Beranda » Puisi Kenangan » Remang Dikenang – oleh Nurkhaliq Barir Rahman

Remang Dikenang – oleh Nurkhaliq Barir Rahman

Advertisement

Kali ini entah siapa yang menyapa
Doa doa jauh telah mengoyak nadi disepoi angin Bertamasya di sekililing alam raya
Aku terbangun sebab ayam berkongkok
Atau rangting jatuh taba diterpa musim
Kali ini kopi di jazirah yang kau dulu duduki
Entah dipangkuhan mana ada bekas
Hingga air mata tak mampu ku kemas
Biarlah ombak membawa pada pelabuhan
Yang kau bangun dengan rindu juga umpama penuh bahagia
Kali ini langit telah mengerutu agar awan hitam bukan lagi bencana
Melainkan linangan dari mata mu yang bersirat nama ku
Cinta ialah sepasang barangkali entah sampai kapan bersembunyi di pagi, senja dan malam.
Ialah aku wajah dengan perangai cinta yang masih sepenuhnya digenggam oleh takdir
Kali ini tawa bahagia telah meramaikan cuaca meski kadang dilanda dilema
Tabahkan senyummu pada larik bibir kecil ku
Bersemayamlah tatapan indah di kelopak ku
Agar sembilu tak lagi membeku
Agar sahwat remang remang sebab selalu ada bayang mu
Jika musim musim depan tak memberi ku pilihan
Akupun bersiap diri menjadi perihal yang layak kau lupakan

Remang Dikenang – oleh Nurkhaliq Barir Rahman
Situbondo
twitter: @tatarindu

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *