Beranda » Puisi Pesan » Generasi Petani – oleh Rafli Yulmaren

Generasi Petani – oleh Rafli Yulmaren

Advertisement

Pagi kembali lagi bersama embun dalam rerumputan
Langit biru datang melepaskan rembulan
Kelelawar malam pun mulai pulang kembali kerumahnya
Berganti dengan suara ayam berkokok membangunkan para petani

Aku coba menyelip diantara persawahan
Aku melihat pria pria tua bersenggama dengan lumpur dan air serapan sisa semalam
Dengan sepeda setengah renta mereka datang silih berganti
Melabuhkan seluruh tenaga guna makan anak istri

Kepakan sayap burung wallet terlihat coba mengganggu konsentrasi
Dan aku melihat kulit bersih berdasi menganalisa mbah rabuk
Mereka berdiskusi soal swasembada pangan dan lingkungan
Tikus berpakaian coklat coba bernyanyi
Menggunakan akal licik untuk menimbun hasil gabah
Dengan menyembunyikan pupuk urea agar petani mati rasa

Bunga-bunga mahasiswa, cobalah peluk mereka
Rasakan padi-padi yang mulai keriput karena usia
Berilah ruang bebegik itu untuk meresap dalam mimpimu
Biarkan mereka menangis dalam hatimu

Asap pabrik dalam genangan limbah menyadarkanku
Disana banyak generasi muda yang bergelut sederet tahta
Melupakan bekas buyut mereka yang mati ditusuk PKI
Mereka yang mati dihadapan istri dan anak sendiri

Merdunya manuk cucak rowo milik pak lurah
Membawaku melihat petak-petak masa depan dijual pada cukong rokok
Gudang-gudang pendosa yang dibangun untuk memperkosa semangat para petani
Mereka coba menyapu sisa-sisa emas yang keluar dari benih padi

Gubuk tukang mie ayam dipinggir jalan raya terlihat ramai
Dan aku melihat anak-anak muda sedang bercerita prihal kebahagiaan
Dan aku mendengar mereka tak sudi jadi petani
Sebab katanya petani sengsara sepanjang masa
Tak sebanding dengan nasi-nasi yang mengalir di lambung perut penguasa

Pagi ini, esok pagi dan pagi selanjutnya aku meditasi ditengah api hangat
Mengharap debu-debu gunung kelud dan lawu berubah jadi tambang Freeport
Siapa tahu ada koruptor yang menjalankan aksinya disini
Dan media televise meliput petani, tikus serta ular kadutnya.

Generasi Petani – oleh Rafli Yulmaren
Madiun

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *