bahunya seusai sajak itu tersimpul dengan perit, di lipatnya kertas dengan rapi kemudian ia selipkan di antara tumpukan buku perjalanan hidup, di usapnya air mata di pelipis, ia mencoba merangkai senyumnya walau hati masih menangis.

Di kenangnya sepanjang masa, hidup yang bagai hering ketika duka menyeruak, memangsa penuh lara, menyangga setiap langkah, meski telah terbebas dari kebengisan nasib, ia tetap dirundung betapa kerasnya hidup yang wajib di lalui.

Kisah Sebuah Duka – oleh Aameer Roheng
Bulukumba
@aameerroheng

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *