Beranda » Puisi Islami » AISME – oleh Muh Shodiq Masrur

AISME – oleh Muh Shodiq Masrur

Semenjak rindu mengisi penuh di sebagaian dinding hati
Perasaan aku mulai suka mendengarkan rindu berpuisi

Dia datang menjelma sebagai perangkap rindu
Atau untaian sua hening melengking tinggi menyapa wahyu
Yang tersirat begitu terang dari kedua pelupuk matamu

Semacam itu aku menyentuh rindu
Supaya disampaikan melalui muara seluruh sungai yang mengantarkan airmata seorang penyair, berupa kicauan doa pada Tuhan yang paling merdu

Apa kau tahu? Kegaduhan paling romantis pada Tuhan
Itu rinduku di sepertiga malam, kau
Menjelma berupa embun yang menetes dari kedua kelopak mata yang begitu bening. Dan aku sebagai pecandu
Sua doa menderas kerinduan pada seribu tanah
Yang ada jejak langkahmu

Dalam rinduku ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, kau
Menjelma sebagai diriku sendiri
Yang terkurung di puncak-puncak bayangan
Dan aku berupa penikmat isyaratmu
Sekaligus tak mampu kubaca
Pada rimbun udara yang ada ratusan nafasmu

Dalam rinduku di sore ini, kau
Menjelma berupa paduan sinar jingga membias ke mega merah di sebuah sinkron keindahan. Yang perlahan turun menyentuh di kedua tepi pipi beroleskan doa
Dan aku sebagai penyuka lukisan di ujung senja
Yang tidak akan pernah aku tinggalkan

Isyak ini dalam rinduku, kau
Menjelma sebagai jeda di denyut nadiku
Dengan rasa sakit, yang setia mengusut rahasia isyarat agama di ruang kosong. Tapi bukan kekosongan yang ada
Hanya dalam keheningan yang mampu menajamkan pikiran dari pangkal kerinduan
Dan aku berupa penghuni ruang rindu
Yang ujungnya berakhir di sajak-sajak merdu sebua doa

Aku mencintaimu
Begitulah ekspresi rinduku yang mulia
Yang tak akan pernah berhenti merindukanmu

Aku suka caraku merindu
Semoga tak ada lagi yang merebutmu dari genggaman doa

AISME – oleh Muh Shodiq Masrur
Yogyakarta
Fb:Muh Shodiq Masrur
shodiqmbahe12.blogspot.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *