Beranda » Puisi Sedih dan Galau » Sang Penyendiri – oleh Haposan Tampubolon

Sang Penyendiri – oleh Haposan Tampubolon

Advertisement

Aku, sang penyendiri
Berpetualang melawan mimpi
Merajut asa dalam diri
Yang tak pernah ku harap datang dalam sanubari

Aku, lewati hujan dibawah awan gelap
Bertahan hidup dalam dekapan bayangan
Menanti sedih sang mendung hingga terlelap
Berharap pelangi datang hadirkan senyuman

Aku, bagai daun dalam tiupan angin
Terombang-ambing dalam kebingungan semesta
Seribu simpang di depanku membuatku dingin
Menusuk batin dalam kenangan akan dunia

Tuhan, kapankah julukan ini hilang dari diri
Kirimkan satu penghibur hati
Jadikanku seorang yang bisa berbagi
Dengan orang yang juga bosan dalam sendiri

Yakinkan padaku, dirimu takkan ku sia-siakan
Dalam kesendirian aku merenung
Kelak nanti kau akan ku bangun
Pada pelukan dan kecupan tak terbendung

Aku, masih menanti satu malaikat
Yang jatuh kehilangan sayap
Hingga akhir dirinya kan ku rawat
Sampai ia sembuh dalam dekap

Pencarianku akan berakhir
Dalam kesendirian aku berfikir
Andai saja kau malaikat terakhir
Ku bahagia dengan satu cinta tak terpikir

Sang Penyendiri,
Kau mati dalam penantian
Dalam kehidupan yang tak pernah kau korbankan
Untuk satu cinta yang ingin kau dapatkan
Pada ibu seribu anak dalam kitab kehidupan.

Sang Penyendiri – oleh Haposan Tampubolon
Medan

Advertisement

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *