Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Reshalosophy – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Reshalosophy – oleh Olga Koswanurfan Dianka

Advertisement

Relief seraut paras bidadari terukir dalam sanubari
Eksofasia memerangkap diri, dan sekujur lidahku kelu meratapi
Sakura bermekaran selaras rekahnya sekuntum mimpi yang bersemi
Hilir nuranimu menjadi destinasi bagi asa yang ingin bertaut laksana dwilogi seorang rapsodi
Astenia goyahkan langkah kaki yang terus berlari
Nayaka membubuhkan kehangatan agar kumampu berpijak kembali
Intonasi ucapan yang kian rendah seperti merisalahkan jika ironi ini tak bertepi
Aforisme bijak bersimpah buih pengharapan seolah turut mengilhami

Ilusi masa-masa indah terlayari
Naluri berkata, “harus sampai kapan santun tuturku diam terkunci?”
Diksi-diksi berlawanan seakan tiada henti kau jejali
Rintihan tangis memecah riuhnya gerai tawa yang mengawani
Inkonfeso tersimpan rapat di balik keanggunan cadar sang peri
Afrasia yang menyesaki telah memadamkan pendar hati
Siluet kebahagiaan tampak bagaikan lanskap delusi
Aksioma yang mengurai perih pun bukan lagi halusinasi
Riak-riak rasa jera senantiasa menuguri
Satu interval kehidupan usang yang bergelimang duri

Reshalosophy – oleh Olga Koswanurfan Dianka
Kelapa Gading, Jakarta Utara
path: olgakd ID/instagram: @olgakdID

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *