Beranda » Puisi Rindu » Rindu – oleh Iftaqur Rahman

Rindu – oleh Iftaqur Rahman

Advertisement

Duhai kesepian, letak bersemayam di jiwa.
Malam ini angin telah bersaksi.
Tumbuhan di taman tak seelok saat pagi.
Mungkin aku selalu menyelam, saat malam saat dimana bunga pulang;tak mekar, hanya dengan secangkir kopi hati terasa hidup kembali. Kau yang dulu ku ketuk pintu
Adakah kesadaran akan menjamui ku ?
Sekedar bincang santai
Atau bermimpi menata masa depan.
Entahlah, ku tulis segala rasa namun kata masih tak cocok atas yang ku rasa.
Diam bagi ku menuntut hati yang ingin ditemani, entah meski rindu sudah tak bercahaya pada lentara kamar imut yang kau punya. Aku hanya sanggup berdoa, menyusun barangkali yang belum tentu diamini. Bertapa hingga tak berkata bahwa memang rindu ini harus ada yang punya.
Kau yang bahagia dikejauhan sana, cahaya rindu memang ada. Namun bisakah menyinari hingga sanggup memantulkan cermin yang ku cuci dengan air mata, atau sanggup menemani hingga esok pagi, jujur aku masih menumbuhkan rindu pada pagi, senja dan malam yang hadirkan kesunyian. Paras wajah mu telah angkuh bertempat tinggal dirumah hati paling dalam. Aku rindu wahai wanita.

Rindu – oleh Iftaqur Rahman
Bondowoso
Iftah Iftah (FB)

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *